SAJAK

Sajak-sajak Cahaya Buah Hati

9 Januari 2016 - 23.52 WIB > Dibaca 1313 kali | Komentar
 
Suatu saat yang entah
bilakah itu dalam hatimu


Pagi itu
seseorang memutuskan membuka baju
berjalan di antara kerumunan orang
menunggu waktu yang tepat
bahwa pernah suatu hari
mawar tumbuh dalam diam
yang durinya mengenai tangan

entah pada hari yang ganjil
terdengar tepukan tangan
kau tau
Tuhan melihat hati
diam adalah bahasa bahwa pernah ada
dia dan sesiapa yang sedang memperhatikan datangmu
meskipun biasa saja
entah itu atau dalam amplop atau apa saja yang kau temui
dan wajahmu mulai memerah

harum mawar
menghiasi beranda
daun-daun menjalar
sesekali angin melintas
menerpamu
asap yang setia bersamamu
selengkah menoleh dan kembali

suatu saat yang entah bilakah itu
dalam hatimu
orang-orang datang
mencari baju


Pohon Jambu di Depan
Rumah Kita


Pohon jambu itu
sudah setinggi kepala
daunnya yang hijau
sehijau rindumu
di setiap helai daun
kita titip pesan
pada siapa saja yang datang
kelak buahnya memerah
memetik lentik jari
doa telah kita tanam
bersama ayunan yang melingkar di dahannya
kelak
kita menahan debar
pada jantung hati kita yang berbuai
matanya yang mengintai
rumah kita


Setelah Berpuluh Tahun

setelah berpuluh tahun yang lalu
masihkah kita merasa belum merdeka
pada kebebasan mereka di dalam lobang
memendam diri
entah itu di lubang misiu
atau dinding pembataian
memutihkan kulit
di atas tangga pendakian

dingin
pada haus matahari di ujung lobang
isak lilin menghangus diri
tatapmu yang sayu

kelak engkau akan melihat
mereka berbaris mengenangmu
menghening cipta
sepilih doa untukmu
entah pada siapa saja  yang sampai
padamu yang melekat



Simpang Terjauh Itu Dalam Diri
:Emak

jalanmu yang jauh
di secangkir kopi
panas yang kau rindu
bagimu sikit

harimu adalah pagi
di hati mereka yang mulai berdaun
di pinggirnya kabut meranting waktu

entah sampai kapan
kita dalam titik
dan simpang terjauh itu
dalam diri

apakah sungguh
tempat kita bertemu


Wanita Itu Si Pembakar Dupa

wanita itu membakar dupa
saat malam berpurnama jingga
cahaya mata merenung
jejak bintang mengatup
bintik edar wajahmu

entah pada siapa
seseorang beranjak
dan ransel itu adalah peristiwa
memikul setiamu
sebisu simpang


Gadis Penyaram

Hingga malam
Gadis-gadis itu menatap debu
Jalanan hilir mudik
Dan doa si pemilik etalase

Orang-orang menuju Pekanbaru
Turun menghitung penyaram

Dari cucur aren
Tepung, air, minyak


Kota yang mengalir di tubuhnya
asap mengabut dari pembakaran
tubuh sendiri



Kita telah duduk di atas tungku
pagi berganti
menghangat diri dari asa
daun-daun memutih debu
rahim asap yang mengendap

di dalam masker
kami menitih rindu
duhai negeri..
inilah kami...

kami tetap berangkat
ke toa yang memanggil
hari terus berlanjut
anak-anak dalam buai
memiting susu

bukankah?
siapapun yang di depan
kami tetap sesak
berkelambu

kita  memandang
ubun-ubun yang terbakar
dari rindu angin atau sesiapa yang mau

adalah kotaku
kota yang mengalir di tubuhnya asap
mengabut dari pembakaran tubuh sendiri
kami merindukanmu dalam hujan
bukan?
asin hujan
yang  payau


Cahaya Buah Hati,
bergiat di Komunitas Paragraf dan guru di SDN 65 Pekanbaru. Membaca puisi pada beberapa event seperti: Temu Taman Budaya Nasional 2010, Hijrah di Purnama, Event Satelit Ubud Writers and Readers Festival di Balai Bahasa Propinsi Riau (2010), Tarung Penyair se-Asia Tenggara di Anjung Cahaya Kota Tanjung Pinang (2011), Aksi Panggung Penyair Perempuan Riau (2011), dan Hari Puisi di taman budaya Padang (2015).  Sajak-sajaknya dimuat di Riau Pos, Batam Pos, Indopos, dan lain-lain. Termaktub dalam buku antologi bersama seperti  Ziarah Angin (2009), Mengucap Sungai, Fragmen Sunyi, Rahasia Hati (2011), Munajat Sesayat Doa (2011), Ayat-Ayat Selat Sakat (2013), Bendera Putih Untuk Tuhan (2014), dan Pelabuhan  Merah (2015).


KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 14 November 2018 - 19:30 wib

Reaksi Brexit dan Dampak Ekonomi Cina Picu Pelemahan Rupiah

Rabu, 14 November 2018 - 19:28 wib

Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM

Rabu, 14 November 2018 - 16:15 wib

Bonus Demografi Diharapkan Sampai ke Masyarakat

Rabu, 14 November 2018 - 16:00 wib

APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T

Rabu, 14 November 2018 - 15:45 wib

Pencakar Langit Riau Pertama di Luar Pekanbaru

Rabu, 14 November 2018 - 15:33 wib

Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko 22 November

Rabu, 14 November 2018 - 14:43 wib

Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Rabu, 14 November 2018 - 14:30 wib

Daud Yordan Mau Istirahat Dulu

Follow Us