Oleh: HELFIZON ASSYAFEI

Bencana yang Tak (juga) Menyadarkan Kita

2 Agustus 2015 - 08.18 WIB > Dibaca 1450 kali | Komentar
 
Bencana yang Tak (juga) Menyadarkan Kita
Ketika mikro organisme masuk lewat saluran pernapasan seorang, kata ahli kesehatan, maka  organisme itu mulai saat itu mulai menggerogoti pertahanan tubuh. Selain kerugian ekonomi, bencana asap  juga menyimpan bahaya kesehatan yang besar. Terpapar konsentrasi tinggi asap yang mengandung komponen berbahaya bisa menimbulkan berbagai gangguan pernapasan. Menurut dr Agus Dwisusanto, spesialis paru dari RS.Persahabatan Jakarta, komponen asap bisa terdiri dari uap hasil pembakaran, partikel dari bahan-bahan yang terbakar, sampai komponen kuman. Banyak sedikitnya komponen yang terhirup tergantung pada jarak dan durasi kabut asap.

Pada orang yang tinggalnya dekat dengan sumber pembakaran tentu konsentrasi kandungan berbahaya dalam asapnya lebih tinggi. Meski begitu, jika kadar polutan dari asap terkumpul, orang yang berada di daerah yang jauh dari sumber asap juga bisa merasakan dampak yang serius. Dokter Agus menambahkan bahwa kualitas udara yang buruk akibat kabut asap, bisa menimbulkan efek jangka pendek dan jangka panjang terhadap kesehatan. Dalam jangka pendek asap akan mengiritasi membran mukosa tubu, mulai dari mata, sampai saluran napas. Pada mata pasti akan memerah, perih, dan berair. “Sedangkan pada saluran napas menyebabkan bersin-bersin dan produksi dahak meningkat,” katanya.

Kabut asap juga bisa menyebabkan rangsangan pada saluran napas sehingga mencetuskan alergi.”Yang sudah terkena asma bisa muncul serangan asma lebih sering, demikian juga yang menderita rhinitis alergi,” kata Agus lagi. Partikel berbahaya dalam kabut asap juga akan merusak mekanisme pertahanan alami disaluran pernapasan. Menurutnya dalam saluran napas ada sistem kompleks yang tugasnya menyapu kotoran, debu, atau kuman. “Nah, asap ini akan merusak silia dalam saluran napas sehingga sistem pertahanan tubuh di saluran napas turun,” kata sang dokter.

Dalam jangka panjang,lanjutnya, rusaknya pusat pertahanan alami saluran napas ini akan mempermudah masuknya kuman. “Akibatnya daya tahan tubuh lebih lemah, kalau adau kuman yang berbahaya seperti kuman TBC yang tadinya bisa dilemahkan menjadi mudah masuk. Menurut Agus, jika paparan kabut asap berlangsung berminggu-minggu, bisa menurunkan fungsi paru. “Efeknya bisa menyebabkan batuk kronis, penyempitan saluran napas, bahkan bisa memicu asma pada orang yang sebelumnya tidak punya riwayat,” katanya.

Bencana asap yang lagi dan lagi terus terjadi ini telah merusak bukan saja anak bangsa tetapi juga tunas-tunas bangsa. Bencana asap ini sungguh menyebalkan. Ketika hal ini terjadi semua seolah kebingunan. Kok terjadi lagi ya? Begitu setiap musim asap ini datang. Kemana aja pemerintah? Kemana aja petugas keamanan? Kok terjadi lagi dan lagi ya? Semua rutuk dan kesal menggumpal di dada. Mengapa bebas benar pembuat kerusakan di negeri ini berulang-ulang melakukan aksinya? Kita tidak hendak membahas hal itu lagi. Karena semua cakap soal itu seperti tak ada guna. Tiap tahun tetap saja asap jadi bencana yang tak juga menyadarkan kita.

Ikuti saja kata ahli kesehatan. Sebisa mungkin hindari atau kurangi  aktivitas di luar rumah/gedung. Terutama untuk mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan. Gunakan masker. Sering dan banyak minum air putih. Lindungi penampungan air minum dan makanan dari paparan polutan asap. Cuci bersih buah-buahan sebelum dikonsumsi. Terakhir bertobatlah. Ini bukan kata ahli kesehatan tapi kata ustaz. Sebab dosa menimbulkan bencana. Mungkin kita banyak dosa dan masih saja tertawa. Bila tak sadar juga bencana bisa jadi laknat. Astaghfirullah.***


HELFIZON ASSYAFEI
Pemimpin Redaksi XPresi
KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 25 September 2018 - 18:39 wib

Traffic Website SSCN Padat di Siang Hari

Selasa, 25 September 2018 - 17:38 wib

Angkat Potensi Kerang Rohil

Selasa, 25 September 2018 - 17:30 wib

PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang

Selasa, 25 September 2018 - 17:00 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan

Selasa, 25 September 2018 - 16:56 wib

Beli BBM Pakai Uang Elektronik

Selasa, 25 September 2018 - 16:45 wib

Kapal Terbalik, 224 Jiwa Tewas

Selasa, 25 September 2018 - 16:36 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki

Selasa, 25 September 2018 - 16:32 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik

Follow Us