SAJAK

Sajak-sajak Irma Agryanti

2 April 2016 - 21.39 WIB > Dibaca 991 kali | Komentar
 
Di Jalan Sepi

I said, “I’m under the gun.” Round here.
Oh, man, I said, “I’m under the gun.” Round here.
And I can’t see nothin’, nothin’. Round here.
- Counting Crows-

tak ada oditur bagi syuhada
waktu hanya
desau angin
hari yang sebentar

dan kabut menampik pagi
dan orang-orang suci
terbang ke marwah

para pemberi kabar pergi
dari riuh
menjelang ajal

tapi gigil adalah anak-anak berlarian
ke dalam rumah
suara tuhan membuat gugup

“di jalan sepi itu hanya ada lorong buntu,” tunjuknya

sebab antara udara dan hujan
seorang sahid berjalan
dengan kematian di kepalanya

2015


Dalam Kantuk yang Jatuh

There’s a dead man trying to get out
Please help me stay awake, I’m falling …
-Counting Crows -

tidurlah
dalam kantuk yang jatuh
di jalan turun itu

hari adalah igau tentang
mengapa surga tak nyata
mengapa kesedihan tak berkata

mimpi hanya maklumat
sebelum dan sesudah pagi
sebelum dan sesudah kematian

tidurlah
dalam kantuk yang jatuh
di jalan turun itu
di sisi laut, hijau pohon apel

2015  


Hikayat Tanah Merah
Sesaat Sebelum Letusan


syahdan …..
syahdan …..

hidangan di meja raja itu bukan bestik,
bukan palumara, bukan pula ancaman

hanya santapan untuk para begundal
hanya santapan meski bersiasat sesat

tapi perjamuan, said idrus
yang menyelamatkan kaum padri

dari tahun-tahun kegelapan
dan hantu wabah

syahdan …..
syahdan …..

2015


Delirium

menemukanmu sebagai bayang
terpusat dalam pikiran
malam degup angin
langit gelap dan hari memendek

menemukanmu sebagai delusi
terpisah dari ingatan
kabut lingkar mata
seperti tabir, sayup dan kuyup

dan di antara keduanya
kau menemukanku
sebagai kemalangan

2014


Vertigo

berputar di dalam yang rapuh
lengan waktu
melingkar di lingkar mata
melayang di jalan tahun

berputar di luar yang ragu
kaki nasib
mengambang di ambang hari
mengabur di haru takdir

2015  

Irma Agryanti, lahir di Mataram, Lombok. Buku antologi puisi tunggalnya, Requiem Ingatan (2013). Sedang menyusun buku antologi puisi tunggalnya yang kedua. Bergiat di Komunitas Akarpohon.

KOMENTAR
Terbaru
Senin, 24 September 2018 - 11:32 wib

Lepas Caleg dengan Seremoni Berdiri

Senin, 24 September 2018 - 11:30 wib

Pemprov Sediakan 80 Komputer

Senin, 24 September 2018 - 11:27 wib

Tergoda Suami Orang

Senin, 24 September 2018 - 11:11 wib

5 Hari Perbaiki LDAK

Senin, 24 September 2018 - 10:50 wib

Pencairan TB Dilakukan Bertahap

Senin, 24 September 2018 - 10:42 wib

350 Guru Komite Akan Diangkat Jadi Honor Pemko

Senin, 24 September 2018 - 10:40 wib

Baby Shima Bius Warga Kota Jalur

Senin, 24 September 2018 - 10:39 wib

Pelaku Curas Antar Provinsi Dibekuk

Follow Us