OLEH DEVI FAUZIYAH MARIFAT

Naskah Tigabelas Koto Kampar

9 Januari 2016 - 23.34 WIB > Dibaca 1751 kali | Komentar
 
“/memberi tahu dahulu dari pada sekalian umatku yang ada ini/  dan jikalau tiada mau mereka itu  mengikuti berbuat baik/ maka apalah suka mereka itu tuhanku ju karena orang minum arak/ia berbagi sekali yang haram arak dan tuak dan anjing// Dan babi dan berbuat dusta dan lagi sukalah ia/ bersahabat ia kepada orang yang meninggalkan sembahyang/ lima waktu sebab dunia dan tiada mau bersedekah/ kepada sekalian fakir dan miskin dan di dalam hatinya akan/ ikut hartanya dengan sebab harta dunia dan tiada takut/ akan azab akhirat Tuhanmu dengan sekalian mereka itu yang meninggalkan/ sembahyang yang lima waktu dan memberi salam dan pabila/ sakit jangan kamu mengunjungi dan apabila ia mati/ jangan kamu mengiringkan dia mereka itu pada zahir dan/ lagi pada batin lagi sabda nabi .... tiada sembahyang/ janganlah kamu makan hartanya niscaya  jadi haram reze/kinya itu karena dia sudah jadi seteru kepada Allah Taala//”

Kutipan di atas merupakan potongan naskah  Mimpi Syech Ahmad Makar yang ditulis oleh  Tuan Haji Muhammad Soleh orang Kota Tuah (halaman 11).  Naskah yang berasal dari Tigabelas Koto Kampar ini ditulis di atas kertas Eropa, beraksara Jawi (tulisan Arab berbahasa Melayu), bertinta hitam, jelas, dan rapi. Walaupun pinggiran naskah sudah mulai rusak, tetapi tulisannya masih jelas dibaca. Naskah ini terdiri atas 11 halaman, tetapi tidak bernomor.  Jumlah baris setiap halaman naskah ini bervariasi. Halaman satu dan dua terdiri atas 13 baris; 3 s.d.  10 terdiri atas 12 baris; dan halaman 11 terdiri atas 7 baris. Terdapat kolofon yang menyatakan bahwa naskah ini ditulis pada malam Jumat di bulan Zulkaedah, tetapi tanpa tahun penulisan. Naskah ini tidak memiliki iluminasi, rubrikasi, hiasan huruf, maupun tanda koreksi.

Naskah merupakan warisan budaya masyarakat masa lampau berupa tulisan tangan. Isinya kental dengan berbagai ungkapan rasa dan pikiran hasil budaya masa lampau, dan unsur historis. Naskah dapat mengungkapkan kejadian masa lalu dengan baik, sehingga dapat menjadi jembatan antara penulis dan pembaca sekarang (Ikram dkk., 2001: 57). Dari jenis isinya, ada naskah keagamaan seperti naskah Mimpi Syech Ahmad Makar ini.

Naskah  Mimpi Syech Ahmad Makar memuat mimpi Sang Syech bertemu dengan Nabi Muhammad pada malam Jumat di bulan Zulkaedah. Nabi memberikan gambaran umat Islam. Dari tujuh ribu laki-laki Islam hanya tujuh puluh orang yang masuk surga, yang lainnya mati dalam keadaan kafir. Umat Nabi Muhammad cenderung melakukan perbuatan-perbuatan dosa, padahal mereka mengetahui bahwa perbuatan tersebut berdosa seperti meninggalkan salat  lima waktu dan haji. Lebih parah lagi, banyak ulama yang masuk neraka, karena  memiliki ilmu pengetahuan agama tetapi tidak mengajarkannya kepada orang lain. 

Kemudian, Nabi Muhammad bermohon kepada Allah Taala agar diberi waktu untuk kembali berdakwah kepada umatnya.  Dalam dakwahnya itu, Nabi menyeru umat agar beribadah kepada Allah dan selalu berbuat baik. Jika mereka tidak mau mengindahkannya dan tetap melakukan perbuatan dusta, minum arak dan tuak, makan anjing dan babi, meninggalkan salat karena urusan dunia, tidak mau bersedekah kepada fakir dan miskin, tidak takut akan azab Allah;  ada sanksinya. Apabila mereka sakit, janganlah dikunjungi; apabila ia meninggal dunia, janganlah ikut iringan jenazahnya. Janganlah ikut memakan hartanya, karena harta mereka itu hukumnya haram (mereka sudah menyekutukan Allah dan  tidak mengikuti wasiat Nabi).

Nabi Muhammad berwasiat kepada Syech Ahmad Makar untuk menyampaikan wasiatnya ini kepada umatnya bahwa dunia ini sudah hampir kiamat (tanda-tanda kiamat akan turun salah satunya adalah turunnya malaikat Jibril ke dunia sebanyak sepuluh kali). Maka, mohon ampunlah kepada Allah, perbanyaklah berbuat pahala, jangan ikuti ajakan-ajakan setan yang akan menjerumuskan manusia ke dalam neraka. Siapa pun umatku yang menyalahi wasiatku akan dihitamkan Allah mukanya di hari kiamat dan  akan masuk neraka jahanam. Siapa yang memercayai wasiatku ini akan memeroleh kemenangan dunia, rahmat, dan dimasukkan ke dalam surga.  

 Sebagai pelayan di rumah Allah,  Nabi Muhammad berpesan agar umatnya selalu membaca Alquran untuk mendapatkan syafaat Nabi di akhirat. Dari tujuh ribu orang umatku hanya tujuh orang yang beriman kepada Allah dan mengerjakan kebaikan, sedangkan yang lainnya berbuat dosa dalam bentuk memakan harta riba dan haram, siang  malam  berdusta, tidak takut akan hari akhirat.

Dalam naskah “Syair Jawi”  (Marifat: 2014) pun terdapat pesan keagamaan. Manusia dianjurkan agar mengikuti ajaran Nabi Muhammad seperti berbuat baik kepada orang tua dan orang lain; menuntut ilmu; memperbanyak ibadah; memohon ampun; mengingat akhirat; memperbanyak zikir, doa, dan salawat.

Dalam naskah itu juga ditekankan pertobatan kepada Allah Yang Maha Rahman segera setelah berbuat suatu dosa diiringi dengan sikap penyesalan atas kesalahan yang telah dilakukan. Manusia diperintahkan agar jangan tergila-gila oleh jabatan yang menyebabkan  lupa bahwa suatu saat akan mati. Di akhirat Allah akan meminta pertanggungjawaban untuk semua yang telah dilakukan. Selain itu, umat Muhammad ditunjukkan cara berperilaku. Misalnya, berkumpul dengan orang-orang saleh, tidak menangisi sebuah kematian yang pasti terjadi  pada setiap manusia, menegakkan salat, menyayangi diri sendiri dengan tidak melakukan perbuatan maksiat. Dengan cara itu (di antaranya) manusia menjadi suci seperti bayi yang  baru dilahirkan.

Selain nasehat itu, dalam naskah ini juga terdapat cerita tentang kelahiran Nabi Muhammad yang membawa banyak petunjuk dari Allah untuk umatnya. Nabi Muhammad merupakan manusia pilihan Allah yang layak mendapatkan banyak pujian. Maka, bersalawatlah kepadanya agar nanti memperoleh safaatnya!

Teks ini juga menyebutkan bahwa manusia mempunyai hawa nafsu. Manusia yang mampu  mengendalikan hawa nafsu  hidupnya akan terasa lebih indah dan menakjubkan. Rasa cinta kepada Allah dan rasul-Nya akan menimbulkan kerinduan. Rasa rindu yang mendalam akan terlihat dari ibadah yang semakin baik dan ajeg.

Teks ini juga mengungkapkan tentang manfaat zikir. Disebutkan bahwa zikir  yang selalu dilakukan akan melindungi diri dari segala marabahaya Keasyikan berzikir melupakan segalanya. Marilah berzikir di malam Jumat, malam Lailatul-qadar, hingga fajar menghampiri. Sikap seperti ini menjadikan manusia pandai bersyukur dan bermanfaat bagi umat lainnya.***
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 21 November 2018 - 15:54 wib

Prabowo Pasti Tepati Janji Tuntaskan Masalah Honorer K2

Rabu, 21 November 2018 - 15:50 wib

Tim Kampanye Jokowi Manfaatkan Popularitas Djarot

Rabu, 21 November 2018 - 15:45 wib

Dewan Rekomendasikan Cabut Izin PT MAS

Rabu, 21 November 2018 - 15:30 wib

Gunakan Sampan, Kapolres Jangkau Lokasi Banjir Temui Warga

Rabu, 21 November 2018 - 15:00 wib

APBD 2019 Rp1,47 T

Rabu, 21 November 2018 - 14:45 wib

Fokus Siapkan PK, Nuril Minta Perlindungan LPSK

Rabu, 21 November 2018 - 14:42 wib

141 Kades Tersangka Korupsi

Rabu, 21 November 2018 - 14:39 wib

Jadwal Pemeriksaan Kesehatan JCH Sesuai Konfirmasi Diskes

Follow Us