SAJAK

Sajak-sajak Ahmad Ijazi H

3 Januari 2016 - 17.21 WIB > Dibaca 1445 kali | Komentar
 
Perlawanan Banten

I
bak kawanan burung enggang,
Belanda menyambang
dengan genderang,
mengekang ruas-ruas batas pandang.

duhai, Sultan Abu’mufakhir dan balatentara.
takhta itu direnggut sudah
bagai sengkarut yang lucur dari rambut ibu.
bagai petaka, yang berembus dari utara.

Pangeran Ranamenggala digulingkan.
dan, akhir mupakat itu, begitu karib, tiada cacat
Banten dan Batavia kembali erat,
dalam jabat.

sungguh, hubungan itu bagai tali, terikat
tetapi tak menjerat siasat

nun jauh, Mataram menanam pohon-pohon api.
di bawah tanah: ladang membakar, berkobar-kobar
Sultan Abu’mufakhir terjengkang, lalu diguling-gulingkan.
lalu wafatlah ia.
takhta dilebur-leburkan
persahabatan lacur. hancur. hina.
lalu ditiadakanlah ia.

II
Sutan Ageng Tirtayasa menduduki takhta.
agung, bagai tirta.
kebenciannya curam, runcing bagai beling, bagai taring
gelisahnya melampaui genap, kalap
bagai hendak menelan VOC bulat-bulat
tak ia biarkan kebebasan Banten dipasung, bagai patung.
seperti kerbau yang hidungnya dijejali temali,
dibeliti gulma,
tak lagi bisa mengemudi arah angin
untuk membentang bandar perniagaan
sehampar samudera.

kukuh ia menyekutui Syahbandar Kaytsu
jejak kepemimpinannya tangguh,
labuh, bagai jutaan ruh, bagai tembok batu

Banten memuncak.
Makassar, Aceh tertinggal di buritan.
bandar terbesar di Nusantara tersandang,
begitu garang, bagai tiada tanding.
cemerlang. gemilang.

III
Inggris menyepuh Banten bagai bongkah emas
menyihir niagawan ulung bertarung.
bagai disabung
Banten mashur,
gemawa merengkuh semesta: Asia Tenggara

sayang, keadaan yang tenang menyulut kisruh
Belanda menghasut, menabur gemuruh,
Batavia dan Banten rusuh,
saling membunuh.

di bawah cengkeraman Sultan Ageng Tirtayasa,
Banten menjajah kapal dagang serta perkebunan VOC.
orang-orang Banten menggoncang kekuasaan Belanda
tembok kota Batavia terjamah: pasrah.

Belanda memerangi Trunojoyo dengan kesia-siaan.
bagai menugal liang penyesalan.
dan nyeri pun ditelan.

2015

Kemunduran Mataram

I
ambisi Sultan Agung begitu berbisa,
buas panas seperti tungku api
Banten harus tunduk bersimpuh
meratap di ujung kaki, begitukah seharusnya?

waktu itu,
Sultan Agung hendak meminjam kapal VOC
mengangkut pasukan serta bermacam perbekalan
ke tanah Banten
sayang, permintaan tersebut ditolak
Sultan Agung murka, kalap,
membabi buta.

pertikaian Belanda Jepara
menyulut amarah Sultan Agung
Belanda menyerang, menerkam,
menghimpun kesumat
puluhan orang Jepara tewas,
disembat rasa yang teramat kelat

tahulah Sultan Agung jika VOC benar-benar
menjadi ancaman bagi kelangsungan
hidup orang-orang Mataram
niatnya menyerang Banten urung
ia lalu menghimpun segala kekuatan
untuk menaklukan Batavia

2015


Untung Surapati

I
budak belian itu bernama Untung Surapati
muasalnya, Bali, ia tinggalkan
arus rantau membawanya ke tanah Batavia

kecerdasannya yang gemilang
membuat majikannya girang kepalang
kepercayaan penuh ia peroleh tanpa penghalang
sayang, ia mencintai Suzanne, dan itu terlarang
sang majikan berang
terpaksa Untung Surapati pergi menghilang
untuk menghindari dera hukuman serta kutukan
yang mengekang

II
takdir membawanya ke pusaran hitam
demi menyambung hidup, ia menjelma serigala
ia merampok segala yang ada di hapan mata
bersama komplotannya, ia terus menabur kisruh

akhirnya, seorang kapten Belanda terkesan
akan keperkasaannya.
ia diajak bergabung dengan Kompeni,
dilatih kemiliteran, hingga berbagai prestasi ia dapatkan.
jabatan letnan disematkan di pundaknya

III
Belanda memercayakan urusan Pangeran Purbaya
pada Untung Surapati.
ketangkasannya mampu menghalau himpunan
kekuatan pangeran pelarian Banten itu
ia bahkan dengan mudah mengetahui
persembunyian Pangeran Purbaya
dan menangkapnya hidup-hidup

saat serah terima tawanan, Untung Surapati
berselisih paham dengan letnan Belanda—Kuffeler
sang leltnan yang pitam memuntahkan hinaan
kepada Untung Surapati
pertumpahan darah tak terelakkan
sang lelatnan terbunuh,
Untung Surapati dikepung
namun Berhasil meloloskan dari amukan api permusuhan

IV
tiba di Mataram, Untung Surapati
mendapat sambutan hangat dari Amangkuar II
pertikaian Mataram dengan VOC kian panas
Untung Surapati menjadi komandan pasukan Bali di Mataram
Belanda amat murka
pasukan Kompeni yang dipimpin oleh Mayor Track
dikirim untuk menghabisi Untung Surapati
namun yang terjadi malah kebalikannya
Mayor Track dan seluruh anak buahnya tewas tak bersisa

Untung Surapati berjaya
namanya buming seantero Jawa Timur
ia berhasil menyingkirkan musuh-musuh
yang mengelilinginya
Mataram, Selat Madura, hingga Samudera Hindia
tenggelam di bawah kakinya.

V
16 tahun Untung Surapati menyandang
gelar Adipati Ariawiranegara saat memerintah
kerajaan Pasuruan

di usia yang kian renta, ia masih berjuang
memertahankan Benteng Bangil
dari gempuran tentara Belanda
pertempuran itu berhasil
melumpuhkan Untung Surapati
luka cukup parah dideritanya,
hingga ia tutup usianya

2015

Ahmad Ijazi H, kelahiran Rengat Riau, 25 Agustus. Pernah menjadi pemenang 2 LMCR nasional PT. Rohto Laboratories-Rayakultura 2009, Nominator lomba menulis cerpen nasional Kemenpora 2011, 10 besar menulis puisi nasional Tulis Nusantara Kemenparekraf 2013, Juara 1 lomba cerpen nasional Festival Sastra UGM 2013, Juara 1 lomba cerpen nasional GBSI UPI 2014, Juara 2 lomba menulis cerpen nasional Kota Pintar Metaforia ITB 2015. dll. Buku puisinya “Bahtera” terpilih sebagai penerima anugerah sagang 2015. Saat ini mengajar di Ponpes Al-Uswah Pekanbaru Riau. Bergiat di FLP Riau. Hp. 085376616953, 085664414801. No Rekening Bank Mandiri : 108-00-0650978-1 cab. A. Yani Pekanbaru, a/n Ahmad Ijazi.
KOMENTAR
Terbaru
Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 wib

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 wib

Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Sabtu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Sabtu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu

Sabtu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet

Jumat, 21 September 2018 - 23:41 wib

Event Tour de Siak Tahun 2018 Resmi Ditutup Bupati Siak

Jumat, 21 September 2018 - 19:00 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion

Jumat, 21 September 2018 - 18:30 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP

Follow Us