Boy Riza Utama

Bastille, 1

30 Agustus 2015 - 10.35 WIB > Dibaca 703 kali | Komentar
 
tengah ia gantung jubah suaminya
di atap penjara ketika kami tiba
untuk ikut berpesta dengan mereka

di manakah bercak darahku
pada sebentang tirai sejarah?

sungguh, kulihat ia telah berdoa
di tengah setumpuk pakaian kotor
yang penuh gaun biru
dan mantel keemasan itu

telah kudengar ia memohon
untuk melepaskan suaminya
lalumeminta kami semua
mempersiapkan prosesi kematiannya

tapi mengapa pijar mataku
tak mampu membakarmu,
payudaraku yang kian membusuk ini
tak menerbitkan rasa ibamu?

sungguh, kulihat ia telah meronta
di tengah teriakan dan kegirangan itu

tapi, kami teramat sibuk,
kami begitu mabuk, hingga leluasa
menjarah sesuatu yang pernah kami punya
sebelum berpindah ke tubuhnya

(2015)
KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 15 November 2018 - 14:30 wib

Desember, Awal Pemeriksaan JCH

Kamis, 15 November 2018 - 14:13 wib

Pembangunan Berbasis Pengurangan Risiko Bencana

Kamis, 15 November 2018 - 14:00 wib

Ganti Bola LHE Terkesan Proyek

Kamis, 15 November 2018 - 13:49 wib

Greysia/Apriyani Lolos ke 16 Besar

Kamis, 15 November 2018 - 13:45 wib

Maksimalkan Pelayanan Kesehatan untuk Vaksinasi MR

Kamis, 15 November 2018 - 13:15 wib

Azis: Pakai Uang Rakyat, OPD Harus Tanggung Jawab

Kamis, 15 November 2018 - 12:23 wib

Tropicana Slim Ajak Ikuti Senam Sehat di CFD

Kamis, 15 November 2018 - 12:00 wib

Kirim 12 Atlet Ikuti Kejurnas Ski Air

Follow Us