Boy Riza Utama

Bastille, 1

30 Agustus 2015 - 10.35 WIB > Dibaca 734 kali | Komentar
 
tengah ia gantung jubah suaminya
di atap penjara ketika kami tiba
untuk ikut berpesta dengan mereka

di manakah bercak darahku
pada sebentang tirai sejarah?

sungguh, kulihat ia telah berdoa
di tengah setumpuk pakaian kotor
yang penuh gaun biru
dan mantel keemasan itu

telah kudengar ia memohon
untuk melepaskan suaminya
lalumeminta kami semua
mempersiapkan prosesi kematiannya

tapi mengapa pijar mataku
tak mampu membakarmu,
payudaraku yang kian membusuk ini
tak menerbitkan rasa ibamu?

sungguh, kulihat ia telah meronta
di tengah teriakan dan kegirangan itu

tapi, kami teramat sibuk,
kami begitu mabuk, hingga leluasa
menjarah sesuatu yang pernah kami punya
sebelum berpindah ke tubuhnya

(2015)
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:30 wib

Pengajuan NIP CPNS Serentak

Rabu, 23 Januari 2019 - 09:25 wib

Pejabat Diberi Waktu Enam Bulan

Rabu, 23 Januari 2019 - 09:20 wib

APBD Riau Belum Sejahterakan Masyarakat

Rabu, 23 Januari 2019 - 09:20 wib

Awal Tahun, Waspadai DBD

Rabu, 23 Januari 2019 - 09:15 wib

Dua Pelaku Curanmor Diringkus Polisi

Rabu, 23 Januari 2019 - 09:10 wib

Tabrak Dump Truck, Personel Satlantas Tewas

Rabu, 23 Januari 2019 - 09:00 wib

Baterai Lampu APILL Raib

Selasa, 22 Januari 2019 - 19:53 wib

Nadia dan 3 Adiknya Tinggal di Rumah Tanpa WC dan Air Bersih

Follow Us