SASTRA

Kenduri Puisi Gelorakan Sastra di Kota Dumai

21 Mai 2016 - 21.25 WIB > Dibaca 622 kali | Komentar
 
PEKAN silam, sebuah helat sastra Riau kembali digelar. Kali ini di Kota Dumai, tepatnya di Bandar Bakau, Sabtu (14/5). Komunitas Seni Rumah Sunting (KSRS) sebagai pelaksana sengaja menggelar kegiatan dua bulanan itu di Kota Dumai setelah sebelumnya di Kabupaten Kampar dan Pelalawan. Alasannya, untuk lebih menyemerakkan sastra khususnya puisi di Kota Dumai yang sudah beriak sejak lama.

Berbagai elemen masyarakat, instansi dan lembaga seni, penyair, seniman, budayawan dan pekerja seni Kota Dumai, bahu membahu menyemarakkan kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya mendukung dengan memberikan semangat secara riil maupun materil, tapi juga hadir dan membacakan puisi bersama dalam kegiatan bertema ‘Sekolah, Alam dan Puisi’ tersebut.
Dewan Kesenian Kota (DKD) Dumai, yang baru mau berjalan dan menjalankan aktifitasnya, menyambut hanya kegiatan tersebut. Sejak awal, DKD telah membantu memberikan solusi hingga ke akhir acara. Apa yang dilakukan DKD merupakan kewajiban dan keharusan sebagai sesama lembaga yang bersungguh-sungguh menggelorakan dunia kesusateraan di Riau.

‘’Kami tidak bisa membantu lebih banyak sehingga Kenduri Puisi ini terlaksana dengan meriah. Justru kami berterimakasih karena ada komunitas di Pekanbaru yang datang ke Dumai untuk menggelorakan dunia kesusasteraan khususnya puisi di Dumai ini. Maka, kamipun wajib menggelorakan bersama, wajib mendukung semampu kami bisa. Kegiatan ini membuat kami semakin bersemangat selain jadi saling mengenal,’’ ungkap Ketua DKD Dumai, Hendrawan.

Diakui Hendrawan, pengurus DKD Dumia saat ini belum lama dilantik. Berbagai kegiatan kesenian juga belum bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya. Dengan Kenduri puisi, semangat untuk menggelorakan kesenian di Dumai semakin membuncah. Terlebih saat Pembina Rumah Sunting, Kunni Masrohanti yang tidak bisa hadir dalam kegiatan itu sering menjalin komunikasi meski lewat telpon. Tidak hanya dengan dirinya, tapi juga pengurus DKD atau seniman dan penyair Dumai yang lain.

‘’Tentu kami tak mau kalah. Orang lain bisa membuat kegiatan di Dumai dengan semarak, kami harusnya lebih bisa. Inilah semangat yang kami rasakan dalam Kenduri Puisi, termasuk lomba baca puisi tingkat SMA. Apalagi pesertanya juga luar biasa. Pementasan yang dipersembahkan berbagai komunitas menarik dan berkualitas. Masyarakat Dumai berterimakasih untuk ini,’’ ungkap Hendrawan yang hadir bersama sekretaris DKD Muhammad Razali dan pengurus lainnya.

Para penyair Dumai yang sudah lama tak terdengar suara dan karyanya juga bermunculan. Salah satunya Tyas AG. Penyair kawakan Dumai ini juga hadir. Bahkan menjadi pembicara dalam diskusi bersama serta membacakan puisi di panggung utama di lapangan Bandar Bakau. Suara Tyas menggelegar seperti karya-karya yang sudah lama tak dibacakan.

Selain Tyas, juga hadir Ketua Majelis Seniman dan Budayawan (MSB) Kota Dumai. Yopie. Ia mewakilkan pembacaan puisi kepada Tantry, salah satu pengurus MSB untuk membacakan puisi. Bandar Bakau yang malam itu terang oleh lampu panggung dan ratusan lampu colok, semakin menggelegar oleh suara Tantry.

Darwis Mohammad Saleh atau yang dikenal dengan Tok Wis selaku pengelola Bandar Bakau, lebih mendukung terlaksanakanya kegiatan tersebut. Secara utuh, ia mempersiapkan kawasan itu untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Atap dan lantai beberapa pendopo yang dijadikan tempat diskusi dan penginapan peserta dari Pekanbaru sebanyak 70 orang, diperbaiki sedemikian rupa sehingga lebih rapi.(jef)

KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 18 November 2018 - 06:45 wib

Bela SBY, Ruhut Sebut Prabowo Seperti Beruang Madu

Minggu, 18 November 2018 - 06:03 wib

PBNU Tak Sependapat dengan PSI Soal Perda Syariah dan Injil

Minggu, 18 November 2018 - 05:34 wib

Ketua PGI Tanggapi Positif Kritik Grace

Minggu, 18 November 2018 - 05:11 wib

Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah

Minggu, 18 November 2018 - 04:36 wib

Kata Jokowi Monumen Kapsul Menyimpan Idealisme Seperti Avengers

Minggu, 18 November 2018 - 03:59 wib

Alasan Jerinx SID Tak Mau Temui Via Vallen

Minggu, 18 November 2018 - 02:50 wib

Wow, A Man Called Ahok Tembus 1 Juta Penonton

Minggu, 18 November 2018 - 02:15 wib

Pembagian Sertifikat Tanah Harus Ada Tindak Lanjut Pemerintah

Follow Us