Boy Riza Utama

Bastille, 1

30 Agustus 2015 - 10.35 WIB > Dibaca 684 kali | Komentar
 
tengah ia gantung jubah suaminya
di atap penjara ketika kami tiba
untuk ikut berpesta dengan mereka

di manakah bercak darahku
pada sebentang tirai sejarah?

sungguh, kulihat ia telah berdoa
di tengah setumpuk pakaian kotor
yang penuh gaun biru
dan mantel keemasan itu

telah kudengar ia memohon
untuk melepaskan suaminya
lalumeminta kami semua
mempersiapkan prosesi kematiannya

tapi mengapa pijar mataku
tak mampu membakarmu,
payudaraku yang kian membusuk ini
tak menerbitkan rasa ibamu?

sungguh, kulihat ia telah meronta
di tengah teriakan dan kegirangan itu

tapi, kami teramat sibuk,
kami begitu mabuk, hingga leluasa
menjarah sesuatu yang pernah kami punya
sebelum berpindah ke tubuhnya

(2015)
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 19 September 2018 - 20:21 wib

Kata Nadia Mulya Untuk KPK Terkait Kasus Century

Rabu, 19 September 2018 - 20:00 wib

Siak Undang Sineas dan Produser Film

Rabu, 19 September 2018 - 19:30 wib

Luis Milla Kembali Latih Timnas Indonesia

Rabu, 19 September 2018 - 19:00 wib

13 Oknum ASN Terjerat Kasus Tipikor

Rabu, 19 September 2018 - 18:45 wib

Sembunyi di Lumpur, Perampok Berhasil Ditangkap

Rabu, 19 September 2018 - 18:30 wib

Pelabuhan Tikus Jalur Masuk Empuk Narkoba

Rabu, 19 September 2018 - 18:00 wib

TP PKK Ikut LMSI Tingkat Riau

Rabu, 19 September 2018 - 17:45 wib

Sekda Lantik Pengurus HNSI Tembilahan Hulu

Follow Us