Muhammad Hafidh

Tak Lulus UN, Bukan Berarti Gagal

26 Maret 2014 - 09.29 WIB > Dibaca 3511 kali | Komentar
 

Indonesia adalah salah satu negara yang kualitas pendidikannya dinilai masih rendah.

UN adalah jalan satu-satunya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, tanpa memperdulikan bakat dan kreativitas yang siswa miliki. Hanya satu pandangan oleh dinas pendidikan, yaitu nilai.

Hanya nilai harapan kita untuk lulus, padahal tidak semua orang yang tidak lulus berarti mereka gagal. Pastinya siswa memiliki bakat, minat, dan potensi masing-masing.

Beda halnya dengan ujian nasional (UN) yang hanya memerhatikan nilai. Seharusnya kurikulum di Indonesia tidak perlu seperti ini, semua dipandang sama dan datar.

Seharusnya dinas pendidikan sadar untuk tidak memerhatikan nilai UN saja, terus bagaimana dengan potensi siswa yang lain?

Tidak mungkin seluruh siswa benar-benar mengerti Matematika, IPA, IPS, dan sebagainya. Mereka pasti mempunyai kelebihan.

Apakah mereka tidak sadar dengan kesulitan kita selama ini? Ibaratkan monyet berenang sedangkan ikan memanjat pohon, pasti tidak akan bisa bukan?

Tetapi kita hanya bisa pasrah, tentunya kita tidak bisa berbuat apa-apa. Mau tidak mau kita harus bisa berusaha walau pun terlihat tidak adil. Teruslah berjuang kawan.

Setiap ada usaha pastikan membuahkan hasil yang tidak mengecewakan. Tetaplah semangat kawan, jangan menyerah.***

Muhammad Hafidh, SMP Plus YLPI, Marpoyan.
KOMENTAR
Terbaru
Pemkab Komit Kelola Lahan Gambut

Selasa, 20 November 2018 - 14:30 WIB

TP PKK Berikan Penanganan Stunting di 10 Desa

Selasa, 20 November 2018 - 14:00 WIB

Bupati Launching Aplikasi Sipedih

Selasa, 20 November 2018 - 13:30 WIB

Tunggu Kepastian Pelantikan Plt Gubri

Selasa, 20 November 2018 - 13:00 WIB

Disdik Merasa Dilema Kekurangan Guru SD

Selasa, 20 November 2018 - 12:51 WIB

Follow Us