SAJAK

Sajak-sajak Sobirin Zaini

9 April 2016 - 23.33 WIB > Dibaca 1103 kali | Komentar
 
Celoteh Wak Berbaju Hitam
dan Dua Orang Kawan Tentang
Mimpi dan Impian


“Mari kita buat apa yang dapat kita buat
sekecil apapun, untuk mengubah semua yang kelu
biar lebih baik, dari berpuluh tahun ngilu”

Celoteh Wak berbaju hitam dalam mimpiku tadi malam
berkeringat termenung duduk di atas tilam
igau pergi dengan ngiau suara musang
aku tak dapat lelap hanya setakat kembali mimpi buruk
padahal telah berpuluh tahun sebati
dalam tiap jengkal nadi

Ops, jangan cakap mimpi, kata seorang kawan
sebut dengan impian, sebab mimpi sesaat, kalau impian panjang
ya, kawanku yang terhormat, sambut kawan yang lain
semua tergantung penafsiran, dalam hati dan makna di tiap kepala tak sama
jangan samakan dengan makna dalam kepalamu saja
wahai kawan yang terhormat, nasib kita tak sama
engkau terlahir berada, tersebab keluarga, kami dari serba tak ada
takdir awal kita tak sama, kawan
tapi akhirnya, bisa saja lain cerita  
 
Tlkp, 03-04#2016


Pujuk Rayu Tentang
Sebuah Perjalanan

: S.Q.A

Tentu aku menginginkan surga di wajahmu, ketika tak larat lagi kakiku menerabas belukar persoalan demi persoalan, sedangkan disana kulihat garis sepi malam menutupi sinar bulan yang mulai merona

Kau tetaplah gula yang menyelinap dalam secangkir kopi, takkan manis pula jika tak kunjung kuaduk, dan takkan terasa jika lidahku tak mengecupnya barang sedikit

Lalu tak disadari, telah lama perjalanan ini, singgah dari titik ke titik, sejauh dermaga yang kita tinggalkan, sepanjang matahari menari bersama renyai hujan di kelopak matamu, aku serupa pemimpin kafilah yang dungu, tak cakap mengemudi dan mengubah haluan, stagnan pada jalur itu, sementara raut wajahmu mengisyaratkan sesuatu, yang tak kau ucapkan pun, telah lama kutahu

Maka demikianlah ini perjalanan, dari sejak lama aku belajar layaknya burung, terbang membaca arah di mana ranting akan kuhinggapi, aku tak henti merangkai helai demi helai rumput, membangun istana esok hari

Maafkanlah untuk saat ini, beri aku waktu sedikit lagi…

Tlkp, 03-04#2016


Napas dalam Detak Jantungku
: A.F.N

Girangmu membuat aku kelu
mengukur berat perjalanan
menerka-nerka akhir tujuan

Tapi kau laksana hujan
turun ketika kelopak kembojaku kering   
membiaskan harap pada tiap tangkainya
lalu mekar dengan indahnya  

Teriakmu membakar semangat
memaksaku bangkit menyusun berbagai rencana
mewujudkan semua yang ada di kepala
hari ini, dan esok yang tak terduga

Kaulah napas dalam detak jantungku
pada setiap derap langkah
meski sangat kumengerti
tak sampai ke mana dunia ini

Tlkp, 03-04#2016


Menelan Pahit

Kabut pagi dalam segumpal kesunyian ini
semata menyisakan keluh
serupa suara perenjak yang jauh
makin jauh, jauh tak terhingga

Tetap akan terasa jua kecut nasib
dalam semangkuk gulai siput
juga gulai pucuk ubi
saat meraba-raba dalam temaram
hingga gelap menyergap
pahit di tekak tersedak harap
 
Di sendu parit ini, air tak mengalir
seribu nyeri sebak di dada
tak baik mengeluh, kata seseorang
telan saja pahit yang tak tertanggungkan itu
mari berubah, kata seseorang lagi
mengubahmu, kataku, serupa debu sepanjang jalan itu
sama sulitnya mengubah kebodohan isi kepalamu
 
Maka tak payah lagi cerita, kata seseorang yang lain
di tubuh parit ini air tak mengalir
sementara perenjak berganti murai batu
makin jauh suaranya, kicaunya makin tak menentu

Tlkp, 03-04#2016

Sobirin Zaini, kelahiran Teluk Pambang, Bengkalis, 1980.  Alumni Universitas Islam Riau. Sejumlah puisi dan cerpennya terangkum dalam berbagai buku. Peraih Anugerah Sagang Kategori Buku Pilihan tahun 2009.

KOMENTAR
Terbaru
Sabtu, 17 November 2018 - 11:01 wib

Telkomsel Raih Dua Penghargaan Tingkat Asia Pasifik

Sabtu, 17 November 2018 - 10:46 wib

E-Samsat Tahap II Dibuka, BNI Perluas Layanan ke 16 Provinsi

Sabtu, 17 November 2018 - 09:50 wib

Harimau Terjebak di Kolong Ruko, Berhasil Diselamatkan

Sabtu, 17 November 2018 - 09:48 wib

Toyota Posisi Teratas untuk Fitur Keselamatan

Sabtu, 17 November 2018 - 09:41 wib

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kajati Riau Eksekusi Penunggak Iuran

Sabtu, 17 November 2018 - 08:31 wib

Dari Ambon Daihatsu Jelajahi Pulau Seram

Jumat, 16 November 2018 - 18:00 wib

Menteri Keamanan Siber Jepang Ternyata Tak Mengerti Komputer

Jumat, 16 November 2018 - 17:30 wib

Dua Kecamatan Masih Terendam

Follow Us