Sajak-sajak Hasmiruddin Lahatin Aisyah

2 Agustus 2015 - 08.13 WIB > Dibaca 1063 kali | Komentar
 
Sajak-sajak Hasmiruddin Lahatin Aisyah
Hasmiruddin Lahatin Aisyah
Tahajud  2

di sini, letih telah meniduri hening
tangan menggapai sajadah
batin
tertatih :
runduk

di sini, malam
berbinar jutaan cahaya
dalam tatapan :
wajahMu

di sini, letih
hanya untukMu
dalam gagap :
aku sujud

Pekanbaru, 2015.


Laut Bunga

ada apa dengan kunang-kunang
di tengah laut
adakah mencari makna hari
dalam rentang masa menembus kabut

ada apa dengan kunang-kunang
di tengah laut
mengukir gelombang, mengibas sayap
menerjang dingin malam

lautpun seperti kuntum bunga
begitu luas menghias daratan sepi
diintip gunung di kejenuhan hati
sementara rindu bergelora
dihempas gelombang

Pekanbaru-Natuna, 2006-2013


Bermula dari Sunyi
:  Kepada Mn

aku  menunggumu dalam debar jiwa bergayut rindu
kau berbisik dalam deru angin,
membaca tanda-tanda alam:
burung-burung  kasih berdua-dua
mengembangkan kepak-kepak cinta
akankah kau datang, walau mengalir dalam  mimpi

engkau berasal dari tulang rusuk  
yang patah, punya siapa?
saat adam sunyi sendiri, dalam
belenggu surga, ia terpana,
siapakah engkau?

Burung-burung kasih berdua-dua
menukik ke bumi, di sana asal mereka

ingin adam memeluk dan menerkam eva,
tapi tangannya lemah lunglai
hei, adam,  jangan kau sentuh,
dia bukan muhrimmu
adam pun terjaga dari mimpi
yang nyata

aku sungguh, menunggumu
walau dalam mimpi
burung-burung kasih
terbang berdua-dua
dalam halimunan awan berarak,
kau kucari dalam kepanaan
serba tiada

negeri sunyi, 20.10.2013


Di Ranjang Waktu

aku  menggelinjang di kakiku yang ngilu rusuh
darahku  bergemuruh di langit sepi
menampar atas kelam, menitis pada celah kelambu
menoreh hasratku dalam diam
engkau gapai menggapai daerah purbaku

dunia tiada batas dalam batin
semuanya luruh tiada bertangkai, semuanya patah
tiada  berangkai semuanya patah kehabisan rangkai
semuanya berjerejak di angin simpai
tiada lagi berada, tak berahasia, membayang

cumbu kepanaan tak bersabar tak berlatar
detak-detik hari-hari semakin gegas
debar dunia semakin meresap
mengalir dalam kata diam,
berselimut bisu.

( 2013 )



Sebuah Perjalanan

sebuah perjalanan, melingkar
mengepung jiwaku yang lara
bukit dan lembah, pepohonan
juga pelepah sawit, berayun
menghadang angin

ada kaca pecah, dan juga
air mata, tumpah
sampai ke hulu hati
dalam diammu
ada getar di dada
membuncah semua duka,
dan rindu,  
semakin  menggejala

potret hari-hari yang lusuh
membaca sebuah nama
dalam kebekuan malam,
timbul tenggelam  
dalam bayang fana
seakan memburu angin,
di padang-padang purba

alam menyiratkan gurauan sendu
menggapit pelangi di cakrawala sepi
di depan cermin itu engkau mematut dirimu  
sampai jauh, sementara aku
di sini, memandang rembulan
mengait matahari

negeri sunyi, 02.10.2013



Lepaslah Segala Rahasia Dunia Kita

datang segala pesona dalam diriku
yang tak tenteram
menggigil bagai daun cemara
lepas dari tangkainya
jatuh dalam pelukan bumi

angin laut yang bertiup sepoi
begitu rawan
lepaslah segala rahasia dalam diri kita
lepaskanlah segala tangis, dan segala
kenangan dan rindu masa lalu,
segala pemberontakan yang  agung
dalam dunia kita yang masih asing

kubiarkan kau dalam duniamu
dalam degup jantungmu
begitu dekap dan sunyi
sesunyi-sunyinya
dalam pesonamu yang rawan
kubiarkan kau dalam sepimu
di antara peluhku yang ngucur
di tengah langkah-langkahku
begitu rindu

(2013)



Hasmiruddin Lahatin Aisyah
lahir di Kampung Koto Simpang Tiga, Talukkuantan, 9 September1948. Puisi-puisinya  pernah dimuat antara lain di Harian Suara Karya, Harian Semangat, Haluan, Riau Pos, Riau Mandiri, Majalah Budaya Sagang, dan Majalah Sastra Menyimak. Sekitar tahun 1969-1974 aktif menyelenggarakan siaran sastra di RRI Pekanbaru.  Laut Tanjung Jati adalah kumpulan puisinya yang dalam persiapan terbit. Pensiun dari PNS (Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Riau) tahun 2004, kini mengelola majalah Puan, kerjasama dengan Humas Setdaprov Riau.
KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 18 November 2018 - 06:45 wib

Bela SBY, Ruhut Sebut Prabowo Seperti Beruang Madu

Minggu, 18 November 2018 - 06:03 wib

PBNU Tak Sependapat dengan PSI Soal Perda Syariah dan Injil

Minggu, 18 November 2018 - 05:34 wib

Ketua PGI Tanggapi Positif Kritik Grace

Minggu, 18 November 2018 - 05:11 wib

Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah

Minggu, 18 November 2018 - 04:36 wib

Kata Jokowi Monumen Kapsul Menyimpan Idealisme Seperti Avengers

Minggu, 18 November 2018 - 03:59 wib

Alasan Jerinx SID Tak Mau Temui Via Vallen

Minggu, 18 November 2018 - 02:50 wib

Wow, A Man Called Ahok Tembus 1 Juta Penonton

Minggu, 18 November 2018 - 02:15 wib

Pembagian Sertifikat Tanah Harus Ada Tindak Lanjut Pemerintah

Follow Us