OLEH MUHAMMAD AMIN

Menulis Karya Populer

14 November 2015 - 22.31 WIB > Dibaca 6298 kali | Komentar
 
Menulis Karya Populer
Penulisan populer memiliki tempat dan peluang yang sangat luas dibandingkan penulisan karya ilmiah. Dari istilah yang digunakan, yakni populer, dapat diketahui bahwa karya tulis jenis ini memiliki syarat dikenal dan dipahami secara luas oleh masyarakat. Maka karya tulis populer cenderung adalah karya tulis yang ditampilkan secara populer dalam sebuah wadah bernama koran atau media cetak. Dengan demikian, makin marak penerbitan media cetak, maka makin maraklah karya tulis populer.

Sebagian besar harian serius (sebagai lawan kata dari koran metro) menyediakan halaman opini. Tujuannya adalah memuat karya tulis dari pembaca, dan oleh karena terbit di koran yang sifatnya harian, maka ia menjadi sebuah karya yang populer. Sebuah karya tulis populer tentu memiliki pembaca yang lebih banyak dibanding, misalnya karya ilmiah.

Sesuai namanya, karya ilmiah adalah karya yang dituliskan dengan standar ilmiah. Baik cara penulisan, metode penulisan, sasaran penulisan, pembaca, dan sarana/wadah penulisan ilmiah, berbeda dengan penulisan populer. Karya ilmiah biasanya berupa makalah, artikel di jurnal ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, dan lainnya. Penulisan ilmiah harus mengacu pada metode ilmiah, ditulis secara bahasa ilmiah, dan dibaca terbatas oleh masyarakat ilmiah.
Dalam konteks ini, karya tulis ilmiah adalah tulisan yang khusus dan terbatas. Sedangkan karya populer nyaris tak terbatas.

Tapi apakah berarti menulis ilmiah lebih sulit daripada menulis populer? Boleh jadi ya, tapi bisa jadi juga tidak. Para akademisi yang tunak melakukan penelitian boleh saja ahli dalam melahirkan karya tulis ilmiah, tapi banyak di antara mereka bingung bagaimana menjadikan karya ilmiah itu bisa menjadi karya populer. Kadang malah itu tak bisa diubahsuaikan oleh orang yang terbiasa berpikir ilmiah. Menulis karya populer kadang jauh lebih sulit.

Tapi sesungguhnya ada jembatan yang menghubungkan karya ilmiah dengan karya populer. Ada yang membuat sebuah kategori, yakni karya ilmiah populer, sebuah frase yang menggabungkan karya ilmiah dengan karya populer. Karya  ilmiah populer merupakan sebuah tulisan yang bersifat ilmiah, tetapi diungkapkan dengan cara penuturan yang mudah dimengerti atau dengan bahasa populer. Karya ilmiah populer tidak selalu merupakan hasil penelitian ilmiah.

Tulisan itu dapat berupa petunjuk teknis, pengalaman dan pengamatan biasa yang diuraikan dengan metode ilmiah. Persyaratan yang berlaku pada karya lmiah populer sama dengan karya ilmiah. Namun, dalam karya ilmiah populer terdapat persoalan lain, seperti kritik terhadap pemerintah, analisis terhadap suatu peristiwa yang sedang populer di tengah masyarakat, jalan keluar bagi persoalan yang sedang dihadapi masyarakat, atau sekadar informasi baru yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

Beda mencolok antara karya ilmiah dengan karya ilmiah populer terdapat pada struktur penulisan kedua jenis karya ini. Jika karya ilmiah memiliki struktur yang baku, karya ilmiah populer tidaklah baku. Bahasanya bisa lentur. Hal itu karena karya ilmiah populer biasanya disajikan melalui media surat kabar dan majalah sehingga format penyajiannya mengikuti format yang berlaku dalam ragam bahasa jurnalistik.

Karakteristik karya ilmiah populer, antara lain. Pertama, opini tentang suatu masalah atau peristiwa disertai fakta empiris dan teori pendukung. Kedua, menjadi sarana komunikasi antara ilmuwan dan masyarakat (orang awam).

Ketiga, menggunakan gaya bahasa populer atau bahasa media (bahasa jurnalistik) yaitu sederhana, mudah dipahamii orang awam, singkat, dan efektif. Keempat, menerjemahkan bahasa iptek yang sulit ke dalam bahasa yang mudah dimengerti secara umum. Keenam, mudah dicerna karena berkaitan erat dengan kejadian sehari-hari. Ketujuh, memperkenalkan ilmu atau temuan baru serta mengaitkan dengan kebutuhan masyarakat.

Biasanya, struktur penulisan karya ilmiah populer, secara berurutan adalah judul tulisan, nama penulis, pendahuluan (lead), penghubung pendahuluan dengan isi tulisan, berupa identifikasi masalah atau pertanyaan, isi tulisan atau uraian yang biasanya terdiri atas sub-subjudul, dan terakhir penutup. Biasanya penutup berupa kesimpulan, ajakan berbuat sesuatu, atau pertanyaan tanpa jawaban.

Penulisan populer dapat membangkitkan daya kreativitas penulisnya untuk lebih bersifat kreatif, penuh inisiatif, dan inovatif. Oleh karena itu, tulisan jenis ini sangat disenangi oleh masyarakat pembaca. Hal ini dapat dilihat dan dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari, bahwa masyarakat lebih menyukai buku-buku populer, surat kabar, dan majalah daripada buku-buku ilmiah murni berupa buku-buku pelajaran atau pengetahuan dan jurnal-jurnal ilmiah.
Dalam buku ini, penulis memaparkan konsep umum menulis populer dan perbedaannya dengan karya ilmiah murni. Dipaparkan juga langkah-langkah menulis populer: mencari ide, mengorganisasikan bahan, dan menuangkannya dalam sebuah tulisan populer. Di samping itu, buku ini dilengkapi dengan lampiran tentang konsep ejaan bahasa Indonesia, contoh tulisan ilmiah populer.***

KOMENTAR
Terbaru
Jumat, 16 November 2018 - 16:00 wib

BRK Ikut MoU e-Samsat Nasional

Jumat, 16 November 2018 - 16:00 wib

Formasi CPNS Sumbar Terancam Kosong

Jumat, 16 November 2018 - 15:45 wib

Desa Dituntut Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lewat ADD

Jumat, 16 November 2018 - 15:30 wib

Pedagang Belum Tahu Kapan Direlokasi

Jumat, 16 November 2018 - 15:15 wib

50 Tim Ikuti Serindit Boat Race

Jumat, 16 November 2018 - 15:00 wib

Spesialis Bongkar Rumah Kosong Diringkus

Jumat, 16 November 2018 - 14:45 wib

Disdukcapil Mengajukan Tambahan Tenaga Teknis

Jumat, 16 November 2018 - 14:30 wib

Hasil SKD Cerminan Mutu Pendidikan Indonesia

Follow Us