Sajak-sajak Jasman Bandul

24 Mai 2015 - 07.24 WIB > Dibaca 1915 kali | Komentar
 
Sajak-sajak Jasman Bandul
Bermalam di Teluk Belitung
(menggamit kenangan)

bermalam di teluk Belitung
menyambil diri menujah
lekuk sajak
di dadanya

tak berjarak
magrib serentak menggema
saat senja jatuhkan sauh

lihat, api-api tumbuh di tebing
membelat pantai agar tak runtuh di alun
gelombang, sampai parau suara ombak

malam hari, di pohon bakau yang menikung teluk
indap-indap hinggap, cahaya mengkilap
meski malam kerap berteman pengap

bermalam di teluk Belitung

pada panas mencetang, tadi siang
hingga ke penghujung petang
peluh merayap di sela tengkuk
lalu rebah di selokan rindu

bermalam di teluk belitung
di perutmu, janin sajak membenih
harap lahir ribuan kata pujangga
di sanalah gelar rindu kuunggah

Teluk Belitung, 21 Maret 2015


Air Mata Kuas

air mata kuas warna-warna
kerap menetas di atas kanvas
buram itu

lelehan ornament rupa-rupa
memicu hati mengelabui rasa
menjelma sketsa diri

ini kisah sang pelukis
melukis diri di mata angin

ke timur menjemput pagi
ke selatan mengayuh jauh
ke utara melabuh sauh
ke barat menating senja

lagi-lagi
semburat air mata
mengeram di ujung kuas
menetas di halaman kanvas

Bandul, 25 Maret 2015


Doa Kemarau

Nyaris dua purnama, matahari menyengat
sawah retak-retak, keluh tumbuh subur
marimba menyembunyikan doa-doa

Tapi, malam ini negeri sejuk
mendung siang menggumpal
hingga ke malam
jadi titik rinai lalu hujan

Doa syukur memetir
goyang bumi ke langit
tanah retak menali air
memarit rindu
tempayan merekah senyum
dalam gigil rindukan air

Bandul, 20 Februari 2015


Majelis Doa

Inilah majelis rindu yang di tunggu
jauh di ujung-ujung pulau
tempat kita memeram kisah silau
doa-doa merimbun
di celah pepohon rumbia
di batang-batang meranti
yang lindup

Ini negeri bertitah bermarwah
dari peluh lalu jadi madu
dari lebah-lebah sialang
memecut perah sayapnya
dengan mantra-mantra rindu
itulah selusuh kauseduh

Di kampong itu, inilah doa budak-budak bersekolah
di akar bakau, dan asin air laut
mereka mencecah anyir waktu
setiba pasang menggenang
menjunjung tas, celana dan baju merah putih
ketika surut menganyut, selutut lumpur berlumut
lalu, di rumah
setangkai tahlil tanam di sudut halaman
bekal sepanjang jalan berlumpur
berumah di jiwa merah muda
sebab esok harus kuat menempa dada

Inilah doa-doa mereka
sedikit harapan yang tak kunjung menua;
bernafas lena ketika beduk subuh
menatap matahari ketika pagi meninggi
menghirup segar nasib jelang bulan ngambang
tidur kembali dengan impian besok pagi

Inilah majelis penabalan cinta
pada negeri yang bertitah
karena tahlil rindu tertanam
pada jiwa merah muda

Bandul, 03 Januari 2015


Malam Mendidih

malam mendidih
dalam secangkir kopi hitam
seteguk sudahpun merebus hati
adakah yang menyeduh rindu
pada malam penuh perih?

malam mendidih
dalam secangkir kopi hitam
hati bergelut dengan warna dan rasa
ampasnya menyekat di celah gigi
tersengih juga titik resah

entah berapa panas bara
kau jerang tungku-tungku api
tapi tidak pula rasa nyeri
meski kulit-kulit malam mulai lecuh
bingkas dari kisi-kisi hari

dalam malam mendidih
moh!
kecipakkan sayap dalam buih
mandi dengan didihan
biar lebur kenangan meski
pedih

sejauh mana panas tangguh
menjerang luka?

Bandul, 15 Maret 2015


Melukah Bulan  di Malam Kemarau

Langit keruh
Pertanda bulan menetas
Kibas siripnya menderu
Merayap cahayanya ke bumi
Malam, di musim kemarau

Bumi kering
Daun hari gugur di lereng kubur
Tunduk di retak nisan
Mali-malipun layu

Musim menjerat bulan
Lukah-lukah menari
Lukah luka

Yuk, menjerat malam
Di bulan kemarau

Bandul, 1 Desember 2014


Jasman Bandul
lahir di Bandul,10 Juni 1984. Beberapa puisi pernah terbit di media mass seperti Riau Pos, Pekanbaru Pos, koran kampus Universitas Riau. Puisinya pernah mendapat juara tanpa peringkat pada sayembara menulis puisi DKR Tahun 2013. Saat ini bertugas sebagai tenaga pengajar di SMAN 2 Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Aktif mengelola Komunitas Gemar Menulis, di kecamatan Tasik Putripuyu.
KOMENTAR
Terbaru
Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 wib

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 wib

Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Sabtu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Sabtu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu

Sabtu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet

Jumat, 21 September 2018 - 23:41 wib

Event Tour de Siak Tahun 2018 Resmi Ditutup Bupati Siak

Jumat, 21 September 2018 - 19:00 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion

Jumat, 21 September 2018 - 18:30 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP

Follow Us