Sajak-sajak Jasman Bandul

13 September 2015 - 08.25 WIB > Dibaca 1184 kali | Komentar
 
Sajak-sajak Jasman Bandul
Jasman Bandul
Memapah Asap

Budak-budak  berenang
Mansyuk menyelam di taman asap
Kepak-kepak peri hinggap
Di pucuk-pucuk api
Petik, lalu di tangkai waktu
Dipersunting ke masa depan

Di tempat asing yang terasing
Budak-budak kerap lengah
Memikul azap menugal bahu
Nafaspun beringsut seakan butiran batu
tumbuh di celah paru-paru
tegap  memapah asap
membenih di kebun yang malap

tangkai yang kau persuntingpun mula rekah
terjerembab jatuh ke ceruk gambut
benih yang di tabur subur
meski kau tugal dengan resah
asap yang diperam masak dan berbuah
tumbuh rimbun
    di pelantar negeri
    di kamar-kamar
pada musimnya
kitapun panen karbondioksida
dan menjadi manusia masker

di tempat asing yang terbuang
generasi memilih ke hutan-hutan
dan merambahnya menjadi lahan
dengan menyemai api
penat jerih memapah asap
lalu memetiknya di saban kemarau

Bandul, Maret 2014


Legenda Kabut

Wahai peri dan mambang
Pecahkan awan jadi hujan

Entah ke mana raibnya
Penunggu hutan belantara raya riau
Para mambang
Jembalang
Kami jemput ke relung ujung
kampung-kampung
Mencabut kabut
Di negeri gambut
Asap berselaput
Di ujung lancang itu
Nasip negeri
Bergayut-gayut
Nafas kemelut
Dada senggugut

Puih
Segala roh dan roh
Segala jiwa dan jiwa
Segala nyawa dan raga

Hai
Penabuh kentung-kentung
Pencanang war-war
Mana suara gemamu
Para penebang
Tertunduk melekuk wajah
Terhenyuk di batang lapuk

Para tuan penguasa
Telah pula berumah kami
Di apartemen yang kau bangun dari
Bara dan asap dera
Dan anak-anak pengap di dalamnya
Tak merdeka sentak udara
Lalu
Satu-satu generasi melayu bungkuk
Terbatuk-batuk dan kikuk menuju teluk

Oiii
Penjahat penikmat hasil rimba
dengan api kau dera
Dengan asap kau kurung cerita
Dengan senyum kau tangisi nasib kami
Uh

Bandul, Maret 2014


Kasur Jerami

Matahari menyuruk di bukit batu-batu
Senjapun rubuh di pangkuan kelam
Rinai malam mengalir sendu
Diiringi rebab peraduan malam

Akupun lunglai
Meniduri kasur jerami lusuh
Tubuhku rubuh menyayuh gaduh
Sambil mencatuk padi-padi
Mataku nanar tatap harap
Dan pagi menjemput lalu

Tapi aku menerka garis tangan pada siang yang angan
Melukis asa yang arogan
Membiak rusuh dan kekerasan

Hai zaman
Warisan macam apa yang kau titipkan
Hingga waktu tak kenal
Madah dalam santun pantun
Malah kau kenalkan
Peradaban tirani dan dendam

Hai pergulatan masa
Budaya macam apa yang kau tulis
Dalam sejarah nanti

Budaya umbar amarah
Atau budaya jaja darah?
Etika pengecut
Warna-warni baju ketahtaan
Dan perbedaan kasta
Itukah?

Ketuk subuh
Mudaku hilang jelang siang
Pepohonan berganti jadi ilalang
Rumputan kering gersang
Malam menjulang matahari
Jerami lusuh itu meniduriku
Hingga ke pagi

Bandul, 03 November 2012


Menyukat Waktu

Di tenggat yang menua
Kerap menyukat waktu agar tak luah dari tadah
Tak basah wajah rindu

Agar tak serak jadi banjir
Banjir kenistaan

Mari bertanya pada hari
Dan kisahkan pada bayang-bayang
Ketika pertengahan hari, matahari
Pacak di ubun-ubun
Lewat peluh yang jatuh
Apakah sulam keningmu acap mengucap harap
Ketika tenggat waktu memburu?

Dahulu terasa megah
Kini haluan mulai goyah
Dahulu terlihat gagah
Kini arah mulai paserah

Sudahkah kita menyukat waktu?

Kadang hati lesi dan pasi
Lalu berkaca di air canangan
Bersua pula dengan kerut yang memarit
Mengalir peluh zaman muda-muda
Kini telah menguap ke tulang-tulang
Kemarau di jiwa

Inilah rupa masa
Tak sama massa rupa
Masa terbang semaunya
Rupa datang terbatas inginya

Mari menyukat waktu
Agar tak luah dari tadah

Bandul, Mei 2015

Jasman Bandul, lahir di Bandul, Kepulauan Meranti, 10 Juni 1984. Beberapa puisi pernah terbit di media mass seperti Riau Pos, Pekanbaru Pos, koran kampus Universitas Riau. Puisinya pernah mendapat juara tanpa peringkat pada sayembara menulis puisi DKR Tahun 2013. Saat ini bertugas sebagai tenaga pengajar di SMAN 2 Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Aktif menggerakkan Komunitas Gemar Menulis, di kecamatan Tasik Putripuyu.
KOMENTAR
Terbaru
Senin, 15 Oktober 2018 - 20:00 wib

Program Ikkon Kembangkan 4 Sektor

Senin, 15 Oktober 2018 - 19:30 wib

Pemkab Terima Hibah 500 Alquran

Senin, 15 Oktober 2018 - 19:00 wib

Bupati Buka MTQ Ke-48 di Teluk Pinang

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:30 wib

Pemkab Bantu Korban Kebakaran

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:00 wib

Papan Atas Makin Seru, Rajawali Bikin Kejutan

Senin, 15 Oktober 2018 - 17:30 wib

Kapolres Kuansing: Jakjar 5 Ajang Promosi Wisata

Senin, 15 Oktober 2018 - 17:00 wib

HUT Kuansing, Indrako Swalayan Donor Darah

Senin, 15 Oktober 2018 - 16:35 wib

RAPBD Tak Disetujui, Apakah Berdampak terhadap KONI?

Follow Us