Oleh: Devi Fauziyah Ma’rifat

Surat Wasiat

13 September 2015 - 08.06 WIB > Dibaca 1598 kali | Komentar
 
Surat Wasiat
Devi Fauziyah Ma’rifat, Peneliti sastra di Balai Bahasa Provinsi Riau
Makkah 2 ifril 1935/ Satoe keping kebon getah dairah Genting     malik/batang kali Selangoer loeasnja lebih koerang sedikit/3 ikil dengan kasoekaan saja jang bernama Salbiah binti Pakat/ini kebon saja bagi koeasa kepada H. chadidjah binti malin/baginda jang pegang ini soerat doedoek di dalam moekin/Gentin malik batang kali djadjahan Selangor/ No.1 maka ini kebon djika H. chadidjah mahoe gadaikan atau mahoe/djoeal saja Salbiah binti Pakat sekali 2 tidak benarkan/No.2 berapa dapat hasilnja ini kebon saja H. chadijah wadjib simpan/wangnja serta berapa wang keloear hal ini  kebon tiap 2 tahoen/ membajar hasilnja dan hal lain 2 di atas ini keboen djoega saja/H. chadidjah misti toelis didalam satoe boeah soerat kirakira/ No.3 saja Salbiah binti Pokat doedoek didalam negeri Makkah/ jaitoe djika ada lebih ini wang dari pada semawa belandjanja/baki ini wang berapa banjaknja saja. H. chadidjah mengakoe/dengan sebenar 2nja mengirimkan kepada Salbiah binti/ Pakat di Makkah/No.4 ditakdirkan djikalau saja Salbiah binti Pakat mati ini keboen/ saja H. chadidjah wadjib serahkan kepada warisnja jaitoe anak/ saja Salbiah satoe oerang perempoean jang bernama Patimah binti/ H.m.hadi dan soeami saja jang bernama H.m.hadi dan satoe orang/ saudara saja laki 2 jang bernama Kadim bin Pakat dan masa/ memboeat ini soerat H. patimah dan H.m.hadi doedoek didalam/ negeri Makkah dan saudara saja jang bernama Kadim doedoek di djawi/ Goenoeng malila bang kinang/Sabiah binti Pakat/

Kutipan di atas merupakan sebuah surat wasiat yang ditulis oleh seseorang yang bernama Sabiah binti Pakat pada sehelai kertas (putih) bergaris tipis pada posisi horizontal dan vertikal. Kertas ini diperkirakan termasuk jenis kertas Eropa. Kertas Eropa mempunyai ciri cap kertas (watermark) dan  garis dan/atau tanpa garis . Ada dua jenis garis, yaitu:  1) garis tipis (laid lines), yaitu garis-garis rapat dalam posisi horizontal yang dalam 1 centimeter ada 8—12 garis dan 2) garis tebal (chain lines), yaitu garis-garis jarang dalam posisi vertikal, biasanya jarak antargaris antara 2—3 centimeter.

Surat yang terdiri atas dua halaman tersebut, satu halamannya berukuran 26x20 cm. Di bagian ujung kanan atas diberi nomor dengan tulisan: No.1 dan No.2. Pada saat ditemukan, kondisi kertas sudah mulai menguning. Pada kertas tersebut, terlihat tulisan tangan yang tegak bersambung yang ditulis dengan sangat rapi menggunakan tinta hitam, tulisan Latin, dan berbahasa Melayu. Di akhir surat, terdapat nama dan cap jempol (yang diduga milik) Sabiah binti Pakat.

Berdasarkan keterangan yang terdapat di sudut kanan atas kertas tersebut, pembuatan surat ini pada 2 ifril 1935 (2 April 1935). Penulisan tanggal ini membuat penetapan waktu penulisan naskah menjadi lebih mudah. Tanggal tersebut menunjukkan bahwa surat ini sudah ditulis sejak 80 tahun yang lalu. Dengan demikian, naskah ini masuk pada kategori naskah berusia muda.

Naskah adalah dokumen bernilai dan langka dari pemikiran masa lalu. Pada dasarnya naskah adalah saksi dengan wibawa sendiri dari sebuah tradisi yang khas pada waktu yang khas dalam tempat yang khas (Teeuw, 1988:270). Dari naskah inilah diharapkan beberapa informasi masa lalu akan didapatkan.

Surat wasiat yang ditemukan tersebut menggunakan ejaan lama van Ophuijsen yang diresmikan 1901. Di dalam surat ini, huruf u ditulis oe, seperti pada kata satoe, dodoek, goenoeng, soeami, oerang, perempoean dan memboeat. Huruf j ditulis dj seperti yang terlihat pada kata belandjanja, djawi, dan djika. Sementara itu, huruf y ditulis j pada kata jaitoe, jang, dan hasilnja. Pada kata chadidjah,  huruf k ditulis ch.  “Kekunoan” tersebut terlihat pula pada kata misti (mesti), dairah (daerah), wang (uang), semawa (semua),  mahu (mau), moekin (mukim?), dan kirakira (kira-kira). Untuk menulis kata ulang, digunakan angka 2 dalam kata sebenar 2nja.

Isi surat wasiat tersebut menjelaskan bahwa jika Salbiah binti Pakat meninggal, sebuah tanah yang dideskripsikan dengan kalimat …. Satoe keping kebon getah dairah Genting malik/batang kali Selangoer loeasnja lebih koerang sedikit… tersebut tidak boleh digadaikan atau dijual. Jika tanah tersebut menghasilkan, diminta uangnya untuk disimpan, ditulis (dicatat),  dan diberikan kepada ahli warisnya, yaitu anak perempuan satu-satunya yang bernama H. patimah binti/ H.m.hadi (hasil penelusuran: H. Fatimah binti H.M. Hadi) dan suaminya yang bernama H.m.Hadi (H.M. Hadi.) dan saudaranya yang bernama Kadim. Diterangkan di dalam surat wasiat tersebut, ketika surat itu ditulis, Fatimah dan H.M. Hadi tengah menyaksikannya, sedangkan Kadim sedang berada di Goenoeng malila bang kinang (Gunung Malelo, Bangkinang). Di dalam surat tersebut, hal-hal penting diberi tanda dengan tulisan No.1, No.2, No.3, No.4. Tampaknya, penomoran ini bertujuan untuk memberitahu inti kalimat dalam paragraf tersebut.

Surat wasiat seperti yang dibicarakan sebelumnya dapat disebut sebagai sebuah manuskrip (naskah tulisan tangan). Manuskrip ini menjadi bagian kajian filologi. Sebuah manuskrip tidak harus dalam bentuk sebuah buku, tetapi juga berupa lembaran demi lembaran seperti yang terlihat pada surat-surat para raja pada zaman dahulu, seperti surat yang dikirim oleh Sultan Mahmud Syah Alam dan Sultan Zainal Abidin ibn Sultan Mansur kepada GJ. P.G. van Overstraten.

Jadi, telitilah surat-surat yang Anda miliki. Barangkali ada yang sudah berusia minimal lima puluh tahun sehingga layak diteliti oleh para filolog!
KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 20 September 2018 - 01:22 wib

Prabowo Tunjuk Neno Warisman Jadi Wakil Ketua TKN

Rabu, 19 September 2018 - 20:21 wib

Kata Nadia Mulya Untuk KPK Terkait Kasus Century

Rabu, 19 September 2018 - 20:00 wib

Siak Undang Sineas dan Produser Film

Rabu, 19 September 2018 - 19:30 wib

Luis Milla Kembali Latih Timnas Indonesia

Rabu, 19 September 2018 - 19:00 wib

13 Oknum ASN Terjerat Kasus Tipikor

Rabu, 19 September 2018 - 18:45 wib

Sembunyi di Lumpur, Perampok Berhasil Ditangkap

Rabu, 19 September 2018 - 18:30 wib

Pelabuhan Tikus Jalur Masuk Empuk Narkoba

Rabu, 19 September 2018 - 18:00 wib

TP PKK Ikut LMSI Tingkat Riau

Follow Us