Oleh: Khairul Amri

Jangan Salah Menebar Kebaikan

5 Juli 2015 - 09.23 WIB > Dibaca 1448 kali | Komentar
 
Jangan Salah Menebar Kebaikan
RAMADAN sangat identik dengan berbuat baik. Sekecil apapun kebaikan yang dilakukan di bulan suci ini, pahalanya akan dilipatgandakan oleh sang Khalik. Makanya wajar, setiap insan yang berpuasa akan berlomba-lomba untuk menebar kebaikan. Misalnya lewat berinfak, bersedekah, atau menolong kaum duafa dengan memberikan bingkisan-bingkisan.

Seiring dengan tingginya keinginan orang untuk menebar kebaikan, ada pula sisi lain yang juga membuat hati miris. Apa itu? Jumlah para gelandangan dan pengemis (gepeng) pun meningkat. Entah dari mana mereka datang, entah siapa yang membawa mereka sampai ke kota ini, tapi hampir di semua sudut kota, bahkan di tengah-tengah kota, seperti persimpangan traffic light, emperan pertokoan, para gepeng ini muncul.

Seperti tak mengenal lelah, para gepeng ini terus berjalan dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Dengan berbagai cara dan trik mereka berusaha tampil prihatin dan seadanya, guna menarik simpati masyarakat. Ya, bagi masyarakat yang merasa iba otomatis lembaran atau pecahan uang pun diberikan buat para gepeng. Dan, sepertinya, semakin banyak yang iba dan memberi maka jumlah gepeng pun semakin banyak pula.

Nah, dari fenomena tahunan ini, bahkan sekarang sudah bisa dilihat saban hari, perlu pula kiranya ada pelurusan. Supaya awal dari niat baik untuk menebar kebaikan antar sesama betul-betul berujung pada manfaat dan kebaikan juga bagi si-pemberi. Jangan sampai kita justru salah menebar kebaikan, dimana kebaikan yang kita tebar, lewat lembaran uang Rp1.000 di persimpangan traffic light misalnya, malah justru memunculkan masalah baru seperti diuraikan di atas.

Kalau kita lihat aturan/regulasi yang ada, sebenarnya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sudah punya peraturan daerah (perda), yaitu Perda nomor 12 tahun 2008 tentang Ketertiban Sosial. Bab III soal larangan, pasal 3 perda ini jelas-jelas mengaturnya. Ayat 1 menyebutkan, bahwa dilarang melakukan pengemisan di depan umum dan di tempat umum di jalan raya, jalur hijau, persimpangan lampu merah dan jembatan penyeberangan.

Di ayat 2 pula diatur, bahwa dilarang bagi setiap orang memberikan sumbangan dalam bentuk uang atau barang kepada gepeng di jalan raya, jalur hijau, persimpangan lampur merah dan jembatan penyeberangan atau di tempat-tempat umum. Lalu, ayat 3 perda ini menegaskan, bahwa dilarang bergelandangan tanpa pencaharian di tempat umum di jalan raya, jalur hijau persimpangan lampu merah dan jembatan penyeberangan.

Sanksi bagi yang melanggar perda ini pun cukup tegas, yaitu diancam pidana kurungan paling lama tiga bulan dan/atau denda paling banyak Rp50 juta. Nah, apalagi yang membuat kita ragu untuk tidak memberikan sesuatu apapun kepada para gepeng? Justru, semakin kita beri malah mereka akan semakin ramai bergelandangan. Lantas, sudahkah benar tindakan kita menebar kebaikan seperti itu? Saatnyalah, di hari baik bulan baik ini, mari kita introspeksi diri. Supaya kita semua tidak salah menebar kebaikan tersebut.

Bagi kita yang punya kelebihan rizki atau harta, masih banyak lagi lembaga-lembaga resmi tempat menyalurkan ZIS (Zakat, Infak dan Sedekah). Melalui lembaga-lembaga resmi ini tentu kebaikan berupa harta yang kita berikan atau kita sumbangkan sudah pasti akan disalurkan tepat sasaran. Untungnya lagi, dan yakinlah, bila cara ini yang kita tempuh, gepeng yang bergelandangan sekarang itu perlahan-lahan tapi pasti, akan hilang dengan sendirinya.***
   

KHAIRUL AMRI
Wakil Pemimpin Redaksi
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 14 November 2018 - 20:40 wib

Cuti Bersama Idulfitri Tahun Depan Lebih Pendek

Rabu, 14 November 2018 - 19:30 wib

Reaksi Brexit dan Dampak Ekonomi Cina Picu Pelemahan Rupiah

Rabu, 14 November 2018 - 19:28 wib

Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM

Rabu, 14 November 2018 - 16:15 wib

Bonus Demografi Diharapkan Sampai ke Masyarakat

Rabu, 14 November 2018 - 16:00 wib

APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T

Rabu, 14 November 2018 - 15:45 wib

Pencakar Langit Riau Pertama di Luar Pekanbaru

Rabu, 14 November 2018 - 15:33 wib

Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko 22 November

Rabu, 14 November 2018 - 14:43 wib

Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Follow Us