Mujur

12 Oktober 2015 - 10.10 WIB > Dibaca 1793 kali | Komentar
 
RIAUPOS.CO - PLN Wilayah Riau dan area Pekanbaru mujur. Pemadaman bergilirnya diselamatkan kabut asap. Pemadaman bergilir sudah dua pekan terakhir. Durasinya bisa dua kali sehari, masing-masing dua jam. Saat maghrib, tengah malam atau Subuh, listrik bisa tiba-tiba padam. Sudah banyak di jalan raya nampak mobil berbak terbuka membawa genset besar. Tentu saja untuk keperluan dunia usaha menengah dan besar. Bagi rumah tangga tak bergenset, dua cobaan menyiksa sekaligus; berkabut asap dan listrik padam. Terbayang kisah holocaust Nazi, membunuh manusia secara massal pada perang dunia II di kamar-kamar khusus yang dipenuhi oleh asap beracun sianida. Ngeri, pasrah, sekaligus meratapi negeri ini sebab pemimpin kami tak mampu mengatasi. 

Bukan tidak ada demonstrasi. Tapi, mujur PLN itu. Demonstrasi semuanya fokus di topik kabut asap. Tindakan dobrak pagar kantor Gubernur, DPRD, Polda Riau, aksi berantai hampir tiap hari ragam organisasi, semuanya ditujukan terhadap kabut asap. Masyarakat marah, bertumbangan, mati atau sampai dirawat serius di instalasi gawat darurat. Kalau sakit sekedarnya di rumah, siapa saja yang tinggal di Pekanbaru dua pekan terakhir, bisa dipastikan mengalaminya. Muda, Dewasa apalagi bayi dan Lansia. Kabut asap berpenyakit ini bisa dikatakan terlama sepanjang sejarah terjadi di Riau, dua bulan tanpa jeda. Malah, PLN mendapat momen menyalahkan kabut asap. Karena mesin pembangkit listrik yang sebagian besar masih digerakkan oleh bahan bakar minyak Solar tidak bisa beroperasi maksimal. Gerak mesin diesel agar maksimal dipengaruhi pasokan udara bersih atau oksigen. Seperti mobil diesel yang lebih bertenaga saat berlari kencang tanpa hambatan, apalagi di malam hari. 

Tapi bukan membuat jantung petinggi PLN Riau dan Pekanbaru ini bisa tenang di tengah kemujuran ini. Kabut asap disertai mati lampu malam hari, tetap bisa menyulut kemarahan. Memang baru impatan sejauh ini. Mayoritas di media sosial. Masyarakat masih teramat marah dengan kabut asap. Energi emosi terus dikuras habis oleh kabut asap. Kalaupun ada energi kemarahan bagi PLN, itulah sisa-sisanya. Terluap di media sosial. PLN memahami kalau emosi itu bisa beralih tempat. Maka cepat dicarikan solusi mengurangi pasokan listrik daya tinggi dan pemadamanpun berkurang satu kali sehari. Ternyata bisa, bukan, jika serius. Seperti PLN zamannya Dahlan Iskan. Persoalan puluhan tahunan, seperti daftar tunggu, dibabat habisnya dalam setahun. Pemadaman bergilir di Pekanbaru, zamannya, hampir tak pernah terjadi. Bisa, toh.

Logika memang sudah dibentangkan. Debit air PLTA Koto Panjang jauh berkurang. Sehari hanya mampu menggerakkan satu turbin saja, sudah baik. Biasanya mampu mensuply 114 MW, kini tak sampai 20 MW. Pasokan dari Sumbar dan Sumut juga terganggu karena debit air. PLTU Tenayanraya, belum juga dioperasionalkan. Musim kemarau ini diperkirakan masih panjang. El nino si badai panas disebutkan BMKG sampai Januari. Siap-siaplah, jika PLN menyerah dengan keadaan ini, pemadaman bergilir akan semakin lama dan panjang. 

Itu keadaan rill kenapa listrik dipadamkan bergilir. Sekarang ini, tidak ada demo ditujukan kepada PLN. Masih mujur. Tapi kemujuran PLN itu bisa-bisa diambil Presiden Jokowi. Sebab, saat ia datang ke Riau, Jumat (9/10), kabut asap berkurang dratis. Hujan turun. Udara, dari status berbahaya turun ke tidak sehat. Jokowi yang mujur atau disiasati kedatangannya sampai keadaan Riau berkurang kabut asap. Entahlah. Yang jelas, jika kemujuran Jokowi ini terus terjadi dan kabut asappun tak datang-datang lagi, maka siap-siaplah PLN. Energi emosi bisa kembali terpusat ke dirimu, hai PLN. Maka sebaiknya, carilah solusi. Tentu ada solusi jika mau dan serius. Mujur tak selalu singgah, kawan. *** 

KOMENTAR
Terbaru
Jumat, 16 November 2018 - 18:00 wib

Menteri Keamanan Siber Jepang Ternyata Tak Mengerti Komputer

Jumat, 16 November 2018 - 17:30 wib

Dua Kecamatan Masih Terendam

Jumat, 16 November 2018 - 17:00 wib

Lutut Istri Disenggol, Nelayan Bacok Tetangga

Jumat, 16 November 2018 - 16:15 wib

Miliki 30 Kg Ganja, Petani Ditangkap

Jumat, 16 November 2018 - 16:00 wib

BRK Ikut MoU e-Samsat Nasional

Jumat, 16 November 2018 - 16:00 wib

Formasi CPNS Sumbar Terancam Kosong

Jumat, 16 November 2018 - 15:45 wib

Desa Dituntut Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lewat ADD

Jumat, 16 November 2018 - 15:30 wib

Pedagang Belum Tahu Kapan Direlokasi

Follow Us