SAJAK

Sajak-sajak Hafney Maulana

7 November 2015 - 23.56 WIB > Dibaca 1489 kali | Komentar
 
Perjalanan

# 1
kemarau mendera
mimpi-mimpiku
dalam puncak
kenangan

# 2
cinta kau hanyutkan
seperjalanan
di tepian
hidupku

# 3
mimpi-mimpi kita
habis terbakar
deru waktu
terbakar!
 
1-11-2015


Penyair

Dalam gelisahmu
kau suarakan
makna dunia
bernyanyi
semua bergerak
menampar sunyi
teka-teki
di nadi

1-11-2015



Pelabuhan Rindu

Pelabuhan rindu
Mencekam jauh
Ada bukit
Berlabuh

30-10-2015



Anakku yang Merindukan

Anakku rindukan
bulan. menabur
wangi mawar
IBRAHIM

Anakku rindukan
setanggi sufi
wangi cinta
ISMAIL

Anakku rindukan
sungai tarekat
tempat tumpah
air mata

30-10-2015



Nota di Nota Wakil Rakyat

Ada ruang sunyi
Membelah mimpi
Jadi kursi
Dan dasi

Berkibar purbani
Meremas syahwat
Kaya diri
Sendiri

Tak ada ruang
Untuk berjuang
Kata jatuh:
PUN MATI

30-10-2015


Butung Attar

Burung-burung Attar
Mencari cinta
Sayap zikir
Alif-Nya

30-10-2015



Nota Kecapi Melati

Desahmu semalam
Terpapar rindu
Di kecapi
Melati

29-10-2015



Nota Igauan Sajak Takdir Jiwaku

Daun-daun nyanyi
Melambai pagi
Usir mimpi
IGAUAN

Daun-daun nyanyi
Pada tiktok jam
Rumah sunyi
SAJAKKU

Daun-daun nyanyi
Panggil namaku
Menggeliat
TAKDIRKU

Daun-daun nyanyi
Membungkus senja
Di keranda
JIWAKU

29-10-2015



Nota Daun-daun

daun-daun jiwa
melambai mimpi
negeri tak
BERNAMA

daun-daun jiwa
memanggil burung
ke punca tak
JEJAKNYA

daun-daun jiwa
mendulang sepi
tak gapai tak
sampai. TAK

28-10-2015


Hafney Maulana, atau Hafni Maulana, S.S, lahir tahun 1965, di Sungai Luar, Kab. Indragiri Hilir, Riau. Mengikuti Mimbar Penyair Abad 21 di Taman Ismail Marzuki Jakarta (1996), Temu Penyair se-Sumatera tahun 1997 di Pekanbaru, Perkampungan Penulis Riau dan GAPENA Malaysia tahun 1997, Dialog Rempang (Riau, Malaysia, Singapura, Brunai, Thailand dan Filipina ) tahun 2000 di pulau Rempang, Batam, dan Pertemuan Sastrawan Nusantara di Kedah Malaysia tahun 2007. Karya puisi dan artikel budayanya telah dimuat diberbagai media massa dan berbagai antologi antara lain:  Antologi Puisi Penyair Abad 21 (Balai Pustaka, Jakarta 1996), Antologi Puisi Indonesia 1997 (KSI dan Angkasa Bandung, 1997), Amsal sebuah Patung (Yayasan Gunungan, Yogyakarta, 1997), Antologi Puisi Jazirah Luka (Unri Pres, Pekanbaru 1999), Air Mata 1824 (Yayasan Pusaka Riau, Pekanbaru 2000). Buku puisi nya Usia yang Tertinggal (1996), Jajak-Jejak Waktu (2005), Mengutip Makna Tamasya Purba (2005), Ijab Kabul Pengantin (2012), dan akan terbit 100 Sonian. Sekarang menetap di Tembilahan, Riau sebagai Pengawas Madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kab. Indragiri Hilir, Riau.
KOMENTAR
Terbaru
Jumat, 16 November 2018 - 16:15 wib

Miliki 30 Kg Ganja, Petani Ditangkap

Jumat, 16 November 2018 - 16:00 wib

BRK Ikut MoU e-Samsat Nasional

Jumat, 16 November 2018 - 16:00 wib

Formasi CPNS Sumbar Terancam Kosong

Jumat, 16 November 2018 - 15:45 wib

Desa Dituntut Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lewat ADD

Jumat, 16 November 2018 - 15:30 wib

Pedagang Belum Tahu Kapan Direlokasi

Jumat, 16 November 2018 - 15:15 wib

50 Tim Ikuti Serindit Boat Race

Jumat, 16 November 2018 - 15:00 wib

Spesialis Bongkar Rumah Kosong Diringkus

Jumat, 16 November 2018 - 14:45 wib

Disdukcapil Mengajukan Tambahan Tenaga Teknis

Follow Us