KUNNI MASROHANTI (Redaktur)

Mengenang Dang Merdu

7 Februari 2016 - 10.37 WIB > Dibaca 1957 kali | Komentar
 
Mengenang Dang Merdu
KUNNI MASROHANTI
RIAUPOS.CO - SAYA adalah salah seorang yang malakonkan peran naskah teater di gedung pertunjukan yang tak terlihat lagi itu. Ada banyak naskah. Di sana saya berteriak, keluar masuk dari satu sudut ke sudut lain, dari satu pintu ke pintu lain. Dari atas panggung, depan, belakang, antara penonton atau mana saja sesuai tuntutan peran. Sangat flekaisbel karena gdung pertunjukan itu berbentuk arena.

Bukan hanya saya, senior-senior saya seperti Idrus Tintin (alm), Dasri Almumubarry (alm), Al Azhar, Ade Dharmawi, Taufik Effendi Aria, Temol Amsal, Tengku Ubaidillah dan masih banyak lainnya, juga bermain di sana.  Di sanalah mereka berekspresi, berperan dan menari, melanjutkan puak-puak tradisi melalui seni yang tak boleh mati. Di sana jua, penonton duduk bersempit-sempit dari bibir pintu kanan dan kiri hingga bibir panggung paling depan, bertepuk tangan, berteriak dan memuntahkan protes keras jika pertunjukan tidak menyenangkan. Di sana juga saya pertama kali menyutradai pementasan teater, tepatnya tahun 2000.

Saya tidak pernah lupa laman bermain dan tempat belajar yang membuat saya terus berkarya hingga hari ini. Tempat itu bernama Dang Merdu. Saya yakin, begitu juga dengan teman-teman pekerja seni lainnya. Saat melewati jalan tempat gedung itu berdiri, saya hampir tidak bisa melihat masa lalu itu lagi. Samar. Gelap di dalam sunyi. Benar-benar hanya sepi. Tak ada lagi suara orang berteriak, menari, bermain musik atau bertepuk tangan. Gedung itu benar-benar bisu. Sudah lama berdiri tapi tak jua berpenghuni.

Orang-orang yang melalui masa itu, pasti tidak akan pernah lupa dengan Dang Merdu. Nama itu melekat dalam hati siapa saja. Ya, nama perempuan paling berjasa; ibunda pahlawan negeri Melayu bernama Hang Tuah.

Dang Merdu semakin cantik. Tinggi semampai. Berkilat dari atas hingga bawah. Hampir semuanya kaca. Dikelilingi pagar besi dari depan hingga belakang. Namanya juga berubah, tak lagi Dang Merdu, tapi Menara Bank Riau Kepri; sebuah bangunan megah yang menjadi salah satu sumber investasi di Pekanbaru. Kehadirannya turut mewarnai perubahan wajah Pekanbaru.

Laman bermain para pekerja seni sudah lama pindah ke lokasi purna MTQ. Gedung Anjung Seni Idrus Tintin (ASIT), di sanalah laman itu kini. Besar. Jauh lebih bagus dari gedung seni Dang Merdu. Panggungnya besar dilengkapi lampu warna warni. Kursi-kursinya banyak, ada di bagian atas dan bawah. Memang perlu penyempurnaan fasilitas pendukung lainnya agar bisa lebih bagus lagi.

Laman bermain yang baru juga dibayangi gangguan lain. Dulu, di samping kanan kiri gedung pertunjukan ini dipenuhi replika rumah adat masing-masing kabupaten/kota di Riau. Tapi sekarang sudah banyak yang hilang, terutama  di sisi kiri gedung. Salah satunya replika Istana Siak. Di tempat ini sudah berdiri bangunan gedung olahraga bowling yang tak pernah digunakan lagi pasca PON XII lalu. Konon, mal yang dilengkapi pusat perbelanjaan sarana olahraga benar-benar akan berdiri di sini.

Tidak hanya bangunan Dang Merdu. Beberapa bangunan lama juga tergerus oleh bangunan-bangunan baru yang mengubah wajah Pekanbaru. Tumbuh kembangnya bangunan serba wah inilah yang membuat Pekanbaru dikenal sebagai kota tujuan investasi paling seksi di Indonesia.

 Gedung Dang Merdu telah berganti menjadi gedung dengan nilai investasi tinggi yang menjanjikan. Semoga Gedung Idrus Tintin tidak akan mengalami hal yang sama. Bukankah geliat di dalam tubuh Dang Merdu dan Idrus Tintin juga sebuah investasi? ***
KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 18 September 2018 - 13:44 wib

BUMN Dukung Pengembangan Wirausaha

Selasa, 18 September 2018 - 13:30 wib

Harga Emas Kembali Stabil

Selasa, 18 September 2018 - 13:30 wib

SMA Santa Maria Unggulkan Tim Putra

Selasa, 18 September 2018 - 13:20 wib

Subsidi Energi Membengkak

Selasa, 18 September 2018 - 13:00 wib

Bersihkan Sisa Banjir, Belajar Ditunda

Selasa, 18 September 2018 - 13:00 wib

Syamsuar, Gubernur Riau Terpilih Siap Dukung APPSI

Selasa, 18 September 2018 - 12:50 wib

Ulama di Ranah Minang Tolak Aturan Pengeras Suara Masjid

Selasa, 18 September 2018 - 12:42 wib

Kakek 11 Cicit dan 31 Cucu Nikah Isbat

Follow Us