MUHAMMAD HAPIZ (Wakil Pemimpin Redaksi)

Hakim Diteror Meme

24 Januari 2016 - 11.48 WIB > Dibaca 1810 kali | Komentar
 
Hakim Diteror Meme
MUHAMMAD HAPIZ
RIAUPOS.CO - GAMBAR barisan pasukan kera memegang senjata menunggang kuda bersiap perang menghadapi manusia. Kera-kera itu mengacung-acungkan senjata api dengan wajah berang dan seorang manusia dihadapannya terlihat mencoba menenangkan dengan gaya tubuh ketakutan. Kemudian ada ketikan tulisan mencolok, ‘’numpang tanya, dimana rumah hakim yang bilang kalau bakar hutan tak merusak lingkungan’’. Gambar kera yang siap berperang itu di caption dari film Dawn Of The Planet Of The Apes. Lalu diberi kreatifitas tulisan menyindir nan menohok.

Ilustrasi gambar yang dikenal di dunia maya dengan istilah meme itu kemudian bertebaran di berbagai aplikasi media sosial. Diteruskan, dibagikan atau dikirim ganti berganti ke pemilik akun Medsos yang jumlahnya mencapai puluhan juta di Indonesia. Kera lekat dengan hutan. Dan kera dengan jenisnya orang hutan juga lekat dengan habitatnya yang terbakar di pedalaman Kalimantan dan Sumatera. Pas memang.

Penyebarannya tak berapa lama setelah keluarnya pernyataan Ketua Majelis Hakim Parlas Nababan bahwa membakar hutan tidak merusak lingkungan karena masih bisa ditanami kembali pada 3 Januari. Alasan hakim itulah sebagai dalil menolak gugatan pemerintah atas PT Bumi Mekar Hijau di PN Sumsel, yang diduga membakar lahan di areal perizinannya saat Karhutla menggila di Agustus-September 2015. Korporasi itu disangkakan sengaja atau lalai sehingga areal konsesinya terbakar mencapai 20 ribu hektare yang kemudian dituntut pemerintah secara perdata Rp7,9 triliun.

Dasar penolakan hakim itu sederhana, memang. Penggugat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup RI tidak berhasil membuktikan telah terjadi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh perusahaan itu. Bukti-bukti hukum yang disodorkan lemah. Maka munculah logika sederhana hakim Parlas, kalau terbakar, kan, bisa ditanami lagi. Sederhana sekali. Saking sederhananya, maka muncul lagi meme yang lain yang juga dalam logika sederhana. Misalnya kalimat, ‘’membakar hakim tidak merusak peradilan karena masih bisa pilih hakim yang baru’’. Kelewatan kalau ini. Ada-ada saja. Tapi begitulah dunia maya, terutama Medsos. Bebas, dinamis, lugu, walau cenderung liar terutama dalam hal fitnah memfitnah.

Gugatan hukum yang diajukan penggugat didasari perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam pasal 1365 KUH Perdata. Padahal, jika korporasi dijerat sepenuhnya sesuai ketentuan UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, maka bisa lebih banyak peluang untuk mengkerangkeng pelaku pembakar lahan. Terutama pasal 88 yang memuat tentang tanggung jawab mutlak (Strict Liability). Kalimat pemungkas pasal itu, yang menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan hidup bertanggung jawab mutlak atas kerugian yang terjadi tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan.

Pertanyaannya, apakah Karhutla itu menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan hidup? Jika ada pendapat pejabat, para ahli atau hakim yang lain menyatakan tidak, maka kita yakin dia akan menjadi orang kedua yang tenar di Medsos di awal tahun 2016 setelah Hakim Parlas. Karhutla di penghujung 2015 lalu, telah dicatatkan sebagai sejarah terburuk kerusakan lingkungan di Indonesia. Seantaro Riau merasakan hal itu. Lalu bagaimana dengan pengusutan kasus hukum korporasi atas Karhutla 2015 di Riau? ehm...kita doakan bersama-sama saja pada jalur hukum seadilnya. Tidak mesti takut pada meme. Tapi perlu mempertimbangkan logika sederhana para kreator meme. Atau para hakim di Riau mau dibuatkan meme yang lebih kreatif. Tak usahlah. Hukum kok diteror meme.
KOMENTAR
Terbaru
Senin, 19 November 2018 - 19:09 wib

Duit Korupsi Amankan Kasus Istri

Senin, 19 November 2018 - 18:47 wib

Teken Petisi, Selamatkan Nuril

Senin, 19 November 2018 - 17:00 wib

Kejari Kuansing Terima Penghargaan Terbaik Se-Riau

Senin, 19 November 2018 - 16:30 wib

Laga Kambing, Satu Tewas Satu Kritis

Senin, 19 November 2018 - 16:00 wib

Pemkab Ingatkan Perusahaan

Senin, 19 November 2018 - 15:30 wib

Bupati Buka Kejuaraan Panahan

Senin, 19 November 2018 - 15:28 wib

Imaculata Autism Boarding School Beri Award pada Kompol Netty

Senin, 19 November 2018 - 15:15 wib

Dua Jembatan Timbang Dikelola Pihak Swasta

Follow Us