OLEH DEVI FAUZIYAH

Perbandingan Teks

16 April 2016 - 23.20 WIB > Dibaca 1996 kali | Komentar
 
Perbandingan Teks
Seringkali dijumpai sebuah teks naskah kuno memiliki kemiripan dengan teks naskah kuno lainnya. Kemiripan tersebut bisa saja sangat besar, tetapi bisa sebagian kecil saja. Biasanya, kemiripan beberapa teks itu disebabkan penyalinan yang dilakukan terhadap sebuah teks. Semakin banyak teks yang mirip (akibat proses penyalinan) dapat menjadi salah satu indikasi teks tersebut sangat disukai oleh masyarakat pada waktu itu.

Di dalam proses penyalinan teks tersebut, adakalanya seorang penulis sangat setia dengan teks yang menjadi rujukannya sehingga teks yang dihasilkan sangat mirip. Akan tetapi, tidak jarang seorang penulis melakukan perubahan terhadap teks, baik secara sengaja atau tidak. Akibatnya, muncul teks-teks yang masih terlihat kesamaannya, tetapi juga memiliki perbedaan-perbedaan yang kadangkala cukup signifikan. Bahkan, beberapa teks sudah mengalami perubahan judul, penambahan episode atau tokoh dalam cerita, dan perubahan-perubahan lainnya. 

Beberapa contoh yang dapat diberikan untuk teks-teks yang mengalami berkali-kali penyalinan adalah Serat Gandakusuma dan Hikayat Muhammad Ali Hanafiah. Cerita Panji pun dikenal dalam versi Jawa dan Melayu.  

Teks-teks yang mirip tersebut dapat dianalisis dengan pendekatan sastra banding. Sastra banding adalah pendekatan  dalam ilmu sastra yang tidak menghasilkan teori tersendiri. Boleh dikatakan teori apa pun bisa dimanfaatkan dalam penelitian sastra banding sesuai dengan obyek dan tujuan penelitiannya (Damono,1999). Menurut Clements, terdapat lima pendekatan yang dapat dilakukan di  dalam sastra banding, yaitu: tema (mitos), genre (bentuk), gerakan (zaman), hubungan antara sastra dengan bidang seni atau disiplin ilmu lain, dan pelibatan sastra sebagai bahan perkembangan teori. Sementara itu, Jost membagi pendekatan sastra banding dalam empat bagian, yaitu: pengaruh dan analogi, gerakan  dan kecenderungan, genre dan bentuk, serta motif, tipe, dan tema.  

Salah satu naskah yang menarik untuk dianalisis dengan pendekatan ini adalah naskah Puspakrema dan Hikayat Indraputra. Menurut Meij, naskah Puspakrema berbentuk lagu (syair) yang dapat dijumpai dalam bahasa Jawa, Sunda, Bali, Madura, dan Sasak. Jumlah manuskrip Puspakrema sangat banyak dan tersimpan di Indonesia, Belanda, dan Selandia Baru. Naskah  Puspakrema bercerita tentang seorang pangeran kecil yang diterbangkan sangat jauh oleh Puspakrema untuk mencari obat bagi Raja Sangsyan sehingga akhirnya ia dapat mempunyai anak. Akhir cerita, Raja dan Ratu Sangsyan mempunyai seorang anak perempuan yang kemudian  menikah dengan pangeran. Kemudian pasangan yang baru menikah itu mendirikan kerajaan baru. 

Sementara itu, Hikayat Indraputra berbentuk prosa berbahasa Melayu. Tidak diketahui siapa penulis naskah  yang diperkirakan ditulis sebelum tahun 1700-an ini. Hikayat Indraputra bercerita tentang seorang pangeran kecil yang diterbangkan oleh merak emas. Akhir cerita, Indraputra dapat menyelesaikan semua rintangan yang dihadapinya dalam perjalanannya dan pulang dengan mempunyai empat istri.

Melalui perbandingan ini, akan terlihat persamaan dan perbedaan yang terdapat di dalam kedua naskah tersebut, seperti pembicaraan berikut.

Persamaan yang terdapat antara Puspakrema dan Hikayat Indraputra adalah 1) Kedua naskah tersebut masuk kategori naskah kuno karena keduanya ditulis dengan tulisan tangan dan telah berusia lebih dari lima puluh tahun; 2) Naskah ini sama-sama bercerita tentang seorang pangeran kecil yang diterbangkan sangat jauh dari tempat tinggalnya. Di dalam Puspakrema, pangeran tersebut diterbangkan  untuk mencari obat bagi Raja Sangsyan, sedangkan di dalam Hikayat Indraputra juga bercerita tentang seorang pangeran kecil yang diterbangkan oleh merak emas;  3) Keterangan waktu yang terdapat dalam kedua naskah ini bersifat sangat umum seperti: …untuk waktu yang lama, beberapa tahun kemudian ….dan semacamnya; 4) Persamaan lainnya adalah  menentukan keterangan  waktu dalam cerita  ditunjukkan dengan tindakan, ….ketika ia diterbangkan oleh merak emas hari sudah mulai gelap; 5) Sama-sama tidak menjelaskan mengenai tempat terjadinya cerita secara pasti, hanya disebutkan: di bumi, di langit, dan kembali ke bumi lagi, danau di pegunungan,  padang,  gurun, istana,  medan perang, kebun, hutan, negara-negara angkasa disebutkan tetapi tidak pernah dielaborasi; 6) tema sentral cerita keduanya adalah anak-anak, penciptaan negara baru dan cara untuk mendapatkan keduanya; 7) karakter Raja dalam Puspakrema dan Hikayat Indra Putra diperkenalkan sebagai seorang raja yang  benar dan mulia dan dicintai oleh rakyatnya; dan 8) penceritaan narasi dimulai tanpa titik waktu tertentu, tidak ada kalimat  pasti  awal atau akhir dari narasi itu sendiri.   

Selain persamaan, terdapat pula perbedaan antara Puspakrema dan Hikayat Indraputra. Perbedaan tersebut di antara: 1) Puspakrema yang dijadikan objek perbandingan ini ditulis dalam bahasa Jawa, sedangkan Hikayat Indraputra ditulis dalam bahasa Melayu. Alasan mengapa seni tradisi lisan ini dituliskan adalah si penulis berharap bahwa seni tradisi lisan ini tidak punah dan masih dapat diwariskan pada generasi berikutnya. Sekarang, cerita Puspakrema  dan Hikayat Indraputra ini tidak hanya  dapat dimengerti oleh masyarakat Jawa atau Melayu saja, tetapi juga oleh  masyarakat lainnya di nusantara ini melalui kerja filolog; 2) Puspakrema ini adalah kisah yang sangat sederhana tanpa banyak deskripsi, sedangkan Hikayat Indraputra mengandung banyak deskripsi dan penyimpangan dalam cerita. Puspakrema tidak menceritakan tokoh dan alur ceritanya secara rinci. Sebagai sebuah lagu, alur cerita di dalam Puspakrema sekadar dapat dimengerti oleh para pendengar. Sebagai sebuah prosa, Hikayat Indraputra berpeluang untuk bercerita tentang tokoh dan alur cerita dengan  lebih luas.

Memperbandingkan naskah dapat menambah pembendaharaan pengetahuan mengenai kekayaan naskah Nusantara. Semoga pula dapat menambah rasa ingin tahu pembaca terhadap naskah kuno. Semoga!***

Peneliti Sastra pada Balai Bahasa Provinsi Riau
KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 15 November 2018 - 16:15 wib

BPN Komit Realisasikan Program PTSL 2018

Kamis, 15 November 2018 - 16:00 wib

Sabhara Gagalkan Rencana Tawuran Sekelompok Pemuda

Kamis, 15 November 2018 - 15:45 wib

Pembangunan RSUD Indrasari Terlambat

Kamis, 15 November 2018 - 15:30 wib

BNNK Ringkus Pengedar Antar Provinsi

Kamis, 15 November 2018 - 15:15 wib

Pertamina Jamin Pasokan BBM di Riau Cukup

Kamis, 15 November 2018 - 15:15 wib

Sinergi Pemerintah-Swasta Tingkatkan Pendidikan Karakter Guru

Kamis, 15 November 2018 - 15:01 wib

Bulog Tawarkan Beras Berkualitas dan Murah

Kamis, 15 November 2018 - 15:00 wib

Banjir di Inhu Kembali Makan Korban

Follow Us