Oleh : Eddy Pranata PNP

Kumpulan Puisi Eddy Pranata PNP

27 September 2015 - 09.24 WIB > Dibaca 1141 kali | Komentar
 
Kumpulan Puisi Eddy Pranata PNP
Eddy Pranata PNP

Mencintai Kabut

mencintai kabut yang turun di penghujung malam
dalam sujudku; angin pelan seperti isak tertahan
dan jemari tanganMu mengelus rambutku yang beruban
kelopak mataku basah merindukanMu.

setelah beberapa hari lalu aku berteriak di laut lepas/ ingin saat ini aku berteriak di ruangan/ membaca puisi panjang yang pernah kutulis untukmu, chin/ : bahwa cinta, seperti kata mas ebiet g. ade; tidak mesti bersatu/ dan cinta menurutmu; adalah persaudaraan yang tulus/ dan menurutku; bagaimana kita memahami angin yang turun dari bukit/ turun ke lembah tanpa tuntutan untuk lebih diperhatikan/ berhembus tenang dan menggoyang-goyang daun sunyiku/.

Cirebah, 24 Juni 2015


Tak Ada Hujan Bulan Juni

sudah tak ada hujan bulan juni, jalanan penuh debu
mimpimu pecah di ujung pagi, berbaur debu
masadepanmu kelabu tertutup debu
masalalumu beku, kian tebal debu
karena tak ada lagi hujan bulan juni
dirimu kering dan lapar, ramadhan bergoyang
sejauh berpetualang berserah juga ke rumah
selama apa pun waktu akan dijemput maut
walau tak di hari di bulan juni yang tak ada lagi hujan.

setelah beberapa hari lalu aku berteriak di laut lepas/ ingin saat ini aku berteriak di ruangan/ membaca puisi panjang yang pernah kutulis untukmu, chin/ : bahwa cinta, seperti kata mas ebiet g. ade; tidak mesti bersatu/ dan cinta menurutmu; adalah persaudaraan yang tulus/ dan menurutku; bagaimana kita memahami angin yang turun dari bukit/ turun ke lembah tanpa tuntutan untuk lebih diperhatikan/ berhembus tenang dan menggoyang-goyang daun sunyiku/.

Cilacap, 24 Juni 2015


Bergulung-gulung
dalam Ombakmu

aku melihatmu seperti laut; susah kutebak jalan pikiranmu
kadang diam kadang bergemuruh
tapi asinmu kurasakan benar, deburmu kurindukan benar
mencintai laut tak ubahnya mencintai diri sendiri
aku ingin selalu bergulung-gulung dalam ombakmu, dalam ombakMu!

setelah beberapa hari lalu aku berteriak di laut lepas/ ingin saat ini aku berteriak di ruangan/ membaca puisi panjang yang pernah kutulis untukmu, chin/ : bahwa cinta, seperti kata mas ebiet g. ade; tidak mesti bersatu/ dan cinta menurutmu; adalah persaudaraan yang tulus/ dan menurutku; bagaimana kita memahami angin yang turun dari bukit/ turun ke lembah tanpa tuntutan untuk lebih diperhatikan/ berhembus tenang dan menggoyang-goyang daun sunyiku/.

Cilacap, 23 Juni 2015


Angin yang Turun dari Bukit

setelah beberapa hari lalu aku berteriak di laut lepas
ingin saat ini aku berteriak di ruang pertunjukkan
membaca puisi panjang yang pernah kutulis untukmu, chin
: bahwa cinta, seperti kata mas ebiet g. ade; tidak mesti bersatu
  dan cinta menurutmu; adalah persaudaraan yang tulus
  dan menurutku; bagaimana kita memahami angin yang turun dari bukit
  turun ke lembah tanpa tuntutan untuk lebih diperhatikan
  berhembus tenang dan menggoyang-goyang daun sunyiku.

setelah beberapa hari lalu aku berteriak di laut lepas/ ingin saat ini aku berteriak di ruangan/ membaca puisi panjang yang pernah kutulis untukmu, chin/ : bahwa cinta, seperti kata mas ebiet g. ade; tidak mesti bersatu/ dan cinta menurutmu; adalah persaudaraan yang tulus/ dan menurutku; bagaimana kita memahami angin yang turun dari bukit/ turun ke lembah tanpa tuntutan untuk lebih diperhatikan/ berhembus tenang dan menggoyang-goyang daun sunyiku/.

Cilacap, 22 Juni 2015


Aku Sudah di Pelabuhan

aku sudah sampai di pelabuhan, merencanakan
perjalanan berikutnya
kemungkinan besar menyeberang pulau nusakambangan
ke menara cimiring, menata hatiku, menenangkan hatimu
: o, gelombang lautku membentur batu-rindumu!

Cilacap, 22 Juni 2015


Laut Langit Pagi

aku nikmati laut pagi
sebelum menyeberang ke pulau manuk
aku cemburu pada ombak
yang begitu merdu menyebut namaMu dalam deburnya
dan pasir begitu lembut mencium telapak kakiku
buih memecah sunyiku
cintaku pada laut kian dalam, kian tajam!

langit yang menakjubkan, kian membuatku cemburu
pada ombak yang memecah
chin, kemarilah, kita berenang di laut, dan menulis puisi!

Pulau Manuk, 20 Juni 2015


Kalau Ingin Menemuiku

kalau engkau mau menemuiku saat ini
aku di puncak menara legok jawa, ciamis
mengukur bayang hidupku, panjang berliku

aku ceritakan kepadamu; malam ini
tidak jauh dari tempatku menginap, debur ombak bergelora, berdebur-debur
langit bertabur bintang, dari ketinggian menara mercusuar kulihat laut gelap
serupa negeri asing yang sangat mencekam
andai aku bersila di atas gelombang, zikirku asin dan kian menderas kelat angin
: aku ingin menjadi anak laut yang tangguh!

Legok Jawa, 19 Juni 2015


Bila Kau Sangat Letih
dan Mengantuk
 
bila kau sangat letih dan mengantuk, tidurlah
masa depanmu akan menunggu di luar, di balik pintu
bila kau terbangun, temuilah masa depanmu itu
ajak minum kopi dan bila perutnya bernyanyi
ajak juga ia makan walau hanya berlauk telur dadar
ajak ia berbincang
coba tanyakan kira-kira apa yang diinginkan masa depanmu
kalau ia bungkam, jangan paksa untuk buka mulut
kau saja yang harus berbuat sesuatu
misalnya, membaca sepuasmu, menulis puisi sebisamu
atau berlari ke dermaga lalu terjun ke dalam lautku
berenanglah sepuas hatimu, o, chin!

Semarang, 03 Juni 2015


Lekuk Sunyiku

 
sepertinya engkau ingin sekali mengenali seluruh lekuk sunyiku
selalu kauraba, kautanyakan
bahkan bau keringat puisiku ingin kau pahami
seperti pintamu: ini persoalan lain
antara dirimu dan diriku
antara dua hati, antara rindu dan dendam!

Semarang, 01 Juni 2015


Eddy Pranata PNP, sekarang tinggal Cirebah pinggiran Banyumas, Jawa Tengah. Lahir 31 Agustus 1963 di Padang Panjang, Sumatra Barat. Sehari-hari beraktivitas di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Buku antologi puisi tunggalnya Improvisasi Sunyi (1997) dan Sajak-sajak Perih Berhamburan di Udara (2012). Puisinya juga terhimpun dalam sejumlah antologi: Rantak-8 (1991), Sahayun (1994), Mimbar Penyair Abad 21 (1996), Antologi Puisi Indonesia (1997), Puisi Sumatera Barat (1999), Pinangan (2012), Akulah Musi (2012), Negeri Langit (2014), Bersepeda ke Bulan, dan lain-lain. Puisi-puisinya juga dipublikasikan di Horison, Indo Pos, Suara Merdeka, Padang Ekspres, Riau Pos, Lampung Pos, Singgalang, Haluan, dan lain-lain.

KOMENTAR
Terbaru
Senin, 12 November 2018 - 21:00 wib

Maksimalkan Melalui Produk Unggulan

Senin, 12 November 2018 - 20:30 wib

2019, Tour de Singkarak Lintasi Mandeh dan Jambi

Senin, 12 November 2018 - 20:00 wib

Tausiah UAS Banjir Jamaah

Senin, 12 November 2018 - 19:00 wib

Transaksi Harian Saham Anjlok 1,89 Persen

Senin, 12 November 2018 - 18:30 wib

Lions Club 307 A2 Beri Bantuan Pengecatan Panti Asuhan

Senin, 12 November 2018 - 18:00 wib

Cukai Rokok Batal Naik, Target Pajak Sulit Tercapai

Senin, 12 November 2018 - 17:00 wib

PT Pekanperkasa Promo Spesial Akhir Tahun

Senin, 12 November 2018 - 16:30 wib

KPP Pratama Bangkinang Edukasi Siswa lewat Pajak Bertutur

Follow Us