RESENSI BUKU

Cara Cepat ke Tanah Suci

14 Mai 2016 - 23.00 WIB > Dibaca 1400 kali | Komentar
 
Siapa yang tak ingin bisa cepat sampai ke tanah suci? Banyak orang ingin menunaikan ibadah haji maupun umrah, akan tetapi sangat sedikit yang mau benar-benar mengusahakannya. Uang lagi-lagi menjadi alasan utama seorang mengatakan dirinya belum bisa ke tanah suci. Meskipun faktanya, ada juga banyak orang yang memiliki banyak uang namun belum bisa ke tanah suci. Masalahnya memang bukan orang mampu yang bisa berkunjung ke tanah suci, tetapi Allah akan memampukan orang-orang yang bersungguh-sungguh ingin sampai ke sana. Jadi bisa dikatakan, masalah terbesar seseorang belum sampai ke tanah suci bukanlah karena uangnya, namun karena kemauannya yang belum kuat sehingga ia tak mau melakukan cara-cara cepat bisa sampai ke tanah suci.

Hamdu Nanda, seorang pengusaha muda bisnis travel umrah meluncurkan sebuah program cara cepat menunaikan ibadah ke tanah suci melalui apa yang ia sebut dengan istilah Tafahum (Tabungan Faedah Umroh). Program ini memberikan solusi bagi setiap orang yang mungkin merasa dirinya terkendala dengan uang untuk bisa melakukan ibadah umroh atau haji. Program ini juga menjadi salah satu hal yang penulis tawarkan dalam bukunya yang berjudul Bongkar Cara Cepat ke Tanah Suci.

Di dalam buku Bongkar Cara Cepat ke Tanah Suci tersebut, Hamdu Nanda mengungkapkan banyak alasan mengapa banyak orang yang tak tergerak hatinya berangkat ke tanah suci padahal harta bendanya cukup banyak. Kita cukup sering mendengar alasan orang yang belum mau berangkat ke tanah suci, alasan yang lucu dan membuat kita tertawa. Ibu kenapa nggak mendaftar haji atau umrah? Kan duitnya sudah banyak dan lebih dari cukup. Jawaban yang sering kita dengar biasanya begini, “Maaf Bu, saya rasanya belum dapat panggilan dari Allah, nantilah kalau sudah dipanggil.” Itu jawaban yang lucu dan sangat dibuat-buat. Sebenarnya ibu ini ingin bilang, kalau hatinya belum dibuka Allah untuk menjalankan ibadah haji dan umrah.

Dia sedang menunggu hidayah itu datang dan hatinya tergerak untuk berangkat haji dan umrah dengan sendirinya. Panggilan Allah itu kematian, jadi kalau kita menunggu dipanggil Allah dulu baru menunaikan ibadah haji atau umrah, sama saja kita bilang menunggu mati dulu baru melakukan ibadah haji dan umrah. Panggilan Allah atau hidayah itu dicari, bukan ditunggu. Kalau kita cuma menunggu, ada banyak orang yang mencari, maka wajar kalau kita ketinggalan beribadah dengan orang lain. Karena kesempatan beribadah itu kita yang mencari dan menjemputnya.

Menurut penulis dalam bukunya tersebut, ada tiga hal yang harus dipersiapkan oleh seorang yang bersungguh-sungguh ingin bisa sampai ke tanah suci, yakni niat, usaha dan doa. Ketiganya harus maksimal dilakukan secara beriringan. Ibadah haji dan umroh merupakan ibadah yang Allah wajibkan bagi orang-orang yang mampu. Mampu secara materi, mampu secara fisik dan sebagainya. Akan tetapi pada kenyataannya, Allah tidak lah memanggil berhaji dan umrah orang-orang yang mampu tersebut, melainkan Allah akan memampukan orang-orang yang memiliki niat yang kuat dan ikhlas ingin berangkat ke tanah suci. Jadi di sinilah pentingnya memasang niat. Niat yang kuat bisa mengalahkan uang puluhan hingga ratusan juta. Orang yang memiliki banyak uang belum tentu memilikin keinginan dan niat yang menggebu-gebu untuk bisa sampai ke tanah suci, bahkan kebanyakan dari mereka dilalaikan dengan dunia. Namun mereka yang mungkin hanya memiliki uang pas-pasan justru sudah sangat rindu bertamu ke rumah Allah.

Demikian juga dengan usaha yang dilakukan. Beberapa usaha yang bisa membantu seseorang bisa berangkat cepat ke tanah suci adalah dengan banyak membantu orang lain. Ada banyak kisah orang-orang yang bisa berangkat ke tanah suci diawali dari ketulusan hatinya untuk membantu banyak orang. Selain itu usaha lain dilakukan dengan mengumpulkan uang atau menabung. Penulis menawarkan solusi konkrit melalui program tafahum yang telah ia canangkan.

Buku dengan ketebalan sedang ini menggunakan bahasa-bahasa ringan dan persuasif yang enak dibaca. Di dalamnya juga dicantumkan kisah orang-orang yang bisa berangkat cepat ke tanah suci dengan berbagai amal kebaikan yang mereka lakukan. Bagaimana diceritakan dalam buku ini orang-orang yang melakukan kebaikan-kebaikan tulus lalu dibalas oleh Allah dengan rezeki tak terduga yang akhirnya mengantarkan orang tersebut ke tanah suci. Selain itu, buku ini juga berisi panduan praktis memilih travel umrah yang aman dan nyaman untuk dipilih. Ada banyak travel menawarkan harga murah, namun tak jarang juga yang memang murahan dan mengecewakan.

Karena bahasanya yang mudah dipahami, buku ini juga layak dibaca para ibu-ibu yang hendak berangkat ke tanah suci sebagai panduan praktis selama menjalankan ibadah disana. Di dalam buku ini disebutkan bagaimana seharusnya ibadah di tanah suci itu, apa saja kesalahan yang sering dilakukan para jamaah di tanah suci yang harus dihindari. Buku ini juga bisa dibaca oleh orang tua kita yang sudah tua sekalipun. Karena berisi kisah-kisah yang menggugah emosi dan biasanya juga disukai kalangan tua yang lebih suka mengambil ibrah. Layak dibaca oleh siapa saja yang ingin bersegera ke tanah suci meski terkendala urusan uang.***

Nafiah Al Marab, bergiat di Forum Lingkar Pena Riau.
KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 18 September 2018 - 19:30 wib

Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos

Selasa, 18 September 2018 - 19:00 wib

Sosialisasi SPIP Capai Maturitas Level 3

Selasa, 18 September 2018 - 18:41 wib

Lima Keuntungan Menggunakan Aplikasi Kasir Online Kawn

Selasa, 18 September 2018 - 18:30 wib

8 Kecamatan Ikuti Iven Pacu Sampan

Selasa, 18 September 2018 - 18:00 wib

Komunitas Muda Madura Siap Menangkan Jokowi

Selasa, 18 September 2018 - 18:00 wib

Perusahaan Diminta Peduli

Selasa, 18 September 2018 - 17:30 wib

Rider Berbagai Provinsi Bakal Ramaikan Jakjar 5

Selasa, 18 September 2018 - 17:22 wib

AJI Pekanbaru Kirim Delegasi ke Festival Media 2018 di Pontianak

Follow Us