Sajak-sajak Tuan Guru H Syafruddin Saleh Sai Gergaji

14 Juni 2015 - 08.22 WIB > Dibaca 1029 kali | Komentar
 
Sajak-sajak Tuan Guru H Syafruddin Saleh Sai Gergaji
Rojab 2
 
bergeraklah isrok
selap menembus kegelapan kehendak
berangkat dari masjid menyujudkan nafsu kumuh
hingga berlabuh di masjid yang terjauh
 
bergeraklah isrok
menjemput barokah
tak lelelah beribadah
di terminalnya di luar rumah
 
kemudian miroj
berkendaraan solat
di masjid jua berjemaah
memunggah barokah segala nabiy
hingga ke sidroh
sampai
saatnya sampai
 
Pasarkembang, 28 Rojab 1436 (17 Mei 2015)
 
 
Syaban
 
Saban Syaban
dah terasa nian
betapa dosa dan keampunan
yang bakal berpumpun
berhimpun pada qiyam Romadhon
 
saban Syaban
bereban keinsafan
dah menjelang Romadhon
 
dari mihrob Rojab
hingga ke dipan Syaban
insaf mengharap
mendekap mesra Romadhon
 
hendak ditimba telaga umur
hendak dikubur takabur dan kufur
 
menyungkur syukur
kepadaMu, Ya Syakuur
 
saban Syaban
dah terasa nian
 
Erang-Keritanghulu, 30 Rojab 1436 (19 Mei 2015)
 

Kita Masih...
 
kita masih memerah perih
pada pedih yang sama
karena pergantian musim beralih
percuma
 
ratib kita masih rutuk ratap
di rumah bocor atap
mendor harap
 
kita masih tersisih
terpinggir hingga ke pesisir getir
hanya harap takdir
tak menghayutkan zikir
pada basah ucap bibi
 
kita masih
kita masih
kita masih
mengemas sedih
pada butir tasbih
Maha Pengasih
 
Gang Haji, 6 Rabiul Awal 1436 ( 28 Desember 2014)


Petang Megang

Syukurku kukunyah
Mengecap harap pada lidah
Menjelang petang megang
Aku tegak menghadang
Niat erat-erat dipasang
 
Kukuas iman
Kukuis najis
Kurenjis air zikir
Lidah basah zikrullah
Akal menjengkal
 
Menjelang petang megang
Kutarah daki nafsi
Merapah lecah ibadah
Menapaki pantai landai mencapai
ke punca taqwa  sampaisampai

Masjid Raya Balaitongah, 01091433


Adakah Saat
 
adakah saat berniat
kepadaNya jua tekad taat
 
adakah saat shiyam
puasa ziarah ke semesta alam
 
adakah saat berbuka
terkenyangkan jiwa dahaga
 
adakah saat tarawih
meniti ke keshalihan tak jerih
 
adakah saat zikir
tumpas tumpah  anyir lendir
 
adakah saat tadarus
tulus bashiroh ke ayat hayat
 
adakah saat istirah
tak rehat lengah ibadah
 
adakah saat tidur
tamasya menjenguk bait al-makmur
 
adakah saat tersentak sahur
terjaga jiwa jumawa
 
adakah saat imsak
bergerak iman ke puncak
                               taqwa
                                      ?!
 
Rengat, 120926, Pku 12081436


Kuala Taqwa
 
dari dermaga romadhon
berangkatlah ke kuala taqwa
nuju lautan sebut
menjinakkan angin ribut hasut
dengan kekuatan berjuta peka
 
dari dermaga raomadhon
berlayar tegarlah menghilir zikir
keinginan penuh kepingin
menyaput kabut hasut di haluan  iman
mengendalikan kemudi nafsu ke lautan lafaz
 
dari dermaga romadhon
bertolaklah mencampakkan tamak
berangkatlah memunggah dahaga duniawi
berlayar dengan kapal tawakkal
ke samudera luas sanjung puja
ke kuala taqwa
 
dari dermaga romadhon
ke kuala taqwa
menuju haluan ke samudraNya 
 
Kualaenok, 230928 (041008/2014)
 
 
Jung Sanjung 
 
melintasi tanjungtanjung
jung sanjung mengharung
merempa gelombang bergemulung
merempuh guruh dan angin sambung bersabung
 
jung sanjung hendak terus terapung
mengarus ke teluk khusyuk
 
berbekal layar tebal tawakkal
menjungkal sakal
 
bercadang biduk tawadduk
menaklukkan telukteluk
 
pengayuh dan dayung
gerak tak hendak huyung
 
pada deras hempasan gelombang
menduas menghadang rintang halang
 
mengikat niyat mengingat hajat hayat

jung sanjung
terus mengharung
nak sampai
sampai
sampai
ke
       hujung
nafas dihirup
lepas di hidung
untung peruntung diraup
 
menyanjungMu
tak jemujemu
           sampai
         bertemu
temu  menemuMu                     
tak jemujermu
tak!
       tak!
              tak!
 
Paritiman-Insel, Petang 28 Rojab 1436  


Tuan Guru H Syafruddin Saleh Sai Gergaji
kelahiran Sai Gergaji, Inderagiri Selatan, 10 April 1957. Tulisan pertamanya dimuat pada 1973. Sejak 1979 aktif pula berdawah. Hingga sekarang tetap menulis dan menjadi dai. Karya sastranya (esai, puisi, dan cerpen) serta tulisan keislaman telah pernah dimuat di berbagai surat kabar dan majalah terbitan Pekanbaru, Padang, Medan, Bandung, dan Jakarta. Antologi puisi tunggalnya Rumah Renta (Yayasan Puisi Nusantara, 1981). Bermastautin di Pekanbaru sejak 1966.
KOMENTAR
Terbaru
Jumat, 21 September 2018 - 15:45 wib

1.601 Warga Ikuti Aksi Donor Darah Eka Hospital

Jumat, 21 September 2018 - 15:30 wib

Banjir, Pemkab Kurang Tanggap

Jumat, 21 September 2018 - 15:27 wib

Novi UKM Mitra Alfamart

Jumat, 21 September 2018 - 15:00 wib

Jalan Perhentian Luas-Situgal Terancam Putus

Jumat, 21 September 2018 - 14:45 wib

Belanja Hemat hingga 50 Persen di Informa WOW Sale

Jumat, 21 September 2018 - 14:30 wib

Berkas Korupsi Kredit Fiktif Dinyatakan Lengkap

Jumat, 21 September 2018 - 14:30 wib

Korut Segera Tutup Fasilitas Nuklir Utama Tongchang-ri

Jumat, 21 September 2018 - 14:00 wib

Lanud Lahirkan Tiga Penerbang Tempur

Follow Us