OLEH JIMMY FRISMANDANA KUDO

Sayap Keabadian Rudy Habibie

6 Februari 2016 - 23.50 WIB > Dibaca 2529 kali | Komentar
 
Sayap Keabadian Rudy Habibie
MENDENGAR  BJ Habibie,  tentu kita sebagai anak  bangsa Indonesia yang hidup dalam taman kebhinekaan, semua langsung teringat pada sosok Presiden Republik Indonesia ketiga, dengan segala kesungguhan hatinya untuk memimpin Indonesia dalam waktu yang relatif singkat, kurang dari 2 tahun. Tepatnya, Habibie memimpin Ibu Pertiwi tercinta selama 512 hari.

Kepemimpinan Habibie dengan nama kecil Rudy ini tentu saja menarik untuk diteladani oleh generasi muda yang nanti menjadi pemegang tampuk kepemimpinan di negara ini. Kita dapat mencontoh segala kecerdasan Rudy dalam menggapai semua keinginan serta segala mimpinya. Hal ini didapat dari berbagai usaha dan kerja keras serta bersungguh-sungguh.
Buku yang ditulis oleh Gina S Noer dengan manis dan penuh rasa hormat ini, menceritakan dengan jernih sekali tentang sosok Rudy Habibie utamanya pada masa muda. Masa muda dalam ilmu psikologi adalah masa yang merupakan masa pencarian jati diri tiap anak manusia sehingga hal tersebut akan dibawa seumur hidup nantinya.

Bahasa yang digunakan dalam buku ini mudah untuk dipahami serta dicerna oleh semua kalangan. Bagaikan air yang mengalir dengan jernih dan murni maka demikianlah gaya bahasa yang digunakan dalam buku ini. Dalam banyak hal, bahasa buku ini sangat kuat dalam arti setiap kalimat yang tergabung dalam paragraf yang satu ke paragraf lainnya menunjukkan betapa besarnya dan betapa luar biasanya pengalaman yang didapat oleh Rudy Habibie.

Dalam buku ini seperti halnya sosok Rudy, sosok ibu merupakan figur sentral yang sangat dihormati dan disayangi Rudy. Apalagi, setelah ayahanda Rudy meninggal ketika sedang melaksanakan salat sehingga sang ibunda pun bersumpah melakukan yang terbaik demi kelangsungan pendidikan seluruh anak-anaknya. Diceritakan dengan penuh emosional pada bagian Sumpah Mami (hlm. 61-71). Sungguh mulia sosok seorang ibu!

Rudy Habibie yang mungil dan eksentrik serta sangat cerdas ini identik dengan satu hal yakni dunia penerbangan atau yang lebih akrab dengan istilah kedirgantaraan. Tak salah kiranya ketika Rudy kuliah di Jerman mengambil jurusan yang berhubungan erat dengan dunia penerbangan yang berasal dari beasiswa yang didapat dengan penuh dinamika kehidupan seorang negarawan besar.

Rudy pada pertengahan tahun 1970-an, dipanggil kembali oleh Bapak Pembangunan, Soeharto untuk membangun industri penerbangan Indonesia di bawah naungan Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN). Rudy pun berhasil dengan gemilang membangun sayap nusantara dan sayap Garuda Indonesia dengan penuh rasa cinta dan nasionalisme sampai pada akhirnya pada tanggal 10 Agustus 1995, Indonesia berhasil menerbangkan pesawat CN-235 yang merupakan 100 persen hasil karya anak bangsa Indonesia Raya sekaligus sebagai kado manis Hari Ulang Tahun ke-50 Kemerdekaan Indonesia pada saat itu.

Rudy Habibie di mata publik Jerman termasuk warga terhormat karena kecerdasan dan kejeniusannya yang luar biasa dalam industri Jerman. Bahkan, salah satu kota di Jerman tepatnya kota Aachen merupakan kota tempat Rudy banyak meninggalkan kenangan indah dan memori manis serta suka duka kehidupan sewaktu pada usia mudanya yang penuh madu kehidupan bernama pengalaman kampus sehingga membentuknya menjadi ilmuwan berkarakter kuat sekaligus negarawan sejati penuh dedikasi.

Penulis Skotlandia, Robert Louis Stevenson berkata, “A friend is a gift you give yourself” yang maknanya sungguh menawan yaitu teman adalah hadiah yang kamu berikan untuk dirimu sendiri. Selama Rudy kuliah di Jerman, ia memiliki seorang teman dekat, seorang Tionghoa kelahiran Sukabumi. Rudy telah mengenalnya sejak masa SMA. Kedekatan mereka berdua yang sangat bhinneka ini diikat dengan baik pada masa perkuliahan.

Sahabat Tionghoa yang baik hati dan berbudi luhur Rudy Habibie itu memiliki nama Lim Keng Kie (Ken Laheru). Keng Kie juga merupakan salah satu peletak dasar jurusan penerbangan di Institut Teknologi Bandung. Disebabkan oleh masalah politik pasca G 30 S 1965, Keng Kie dan keluarga hijrah ke Amerika Serikat (hlm. 236).

Bagi Rudy Habibie pribadi, persahabatan tidak ada sangkut pautnya dengan suku, agama, dan ras sehingga walaupun Rudy dan Keng Kie dipisahkan oleh jarak benua dan dimensi waktu, persahabatan mereka berdua semakin erat. Suatu hal yang mesti dicontoh oleh setiap anak Indonesia dalam bingkai taman indah kebhinekaan Indonesia Raya.

Bahkan, pada waktu Rudy Habibie dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia yang ketiga dalam sejarah kepresidenan Indonesia, beliau mengundang secara resmi sahabatnya tercinta, Lim Keng Kie beserta keluarganya ke Istana Negara. Hal ini membuktikan dengan nyata bahwa persahabatan tidak pernah bisa dihapuskan seiring jarum waktu dan detik kehidupan yang terus bergulir ke depan (hlm. 237). Sungguh mengharu biru perasaan kita semua yang membuat kita juga ingin seperti beliau berdua suatu saat nanti. Amin.

Satu hal yang pasti bahwa tinta emas sejarah panjang dan sejarah besar dari tokoh-tokoh fenomenal bangsa kaya raya ini telah mencatat dengan baik sekaligus mengingat dalam hati sanubari paling dalam bahwa bakti Rudy Habibie pada bangsa Indonesia serta masyarakat Indonesia telah menjadi sayap keabadian yang dapat diceritakan secara turun temurun kepada generasi berikutnya. Buku yang wajib dimiliki dan dihayati oleh para anak muda Indonesia! Selamat terbang bersama Rudy Habibie!***

Rudy Habibie: Kisah Masa Muda Sang Visioner
Penulis:    Gina S Noer
Penerbit:    Bentang dan THC Mandiri, Yogyakarta
Cetakan:    Pertama, Oktober 2015
Tebal:     xiv + 266 halaman

Jimmy Frismandana Kudo, Guru Sejarah SMA Darma Yudha, Pekanbaru

KOMENTAR
Terbaru
Senin, 24 September 2018 - 11:32 wib

Lepas Caleg dengan Seremoni Berdiri

Senin, 24 September 2018 - 11:30 wib

Pemprov Sediakan 80 Komputer

Senin, 24 September 2018 - 11:27 wib

Tergoda Suami Orang

Senin, 24 September 2018 - 11:11 wib

5 Hari Perbaiki LDAK

Senin, 24 September 2018 - 10:50 wib

Pencairan TB Dilakukan Bertahap

Senin, 24 September 2018 - 10:42 wib

350 Guru Komite Akan Diangkat Jadi Honor Pemko

Senin, 24 September 2018 - 10:40 wib

Baby Shima Bius Warga Kota Jalur

Senin, 24 September 2018 - 10:39 wib

Pelaku Curas Antar Provinsi Dibekuk

Follow Us