Oleh: Nurizah Johan

Masih Banyak Jalan

24 Mai 2015 - 07.30 WIB > Dibaca 1510 kali | Komentar
 
Masih Banyak Jalan
LIBUR panjang hampir menjelang. Itu artinya kelas baru dan anak baru segera datang. Dari sekarang sudah ancang-ancang, sekolah mana yang akan disambang. Yang dapat sekolah sesuai keinginan, pasti merasa senang. Sementara yang merasa tak suai, jangan sampai patah arang. Tapi, tetaplah melangkah dengan hati riang. Mana tahu itulah sebenarnya jalan yang terang. Demi meraih masa depan yang gemilang. Percayalah! Jangan ragu ataupun bimbang. Sebab bimbang bisa membuat langkah pincang. Jika pincang, akan terasa banyak aral menghadang. Terlebih jika dibawa berlari pasti terasa sangat gamang. Seakan berada di bibir jurang. Dan, hati makin tak tenang. 

Begitulah. Di setiap tahun ajaran baru, banyak keinginan dan harapan orang tua agar buah hatinya mendapatkan pendidikan yang bermutu. Dan sekolah yang dianggap memiliki kualitas yang baik atau memang sudah punya nama cemerlang menjadi incaran. Sehingga yang mendaftar melimpah ruah, melebihi kapasitas.

Hampir semua tingkatan sekolah, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, yang dituju adalah sekolah yang berkualitas. Sekolah yang dianggap mampu mempermulus dalam menggapai cita cita. Sayangnya, hanya beberapa sekolah yang memiliki predikat hight quality. Tak heran, kalau menjadi tujuan utama bagi yang merasa mampu. Mampu otaknya dan sudah tentu juga mampu dananya.

Contoh yang sudah berjalan saat ini. Tidak sedikit orangtua bersuka cita dengan diterimanya si anak di perguruan tinggi pavorit melalui jalur undangan. Anak-anak mereka tak perlu lagi harus berjibaku membaca buku agar bisa lulus. Cukup menunggu daftar ulang sambil menyiapkan segala yang diperlukan.

Sedangkan bagi calon mahasiswa yang saat ini masih menunggu ujian tulis, harus mempersiapkan diri semaksimal mungkin, jika memang berharap lulus di perguruan tinggi yang diimpikan. Saat ujian tulis itulah kemampuan benar-benar diuji. Apakah berhasil lolos atau terpaksa harus menempuh jalur lain. Bisa dengan jalur mandiri yang dibuka hampir semua perguruan tinggi. Jika tak lolos juga, masih banyak perguruan yang baik dan berkompeten karena terbukti sudah banyak melahirkan sarjana sarjana yang handal, yang siap pakai dan tentunya tak kalah dengan jebolan perguran tinggi negeri.

Demikian pula yang akan masuk ke bangku SLTA, SLTP dan SD. Tidak sedikit memimpikan bisa merintis masa depan di sekolah yang hebat dan mantap. Hebat yang dimaksudkan tentunya sudah teruji, yakni banyaknya melahirkan alumni yang diterima dengan mudah di perguruan tinggi ternama. Untuk bisa memasuki sekolah-sekolah yang dipercaya mampu memuluskan langkah sesuai yang diinginkan, sudah tentu dirintis sejak awal, sejak dari sekolah dasar dan menengah.

Sudah tentu tidak semua anak bisa diterima di sekolah pavorit. Semua tergantung kesungguhan belajar, kemampuan otak, hingga mampu menyerap ilmu yang diberikan. Dengan demikian, otomatis bisa meraih nilai yang baik. Tak ada kenikmatan setelah bersusah payah. Berjuang, baru berhasil. Menanam, baru bisa menuai.

Andaikan usaha sudah maksiml, namun yang diperoleh hanya minimal, jangan kesal dan sebal. Masih banyak jalan menuju sukses, asal jangan sekolah menjadi tumbal demi mendapatkan ijazah abal-abal. Bersabarlah, teruslah berusaha dan tetap tawakkal.***


NURIZAH JOHAN
Redaktur Pelaksana
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 21 November 2018 - 14:00 wib

Diprioritaskan untuk Koridor Rumbai dan Tenayan Raya

Rabu, 21 November 2018 - 13:45 wib

Bupati Motivasi Anak Siak Terus Berprestasi

Rabu, 21 November 2018 - 13:36 wib

Oknum Polisi Pesta Narkoba

Rabu, 21 November 2018 - 13:30 wib

Pencegahan Kejahatan, Buat Pelaku Tidak Nyaman

Rabu, 21 November 2018 - 13:15 wib

Syamsuar Hadiri Haul Marhum Pekan

Rabu, 21 November 2018 - 13:07 wib

2019, Satu Suara Dihargai Rp1.000

Rabu, 21 November 2018 - 13:00 wib

Pelajar Jadi Korban Tabrak Lari

Rabu, 21 November 2018 - 12:45 wib

Pemkab Bakal Hibahkan Gedung SMK

Follow Us