SAJAK

Sajak-sajak A Warits Rovi

13 Maret 2016 - 02.18 WIB > Dibaca 1155 kali | Komentar
 
Reportase Kunang-kunang

malam susupi dusun, sekelun asap dari panggang jagung
melukisi punggung penganyam tikar di baitun
jadilah ia gambar nun, huruf hijai satu titik berbibir lengkung
azimat perempuan desa, bahwa segala arah menuju titik yang sama
ke sanalah sayapku mengepak, melipur hati yang retak.

nyanyian panjang pancaroba, lewati puluhan terumbuk
di ladang yang kerap ditawar orang, puluhan pohon pisang
daunnya melambai, mempertegas kesedihan
entah seperti apa kelak anak-anak bermain di bawah bulan?
bila tanah dijual setiap hari, tak memperkenankan aku lagi
terbang melabuhi tonggak sepi tanaman para
petani,

mungkin aku tak bisa mengaji lagi di reranting kesambi
mungkin aku akan mati dalam keadaan tak ada kiai.

Dik-kodik, 2016



Perut Moyang

di perutmu, katemel berpupur parutan kelapa
meluaskan tubuh jalan ke zaman paling lengang
hanya ada kau dan bebatuan, menulis nasib di telapak tangan
sebab itulah kau bisa meminta jam kepada tuhan
sebelum pagi ditentukan dengan kumandang azan.

di perutmu, sayur rebung tak berselisih
mempersila potongan singkong tak bergaram
hidangan bagi para pemilik kesenyapan malam
usai kau bersujud, meyakini yang wujud, bekas keningmu
menakir kecupan dari tahun-tahun yang jauh
yang harum garam dan sapi karapan.

di perutmu, kehamilanku tunduk kepada plasenta
katemel, rebung dan singkong menyusun tubuhku
belajar bergerak di antara lembut bibir dan mata paku.

Sumenep, 04.03.16



Pita Hijau

pita hijau, lancur janur madura
terikat di rambutmu, tanda bagi perawan
sebelum hari tersungging di balik pintu
barangkali ada orang tua mencari menantu.

pita hijau, lilitan janur madura
juntai memayung sebelah alismu
tanda kau bukan janda, bujang tak perlu gundah
masih ada jalan ke surga.

pita hijau, rumbai janur madura
sandang bagi perawan, jalan bagi bujang
mari tanggalkan, mari buang ke jalan
setelah keduanya satu di pelaminan.

Sumenep, 05.03.16



Perempuan Penumbuk Laru

angin terbenam dalam lesung kayu
leliuk lembut lidahnya
menjilat sampir-sampir kuning
yang melilit menyapu subuh
di antara kandang dan langgar
lahan kekuasaan moyang
dalam mengasuh dan membesarkan anak-cucu
dengan tulang dan laru.

sebelum aki berangkat menyadap lahang
restuilah penumbuk kayu nyamplung
menghaluskan laru menjadi rindu
bunyinya merambah tidur bukit
memantul ke lembah
riuh di pipih daun cendana, berpadu kicau burung
jadi nyanyian dusun musim gula.

dengan sepasang tangan ini
kusisip desah ke bubuk laru
agar bila aki memanjat pohon siwalan
cinta tak lupa dijangkau dengan salampar.

dengan tumbukan yang pelan
seayun yang bergeletar ke semak belukar
aku sengaja menumbuk kebatilan
supaya kecut laru membawa restu
hingga lahang aki manis, semanis wajahku.

Dik-kodik, 06.10.15



Patung Karapan Sapi

tandukmu mengintai sepi langit sumekar
di mana ujung mesti membidik
bulan yang bertengger di pucuk siwalan,
kembang-kembang mayang luruh
dengan seribu rintih bibir petani.

matamu kosong, semata melongo
pecahan beling terserak di dalamnya
terhimpun dari catatan luka orang pinggiran.

dan di lambungmu, gemeretak tulang-tulang
jerit tangis para kuli dan sesak dada si fakir
terus kudengar dengan satu telinga
menemani suara adzan dan iqamah.

ahaaaa, kau hanya semen tak berbulu
sapi tanpa induk yang memajang waktu
dalam cerita bisu.

kakimu menapak pura-pura
pada alas beton kuning tua
seakan tengah berjingkrak dan berpacu.

aku pun sadar
pada yang terpahat menjadi patung
lagu hidup masih bersambung.

Sumenep, 2015

A Warits Rovi. Lahir di Sumenep Madura 20 Juli 1988, karya-karyanya dimuat di berbagai media Nasional dan lokal  antara lain: Horison, Republika, Media Indonesia, Suara Merdeka, Seputar Indonesia, Indo Pos, dan Riau Pos, Kumpulan puisinya dapat dinikmati di berbagai antologi komunal. Kini aktif di Komunitas SEMENJAK dan membina sastra di Sanggar 7 Kejora, mengajar seni rupa di Sanggar Lukis DOA (Decoration of Al-Huda).

KOMENTAR
Terbaru
Jumat, 21 September 2018 - 17:30 wib

Apresiasi Komitmen Partai

Jumat, 21 September 2018 - 17:00 wib

Warga Dambakan Aliran Listrik

Jumat, 21 September 2018 - 16:30 wib

Real Wahid dan UIR Juara Kejurda Futsal 2018

Jumat, 21 September 2018 - 16:01 wib

Hotel Prime Park Promo Wedding Expo

Jumat, 21 September 2018 - 16:00 wib

Kondisi Firman Makin Membaik

Jumat, 21 September 2018 - 15:58 wib

Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru

Jumat, 21 September 2018 - 15:45 wib

1.601 Warga Ikuti Aksi Donor Darah Eka Hospital

Jumat, 21 September 2018 - 15:30 wib

Banjir, Pemkab Kurang Tanggap

Follow Us