GEMA SETARA, (Redaktur Pelaksana)

Maidir

4 Oktober 2015 - 10.39 WIB > Dibaca 2088 kali | Komentar
 
Maidir
GEMA SETARA, Redaktur Pelaksana
RIAUPOS.CO - Namanya Maidir. Riau Pos bersua dengan beliau medio Januari 2014 lalu saat melakukan liputan khusus tentang masyarakat Suku Akit yang telah menjadi mualaf di Desa Selat Akar, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kepulauan Meranti. Maidir berprofesi sebagai guru di daerah itu.

Dahulu, sebelum daerah ini berkembang pesat seperti saat ini, ianya hanyalah sebuah kampung yang tak di jengah (dilihat, red) orang. Hanya orang-orang yang memiliki keberanian lebih datang dan bermastautin di sana. Mungkin satu di antara orang yang diberi keberanian lebih itu adalah Pak Maidir ini.

Dia datang ke sana dengan tujuan mulia. Mendidik anak-anak dan mengajar mereka agar kelak menjadi orang yang berguna bangsa dan negara ini, sebelumnya pendidikan daerah ini memang sangat tertinggal, anak-anak hanya belajar dari alam,  dengan mengikuti insting dan naluri masing-masing.

Malam itu Riau Pos  diundang ke rumahnya. Sekadar bersembang dan menghirup secangkir kopi dan sepiring pisang goreng. Memang, menurut beberapa orang masyarakat di desa itu, kalau hendak tahu tentang masyarakat mualaf di Desa Selat Akar bertanyalah kepada Pak Maidir. Dia tahu banyak tentang masyarakat mualaf di desa tersebut.

Dan sesuai janji Riau Pos pun bertandang. Maidir  memiliki semangat militan dalam berjuang menegakkan agama Islam di daerah itu. Ia bertungkus lumus mengajak masyarakat Suku Akit yang masih menganut aninisme untuk menjadi mualaf. Tak mudah mengajak masyarakat untuk meninggalkan adat dan tradisi yang mereka anut ketika itu.

Maidir bercerita, pada waktu itu anak-anak Suku Akit banyak yang ingin memeluk agama Islam, namun dirinya tidak mampu berbuat banyak. Karena kondisi di masa itu juga sangat sulit, namun upaya untuk mengislamkan warga Suku Akit ini tetap dilakukan. Di antaranya membantu mereka yang ingin memeluk Islam untuk keluar dari desa.

Tapi upaya itu mendapat perlawanan dari orangtua mereka yang masih kental dengan tradisi. Perlawanannya secara fisik dan juga psikis. Namun untuk sekarang jumlah warga Akit yang memeluk Islam sudah banyak, sehingga dirinya kini tinggal memberikan dorongan kepada umat Islam yang lain agar sama-sama membina mereka.  

Maidir menyebutkan, mengenang masa-masa sulit mengajak warga Akit masuk Islam, merupakan hal yang sangat menyedihkan. Karena tekanan terhadap diri dan keluarganya sangat berat. Saya sempat meneteskan airmata jika mengenang masa perjuangan mengajak mereka masuk Islam, ujar Maidir ketika itu.

Sejak lama, kata Maidir, cita-citanya dalam mengembangkan dan mensyiarkan Islam khususnya bagi suku asli yakni membuat komplek mualaf, sekarang sudah tercapai. Karena masalah keyakinan suku asli ini masih belum jelas. Khususnya dalam menghadapi mereka melalui budaya yang masih percaya kepada animisme, tentu ini juga merupakan tugas berat bagi pembimbing mualaf di Desa Selat Akar.

Saya sebagai tokoh masyarakat akan tetap memberikan dukungan kepada siapa saja yang ingin berjuang mensyiarkan Islam di kampung ini, kami siap memberikan dukungan dan mengajak semua umat Islam untuk peduli dengan mualaf yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti, harapnya.

Perjuangan menegakkan agama Allah belum usai kawan. Mari bersama-sama kita menegakkannya. Dengan bersama kita bisa, dengan bersama pekerjaan berat ini akan lebih mudah. Semoga kerja mulia ini akan memberi berkah bagi kita semua. Amin.****
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 14 November 2018 - 20:40 wib

Cuti Bersama Idulfitri Tahun Depan Lebih Pendek

Rabu, 14 November 2018 - 19:30 wib

Reaksi Brexit dan Dampak Ekonomi Cina Picu Pelemahan Rupiah

Rabu, 14 November 2018 - 19:28 wib

Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM

Rabu, 14 November 2018 - 16:15 wib

Bonus Demografi Diharapkan Sampai ke Masyarakat

Rabu, 14 November 2018 - 16:00 wib

APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T

Rabu, 14 November 2018 - 15:45 wib

Pencakar Langit Riau Pertama di Luar Pekanbaru

Rabu, 14 November 2018 - 15:33 wib

Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko 22 November

Rabu, 14 November 2018 - 14:43 wib

Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Follow Us