Sihir Lukah Gilo

12 Februari 2012 - 08.48 WIB > Dibaca 6732 kali | Komentar
 
Sihir Lukah Gilo
Peladen berusaha menahan lukah gilo yang menggilo bergoyang ke kiri dan ke kanan. (Foto: Fedli Azis/Riau Pos)
Cik Siti padi, Cik Siti padi jangan jugo tuan kenang-kenang, bisik padi bisik jangan dilupokan, bisik bomo (dukun, red) ke telinga lukah yang dipersiapkan untuk sebuah permainan bernama lukah gila alias lukah gilo. Nasrun yang bertindak sebagai bomo mempersilakan kedua peladen (pemegang lukah) untuk bersiap-siap. Perlahan namun pasti, bait-bait mantera (berupa pantun-pantun) dilafazkan dan mendadak suasana di sekitar permainan terasa magis, menghipnotis siapa saja yang melihat serta mendengarnya.

Laporan FEDLI AZIS, Siak

NASRUN mengenakan kostum serba hitam. Kakek 60 tahun itu melangkah pasti ke depan dengan membawa dua bilah rotan getah sepanjang 50-60 Cm. Sedang dua asistennya (peladen) mengenakan kostum serba merah muda sembari membawa sebuah lukah genting yang telah dibungkus kain hitam. Lukah yang telah didandani seperti manusia dengan kepala (dari tempurung kelapa) dan dua tangan (bentangan kayu di sisi kiri dan kanan) yang mirip orang-orangan sawah.

Kedua peladen siap di tengah dengan duduk bersila sembari memegang lukah, Nasrun mendekatinya. Membuat mata, hidung dan mulut serta telinga pada tempurung sebagai kepala lukah dengan kapur, ia pun membisikkan sesuatu ke telinga kiri dan kanan lukah itu. Merasa telah melengkapi syarat permainan, Nasrun mundur ke belakang, sejajar dengan kedua peladen. Ia mulai memainkan rotan yang menjadi penanda untuk gerakan lukah seiring mantera-mantera yang dilafazkannya.

Awalnya, gerakan lukah mengikuti gerakkan rotan yang diayun ke kiri dan kanan. Hanya beberapa saat, gerakan lukah menggila dan kedua peladen tampak kesulitan untuk menahan lukah agar tidak terjatuh ke lantai. Hanya beberapa menit mereka dapat menahannya. Saat gerakan kian cepat dan tak terkendali, mereka pun menyerah. Mantera-mantera juga kian cepat, seiring ketukan rotan di atas lantai sehingga permainan yang sudah dipertahankan secara turun-temurun itu tetap menarik untuk dinikmati, terutama jika ikut memainkannya. Apalagi, permainan tersebut bisa dilakukan berkali-kali dengan peladen siapa saja, asal sebelumnya si peladen belum pernah mengalami kerasukan.

Lihat tadi saya membisikkan sesuatu kan? Bisikan itulah yang diikuti si lukah hingga menggila sampai peladen tak sanggup menahannya. Boleh percaya, boleh tidak, bisikan itu menjadi perintah yang harus diikut lukah saat mengikuti mantera-mantera yang diucapkan berirama, ucap Nasrun usai melakoni permainan lukah gilo pada sebuah acara di Siak Sri Indrapura beberapa beberapa waktu lalu.

Asal Muasal Permainan
Keberadaan permainan lukah gilo sudah terbilang lama namun di kampungnya, permainan tersebut belumlah terbilang selama usia lukah gila di daerah Riau lainnya seperti lukah gila Suku Bonai (Rokan Hulu/Rokan Hilir), Suku Talang Mamak (Indragiri Hulu), Suku Petalangan (Pelalawan) atau di Suku Sakai (Bengkalis) maupun masyarakat Melayu Riau lainnya. Tidak juga selama usia lukah gila milik Anak Dalam masyarakat Jambi atau masyarakat Minangkabau.

Menurutnya, lukah gilo di Kampung Bandar Pedadah, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak berasal dari Mandau (Bengkalis). Orang yang pertama sekali membawa permainan tersebut ke kampungnya adalah datuknya sendiri yakni Jabar yang juga asli Mandau. Nasrun sendiri mulai mengenal permainan tersebut pada usia 25 tahun dan mulai memainkannya pada 1980-an hingga hari ini. Bahkan hingga hari ini baru dirinya sendirilah yang bisa menjadi bomo dalam permainan rakyat tersebut dan berharap bisa menurunkan kepada generasi selanjutnya.

Kesenian tradisional ini tentulah harus kita pelihara bersama dan saya juga berniat hendak menurunkan kepada seseorang yang sudah saya bina sejak beberapa tahun belakangan ini, tegas Nasrun penuh harap.  

Lukah gila sendiri merupakan permainan rakyat yang cukup sering dimainkan dalam berbagai acara adat seperti penyambutan tamu terhormat maupun acara nikah kawin. Dijelaskannya, permainan ini menurut penuturan orang tua-tua, terjadi saat seorang ayah tengah meraut rotan untuk membuat lukah genting (perangkap ikan) bersama sepasang anaknya. Saat satu lukah selesai, anaknya memegang benda itu sedang si ayah yang tengah meraut rotan untuk membuat lukah satu lagi asyik berpantun. Nah, saat berpantun-pantun, lukah yang dipegang kedua anaknya bergoyang-goyang sendiri dan diketahui oleh ayahnya. Sejak saat itu, dijadikannya sebuah permainan dan terus berlanjut hingga sekarang.

Kira-kira begitulah cerita awal permainan lukah gilo ini dan sejak saat itu, si ayah bersama dua anaknya sering menampilkan permainan itu pada acara-acara adat, terutama nikah kawin orang Melayu, tambah Nasrun. Saya sering juga diundang untuk menampilkan permainan ini baik di Siak Bermadah (helat tahunan) dan nikah kawin. Kalau dibayar, Alhamdulillah, kalau tidak apo nak dikate, ulasnya sembari tertawa lepas.

Permainan yang Mengasyikkan
Permainan lukah gila menjadi salah satu dari sekian banyak permainan rakyat yang ada di dalam kehidupan masyarakat Melayu Riau. Permainan ini cukup mengasyikkan, seperti main jelangkung (masyarakat Jawa) atau permainan yang ada kaitannya dengan hal-hal berbau gaib atau mistik. Setiap daerah memiliki gaya permainan dan mantera yang berbeda-beda namun peralatan yang dipakai sama yakni lukah untuk menangkap ikan yang biasa digunakan para nelayan.

Bomo atau dukun dilakoni satu orang sedang pemegang lukah bisa dilakoni dua orang atau lebih tergantung keperluan. Pemegang bisa berganti-ganti jika lukah gilo menggila dan tak bisa ditahan oleh pemegang pertama maka yang lain, siapa saja, terutama sudah dewasa bisa menggantikannya. Selain syarat makna, permainan ini terbilang menghibur dan bisa dilakukan berulang-ulang seperti permainan dengan pola game.

Siapa saja bisa memainkan lukah gilo ini dan percayalah sangat mengasyikkan. Tapi kalau untuk menjadi bomo, biasanya sudah berusia di atas 40 tahun, kata Nasrun mengakhiri.***
KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 24 Juni 2018 - 14:35 wib

Setelah 61 Tahun, Perempuan Arab Saudi Akhirnya Mengemudi

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:32 wib

Berencana Lakukan Aksi Teror di Pilgub Jabar

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:30 wib

Tips Menjaga Kesehatan dalam Perjalanan

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:27 wib

Jumlah Pemilih 186.379.878 Jiwa

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:19 wib

Pilkada, 170 Ribu Polisi dan Ribuan TNI Diturunkan

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:04 wib

Meksiko Berhasil Atasi Korea Selatan

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:02 wib

Xiaomi Mi Max 3 Tampil dengan Layar Lebar

Minggu, 24 Juni 2018 - 13:59 wib

Sofa cushion Bikin Susah Beranjak

Follow Us