Oleh Junaidi Khab

Mengakhiri Masa Jabatan dengan Buku

24 Januari 2016 - 10.58 WIB > Dibaca 1439 kali | Komentar
 
Mengakhiri Masa Jabatan dengan Buku
Sebuah jabatan lumrahnya identik  dengan dunia politik dan tidak ada sangkut-pautnya dengan perbukuan. Memang sangat jarang kita menemukan sebuah tema yang mengacu pada jabatan dan buku. Hal tersebut tergolong nyleneh. Namun, pada hakikatnya tidak akan menutup kemungkinan bahwa dunia politik - yang kita terjemahkan ke dalam bahasa jabatan atau kepemimpinan - bisa disandingkan dengan dunia buku atau perbukuan. Hal ini sungguh sangat unik dan menarik jika benar-benar direalisasikan oleh segenap politisi dan para pemimpin di negeri yang penuh budaya ini.

Sementara itu, dunia buku secara umum identik dengan mereka yang memiliki kecerdasan pikiran dan keuletan dalam dunia akademisi. Persepsi demikian sudah tertanam sejak beberapa tahun yang silam. Namun, pada kenyataannya lambat-laun anggapan semacam itu pudar seiring zaman bergulir mengikuti arus perkembangannya. Dunia perbukuan sudah dijadikan sebagai bahan komoditi perdagangan nama baik dalam dunia bisnis dan perpolitikan.

Di dunia politik, buku dijadikan sebagai ladang untuk pencitraan oleh orang-orang tertentu dengan membuka proyek penulisan buku tentang biografi hidupnya. Tidak heran jika di beberapa toko buku kita bisa menemukan banyak biografi orang-orang tertentu. Biografi tersebut memang ada yang murni karena keteladanan seorang tokoh. Namun ada pula yang hanya ingin dikenal oleh masyarakat luas dengan memaparkan banyak prestasi, meski tidak seutuhnya mencerminkan jati dirinya.

Jadi, tidak heran jika tema jabatan dan buku ini kita usung sebagai suatu bentuk untuk menghidupkan budaya literasi yang dimulai dari para pemimpin bangsa di Indonesia. Setiap pemimpin yang akan mengakhiri masa jabatannya dituntut agar membuat suatu karya ilmiah berupa buku dengan ulasan tentang masa jabatan yang diemban selama satu periode. Baik proses pembuatannya berupa proyek atau bukan. Hal yang terpenting harus sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

Sebagai Cermin

Pengadaan sebuah buku di akhir masa jabatan suatu kepemimpinan sangat diperlukan. Kita melihat dari berbagai sisi dan aspek manfaat atas ide pengadaan buku di akhir masa jabatan. Pertama, dengan menerbitkan sebuah buku, seorang pemimpin akan menelurkan budaya literasi – membaca dan menulis. Kedua, sebagai rujukan atau cermin bagi pemimpin periode berikutnya untuk memperbaiki kekurangan dan kesalahan yang dilakukan oleh kepemimpinan sebelumnya. Ketiga, masyarakat bisa tahu tentang program-program yang dicanangkan, inilah sebagian dari nilai-nilai demokrasi.

Namun secara umum penerbitan atau pengadaan buku di akhir masa jabatan yang memaparkan tentang kinerja kepemimpinan tepatnya kita sebut sebagai cermin kepemimpinan. Baik itu sebagai cermin untuk melihat diri sendiri lalu mengubahnya agar lebih baik atau memperbaiki segala hal yang keliru sebelumnya. Sehingga, setiap kepemimpinan berikutnya memiliki rujukan dalam membuat suatu tindakan atau kebijakan agar lebih proporsional dan transparan serta tidak merugikan masyarakat.

Dengan menerbitkan sebuah buku di masa akhir jabatan, seorang pemimpin bukan hanya berjasa dalam mengayomi masyarakat pada periode tertentu. Namun, selama buku itu masih utuh; pengayoman, inspirasi, dan contoh model kepemimpinan akan terus menjadi bahan kajian serta renungan. Sehingga, tanda jasa kepemimpinan akan abadi dan bisa dipandang, ditelaah, dan didiskusikan oleh generasi berikutnya.

Niat Mulia

Hal lain yang perlu diprioritaskan dalam menerbitkan buku di masa akhir jabatan yaitu niat mulia. Bukan yang lain, misalkan sebagai sarana untuk memasarkan diri dalam kancah dunia perpolitikan. Nilai tambah tersebut pada hakikatnya sudah tersemat dengan rekat, sehingga pemimpin yang akan menerbitkan sebuah buku atas kinerja kepemimpinan tidak usah berinisiatif untuk mendapat pujian. Segala sesuatu yang kita kerjakan bergantung pada inisiatif yang dibangun.

Dalam tatanan perbukuan di akhir masa jabatan, prospek yang diharapkan adalah suatu kesadaran diri tentang betapa pentingnya kinerja dalam membangun negeri ini. patut kita contoh seperti presiden ke-6 Republik Indonesia – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebagai presiden ke-6, di akhir masa jabatannya, SBY memiliki catatan penting dalam satu buku yang berjudul “Selalu Ada Pilihan; Untuk Pecinta Demokrasi dan Para Pemimpin Indonesia Mendatang” yang diterbitkan oleh buku KOMPAS pada Januari 2014 tahun silam.

Selain itu, niat mulai Busyro Karim sebagai pemimpin kabupaten Sumenep di Madura juga mengakhiri masa jabatannya dengan menerbitkan buku tentang perjalanan kepemimpinannya. Dia menulis buku berjudul “Ijtihad Kebijakan; Catatan Pemikiran dan Solusi Membangun Kabupaten Sumenep Selama 5 Tahun (2010-2015)” yang diterbitkan oleh Muara Progresif pada Oktober 2015. Bagaimana pun prosesnya, penerbitan buku tersebut tentu disertai niat mulai agar masyarakat mengetahui segala programnya.

Dua contoh pemimpin tersebut kiranya patut diteladani oleh para pemimpin di seluruh Indonesia. Pada masa menjelang akhir jabatannya sebagai seorang pemimpin harus mampu membukukan arus perjalanan pemerintahan yang diembannya. Baik dari sisi kebijakan, keluhan, problematika, hingga solusi dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda. Karena tidak semua masyarakat mengetahui sepak terjang dan kebijakan setiap pemimpin. Maka dari itu, sebuah buku yang diterbitkan pada masa menjelang akhir jabatan bisa menjadi jembatan dan cahaya bagi mereka agar lebih dewasa dalam mengambil kesimpulan tentang pemimpinnya.***

Penulis adalah Akademisi, Lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya. Direktur Utama Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surabaya.

KOMENTAR
Esai Lainnya
Terbaru
Jumat, 21 September 2018 - 14:00 wib

Lanud Lahirkan Tiga Penerbang Tempur

Jumat, 21 September 2018 - 13:55 wib

Jadi Timses, Ketum Pemuda Muhammadiyah Mundur dari PNS

Jumat, 21 September 2018 - 13:30 wib

Harimau Mangsa Ternak Warga

Jumat, 21 September 2018 - 12:53 wib

Kantor UPTD Dukcapil Mandau Penuh Sesak

Jumat, 21 September 2018 - 12:30 wib

Kesbangpol Gelar Penyuluhan Narkoba di Rupat

Jumat, 21 September 2018 - 12:00 wib

ASN Tersangkut Narkoba Terancam Dipecat

Jumat, 21 September 2018 - 11:40 wib

Bupati Hadiri Rakornas APKP

Jumat, 21 September 2018 - 11:32 wib

Aplikasi BPJSTKU Raih Penghargaan ASSA Recognition Award di Vietnam

Follow Us