Oleh : Muhammad Hafiz (Wapimred Riau Pos)

Pola Pikir Terbalik

6 Desember 2015 - 10.07 WIB > Dibaca 1670 kali | Komentar
 
Pola Pikir Terbalik
SEBERAPA banyakpun gedung-gedung tinggi kalau pelayanan dasar publik tidak becus, maka bisa diartikan kepempinan kepala daerah itu tidak benar-benar berhasil. Seperti membayangkan rumah mewah, pakaian dan sepatu mentereng, dompet tebal berduit, di garasi terparkir mobil miliaran rupiah, tamu bule silih berganti datang dan pergi, tapi fasilitas listrik dan air tidak beres. Penghuni rumah mengeluh setiap hari karena sulit mandi dan keperluan memasak. Sang Kepala Keluarga cuek saja, abai, anggap enteng atau tak mampu lagi menyelesaikan. Pihak luar yang kemudian tahu hal itu lalu mencemooh. Wajar. Sebab, betapapun kepala keluarga itu mencukupkan kebutuhan sekunder, tapi tak mampu membenahi kebutuhan dasar rumah tangganya, tetap akan dianggap tidak hebat.

Di Pekanbaru, persoalan dasar air bersih yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak ini yang tak kunjung bisa dibenahi. Jangankan menghasilkan air yang bisa langsung diminum seperti halnya di negara maju, air yang dialirkan malah sering keruh, kotor dan berkarat. Kalau boleh disimpulkan, kondisi PDAM Tirta Siak semakin carut marut, ditimpa-timpa beban masalah yang kian hari kian berat. Hutang menumpuk, pendapatan akibat larinya pelanggan turun hingga 50 persen, pipa berkarat sekitar 74 Kilometer panjangnya, ditambah pula pesimistis karyawan PDAM itu sendiri. Makin dekatlah detik-detik menjelang ajal PDAM Tirta Siak itu sendiri.

Dari masa ke masa, bukan tidak ada langkah perbaikan yang dilakukan wali kotanya. Gonta-ganti investor sudah. Pernah perusahaan asal Belanda coba membenahi. Bukannya semakin baik, tapii berakhir dengan tuntut menutut hutang piutang. Gonta-ganti Direktur juga sudah. Malahan pernah zamannya Wali Kota H Herman Abdullah MM, perekrutan Direktur dilakukan secara terbuka dan melalui serangkaian fit and propert tes. Toh, perbaikan yang direncanakan juga tidak pernah terlihat. Anggaran Pemko Pekanbaru setiap tahun untuk PDAM hanya habis untuk membayar hutang dan menutup defisit operasional yang tak tertutupi lagi melalui iuran pelanggan.

Wali kota sekarang memang terlihat tidak berdiam diri saja. Dia juga mengundang investor. Tersiar kabar, ada investor dari Korea Selatan dan Cina yang tertarik. Malah Pemko Pekanbaru sudah ekspos dihadapan investor tersebut dan katanya dilakukan studi kelayakan. Kapan realisasinya dan semudah itukah investor menanamkan investasinya? Dari segi bisnis, tentu tidak semudah itu. Bisnis, ya, bisnis. Hitungannya simple, untung. Setidaknya diatas kertas. Kalau toh rugi, ada namanya resiko. Makanya pengkajian untung rugi diatas kertas itu sangat penting bagi investor.

Inilah rumitnya membenahi PDAM Tirta Siak itu. Selain perusahaan daerah yang keuangannya di audit berlapis sesuai mekanisme penggunaan uang negara, beban hutang dan perbaikan pipa dan teknologi PDAM Tirta Siak yang runyam, tentu menjadi pertimbangan penting bagi siapapun ingin membenahinya. Harus ada pengambilalihan untuk membenahinya secara total dengan pola pikir terbalik, ekstrim, out of the box, berani mengambil keputusan besar walau mendapat perlawanan kuat. Membenahi internal PDAM mungkin salah satunya. Seperti ‘’kebocoran’’ dimana-mana. Ahok Gubernur DKI Jakarta bisa, disini mestinya bisa. Mengubah manajemen dari konvensional ke modern. Mengkampanyekan secara besar-besaran untuk menjaga Sungai Siak sebab sumber air baku PDAM berasal dari sana. Semakin keruh air dan berlimbah air Sungai Siak, maka semakin mahal biaya pengolahannya.

Sekali lagi, membenahi pelayanan dasar air bersih bisa menjadi tolak ukur benar-benar berhasil atau tidak kepemimpinan kepala daerah. 43 tahun PDAM Tirta Siak, bukanlah usia yang singkat. Tapi disaat tua usianya itu, bisa menjadi momentum untuk menunjukkan mampu membenahinya. Negara lain mungkin berminat dan bisa membenahi. Tapi bisa saja mereka bertujuan memanfaatkan momentum ini ditengah-tengah kepasrahan yang semakin tampak. Kemudian menjadi pahlawan. Lebih baik kita sendiri yang serius dan jujur membenahinya. Kalau tidak mampu membenahi, tutup saja.

KOMENTAR
Terbaru
Senin, 24 September 2018 - 13:30 wib

Jessica Raih Emas Kejurnas Piala Panglima

Senin, 24 September 2018 - 13:23 wib

Nasabah BRI Juanda Dapat Xenia dari Simpedes

Senin, 24 September 2018 - 13:16 wib

Paripurna Molor 6 Jam, 11 Anggota Dewan Bolos

Senin, 24 September 2018 - 13:00 wib

Joshua Penuhi Janji

Senin, 24 September 2018 - 12:55 wib

Setujui Tobasa Jadi Toba

Senin, 24 September 2018 - 12:31 wib

12 Jamaah Haji Nagan Belum Kembali

Senin, 24 September 2018 - 12:30 wib

Marquez Juara di Aragon

Senin, 24 September 2018 - 12:30 wib

Flyover Ditunda

Follow Us