SAJAK

Sajak-sajak Saifa Abidillah

10 Januari 2016 - 00.01 WIB > Dibaca 1316 kali | Komentar
 
bertahan di atas air I

seperti pertapa, rusa-rusa itu
bertahan di atas air

menimba petang pada siang
remang pada gamang
yang pincang

dunia dicipta
dikeningnya sendiri
dari bilah
ketakutan dan kutukan:

‘apakah Tuhan tak
memburu kami?’

barangkali hanya di atas air
di danau yang hijau
di puncak ketinggian
harapan

rusa-rusa itu merasa

dunia ini, seperti bukan kutukan
seperti bukan ketakuan
yang rimbun
di ubun tahun yang uban

Kutub, 2016



bertahan di atas air III


rusa-rusa itu berputar-putar
sendiri di atas air
Tuhan meniupkan api
agar Ia tak berhenti di situ

alam semesta
musik paling sempurna
Ia dengarkan dengan khidmat
betapa hidup
adalah usaha menyimak
sebaik-sebaiknya

betapa air, suara burung camar
dan desau kincir
dan angin hutan

adalah instrument
paling centil
bagi api yang bangkit
dari kekosongan pikiran

Ia ingin mencapai hidup
bersama kekasih
yang mencintainya
dengan cara paling gila

melompatlah ke dalam api
dan jika masih tak merasakan aku
penggallah kepalamu

tapi apakah rusa-rusa itu
percaya dan mengangguk
lalu patuh pada isyarat
dan petunjuk
yang kabarnya
adalah jalan abadi  
untuk berjumpa

rusa-rusa itu tidak setolol
yang dibayangkan rusa-rusa lain
ketika Ia hanya
diam
dan tidak bicara
bagaimana dunia berkerja
dan dicipta
dari bintik cahaya Nabi

rusa-rusa itu selalu percaya
suara-suara rusa lain yang
berhamburan

tak gila seperti dirinya
yang terbakar api tungku
dan kau pembaca
mungkin akan menyebutnya
cinta yang tak pasti

maka setiap jalan yang diputuskan
Ia samarkan, sebagaimana malam
diam-diam menyamarkan matahari

dan akhirnya dhukka itu
dalam istilah teologi Buddhis
tidak mencintai penyair pesisir
dengan alasan apa pun

sebab rusa-rusa itu
hanya alat, dan tokoh dalam puisi ini
yang dikerahkan
jauh sebelum penyair     
mengenal Tuhan
apakah hari ini penyair
telah mengenal Tuhan?

rusa-rusa itu selalu percaya
pasti pembaca akan bilang

TIDAK

Kutub, 2016



bertahan di atas air IV

jika berjalan di hutan
merupakan
hal paling tepat
untuk mencapai kesempurnaan

rusa-rusa danau itu
akan tetap pada jalan itu
sampai Ia tak merasakan
bahwa jalan yang dilalui
adalah hutan

‘bukankah ini tempatku?’

meniru para rahib
adalah tujuan utama
ketika Ia telah puas
menikmati hutan
menikmati keterasingan
yang menyenangkan

segala pencapaian
perenungan suci  
adalah Tao bagi setiap
rusa

adalah Om bagi Siddharta
adalah Laku bagi Kongfusius
dan Nabi

jadi,
perhatikan baik-baik pembaca
pada akhirnya
rusa-rusa lugu dan cantik itu

sempurna telanjang tanpa satu bulu
pun
yang tersisa
di atas air danau
di atas pukau risau
yang memisau

dan itu merupakan,
heh, dengarkan baik-baik pembaca
tak jewer kupingmu nanti!

dan itu merupakan
cita-cita mulia
bagi setiap rusa yang gila

adalah kamu yang mencintai aku
dan tidak mengharapkan apa-apa
atau aku yang mencintai kamu
hehe, berharap mengulum bibirmu
dengan sempurna
sampai pagi

ajaran yang baik
disampaikan dengan laik
dan tidak muluk-muluk

begitu kira-kira
rusa-rusa itu bersabda

kalau kau berjumpa
sumur di ladang
bolehlah kau meminumnya
kalau kau
menemu rusa-rusa itu
khitmat di atas air danau
bolehlah kau tak mengganggunya
terlebih dahulu

Kutub, 2016


Saifa Abidillah, sekarang masih tercatat sebagai mahasiswa Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Aktif mengelola LSKY (Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta). Tulisan-tulisannya pernah terkumpul dalam antologi bersama, seperti Narasi Mendung dalam Tarian Hujan (2009), Reportase yang Gagal (2010). Bersepeda ke Bulan (2013), Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid III (2015), Nun (2015), dan Negeri Laut (2015).
KOMENTAR
Terbaru
Senin, 12 November 2018 - 21:00 wib

Maksimalkan Melalui Produk Unggulan

Senin, 12 November 2018 - 20:30 wib

2019, Tour de Singkarak Lintasi Mandeh dan Jambi

Senin, 12 November 2018 - 20:00 wib

Tausiah UAS Banjir Jamaah

Senin, 12 November 2018 - 19:00 wib

Transaksi Harian Saham Anjlok 1,89 Persen

Senin, 12 November 2018 - 18:30 wib

Lions Club 307 A2 Beri Bantuan Pengecatan Panti Asuhan

Senin, 12 November 2018 - 18:00 wib

Cukai Rokok Batal Naik, Target Pajak Sulit Tercapai

Senin, 12 November 2018 - 17:00 wib

PT Pekanperkasa Promo Spesial Akhir Tahun

Senin, 12 November 2018 - 16:30 wib

KPP Pratama Bangkinang Edukasi Siswa lewat Pajak Bertutur

Follow Us