Muhamad Hapiz, Wapemred.

Kreatif Berbisnis

13 September 2015 - 11.05 WIB > Dibaca 2012 kali | Komentar
 
Kreatif Berbisnis
Muhamad Hapiz
RIAUPOS.CO - Berkah produksi asapmu? Sudah sampai eksporkah? Program pendidikan Home Schollingkah yang dirancang pemerintah saat ini? Kalimat-kalimat tanya ini adalah sindiran. Atau lelucon atas ketidakberdayaan. Pasrah. Seperti kabut asap, kalimat-kalimat itu tak terbendung. Masuk hingga ke dalam rumah.

Dilihat dan dibaca sambil berbaring, menunggu-nunggu mata mengantuk.
Media sosial menjembatani kalimat-kalimat itu. Seringpula berbentuk gambar atau ilustrasi. Gratis dengan syarat kartu provider dilengkapi paket internet. Tidak terbatas tempat. Riau bisa bertanya ke Kalimantan, Jambi, Sumsel. Merasakan keberangan rakyat Singapura atau Malaysia.

Interaksi global terjadi. Pejabat pemerintah mulai Presiden sampai Ketua RT sekalipun punya tingkah tersendiri membuat atau merespon kerisauan kabut asap ini. Sesekali pejabat ini mengambil tindakan langsung, mungkin, tak tahan dengan sindiran atau kalimat emosional facebooker. Itulah salah satu kekuatan media sosial, dari ruang maya mampu membuahkan aksi nyata.

Media sosial juga bisa dijadikan sarana kreatif dalam berbisnis. Berbagai transaksi barang maupun jasa bermula dari Facebook, twitter atau media sosial lainnya.

Dari yang kecil-kecilan seperti batu akik daerah masing-masing, sampai menawarkan penjualan peralihan kontrak kerja satu perusahaan. Asalkan mampu membangun kredibilitas berbisnis di Medsos, lambat laun bisnis semakin berkembang. Sampai bisnis menawarkan diripun terjadi. Tapi jangan salah arti. Bukan jadi PSK online.

 Tapi menawarkan diri untuk dilamar bekerja oleh perusahaan karena merasa kemumpunian skillnya.

Inilah pesatnya zaman, bergeraknya peradaban. Akan tertinggallah bagi orang yang tidak mau menyeimbangkan diri untuk menggunakan informasi teknologi. Internet dan media sosial diantaranya. Apapun kini, baru, bekas atau barang yang belum merwujudpun bisa dijual di dunia maya.

 Perkembangan peradaban ini bisa menjadi pilihan berbisnis kreatif. Walau tidak punya modal tapi punya skill, tak ada salahnya mencoba membuat rancang gambar produk, lalu dipasarkan di dunia maya, ada pemesan, baru dibuat.

Mustahilkah? Tidak. Karena banyak yang sudah melakoninya.
Lebih kreatif lagi, dunia maya bisa menjembatani bisnis antar negara dan benua. Memang perlu pandai berbasa asing. Tapi toh jika tak mahir, ada fasilitas translate di internet. Tawarkanlah produkmu ke Amerika atau Turki. Hingga tak perlulah mereka datang ke Inhil kalau hanya untuk membeli kerajinan sabut kelapa. Atau tenunan songket dari Siak. Bea dan cukai tentu lebih ramah membolehkan produk kerajinan lokal untuk dikirim ke luar negeri.

Kreatif dalam berbisnis harus lebih dipacu dan digairahkan. Walau hanya barang bekas, jika pemasarannya kreatif dan tepat sasaran, tetap tak terpengaruh lambatnya ekonomi. Atau tersendatnya pemasaran sebab asap karena bisa dilakukan di dunia maya. Orang-orang kreatiflah yang akan bertahan. Maka kreatiflah dalam berbagai bentuk usaha. Manfaatkan dunia maya. Tapi jangan terlalu kreatif pula dengan menawarkan paket travel wisata mengunjungi kampung berasap seperti banyak ditawarkan di media sosial saat ini. Sudah pasti tidak ada yang berminat.***
KOMENTAR
Terbaru
Jumat, 16 November 2018 - 16:00 wib

BRK Ikut MoU e-Samsat Nasional

Jumat, 16 November 2018 - 16:00 wib

Formasi CPNS Sumbar Terancam Kosong

Jumat, 16 November 2018 - 15:45 wib

Desa Dituntut Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lewat ADD

Jumat, 16 November 2018 - 15:30 wib

Pedagang Belum Tahu Kapan Direlokasi

Jumat, 16 November 2018 - 15:15 wib

50 Tim Ikuti Serindit Boat Race

Jumat, 16 November 2018 - 15:00 wib

Spesialis Bongkar Rumah Kosong Diringkus

Jumat, 16 November 2018 - 14:45 wib

Disdukcapil Mengajukan Tambahan Tenaga Teknis

Jumat, 16 November 2018 - 14:30 wib

Hasil SKD Cerminan Mutu Pendidikan Indonesia

Follow Us