SENI MUSIK

Album "Tu Bulan Tu Bintang" Segera Dirilis

21 Mai 2016 - 21.32 WIB > Dibaca 1083 kali | Komentar
 
BERANGKAT dari keyakinan bahwa potensi anak-anak Riau tak kalah saing dengan daerah lainnya, Yayasan Kesenian Riau kembali memproduksi album lagu anak-anak. Album yang bertajuk Tu Bulan Tu Bintang itu dinyanyikan sekelompok anak-anak Riau yang dinamakan grup Aquriau Jr.

Mereka yang tergabung di dalam grup Aquriau Jr, rata-rata masih duduk di bangku sekolah SD dan SMP.  Namun sebagian dari mereka, telah meraih prestasi dalam bidang tarik suara sampai ke tingkat nasional. Potensi dan prestasi yang didapat itulah menjadi bukti bahwa penyanyi-penyanyi cilik Riau tidaklah kalah saing dengan penyanyi cilik di daerah lainnya.
Disamping itu, alasan yang mendasari terlahirnya album Tu Bulan Tu Bintang karena fenomena hari ini dimana minimnya produksi lagu anak-anak baik di tingkat nasional apalagi lokal. Hal itulah yang dijelaskan pelatih sekaligus pengarang lagu-lagu di dalam album Tu Bulan Tu Bintang, Benie Riaw.

“Anak-anak kita tak kalah saing. Potensi mereka saya kira juga luar biasa hanya saja perlu wadah untuk menampung potensi-potensi yang mereka miliki. Kemudian kita mencoba menghimpun mereka, melakukan pembinaan dan menyiapkan materi, “ ujar musisi senior itu itu.

Sekitar delapan bulan proses pembinaan dan latihan, barulah dua bulan belakangan, anak-anak yang tergabung dalam Aquriau Jr mempersiapkan materi untuk proses rekaman. Diceritakan Beni Riaw, pada awalnya, anak-anak berhimpun di Sanggar Tengkah Zapin. Disana mereka memulai pertemuan dengan tim yang lain. Hanya saja dalam perjalanannya, ada hal yang perlu diluruskan dan difokuskan terutama terkait dengan visi dan misi.

Kata Benie, Sanggar Tengkah Zapin misinya beralaskan tradisi sedangkan Aquriau Jr lebih kepada industri musik. Oleh karenanya kemudian, Benie dan kawan-kawan yang lain mencoba untuk lebih fokus kepada apa yang menjadi visi dan misi grup Aquriaw ini. Yaitu bagaimana album yang dinyanyikan penyanyi cilik asal Riau ini menajdi ikon di Kota Pekanbaru.

“Kita coba balek ke pangkal lagi. Dalam satu wadah, agak berbeda visi agak sulit. Jadi kita coba lebih fokus lagi, vokal saja. Lebih kepada pengembangan anak-anak. Kita bisa melihat hari ini, betapa banyak sekolah musik tapi orientasinya tak kelihatan, artinya tidak banyak yang fokus untuk produksi album. Sedangkan kita melihat, potensi mereka besar sekali. Nah, untuk kota sebesar kota Pekanbaru ini harus ada ikon agar apa yang disebutkota layak anak itu benar-benar ada spiritnya, ada gerakan dan buktinya,” jelas Babe sapaan akrab lelaki yang berambut gondrong tersebut.

Album anak-anak yang diproduksi oleh Yayasan Kesenian Riau sebenarnya bukanlah produksi perdana. Tahun 2010 lalu, juga sudah pernah diproduksi dengan tajuk “Album Anak Riau”. Memang rentang waktu yang sangat lama tetapi paling tidak apa yang dilakukan menjadi motivasi bagi musisi Riau untuk kembali bergairah dalam memproduksi karya-karya anak negeri. “Ini kan sebagai motivasi, agar yang lain juga suatu saat bisa terpancing kreativitasnya. Tidak hanya penyanyi cilik tetapi juga barangkali musisi-musisi di Riau ini.

Awalnya kita coba dulu projek lagu anak-anak ini. Ke depannya kita coba produksi album-album yang lain. Sehingga dengan demikian, kita bisa melihat sejauh mana anak-anka Riau mampu berkiprah. Dan harapan kita tentu saja antara pusat dan daerah tidak ada jurang pemisah,” ucapnya. 

Ada sebanyak sembilan lagu di dalam album Tu Bulan Tu Bintang. Ke semua lagu merupakan ciptaan Bennie Riaw. Sedangkan konsep lagu disebutkannya bergenre pop Melayu. Artinya, basiknya tetap Melayu tetapi kemasan dan arransmennya pop. Dengan demikian, semua orang bisa menikmati lagu-lagu yang termuat di album tersebut.

“Boleh dikatakan sentuhan Melayu kekinian, basik Melayunya tetap ditonjolkan sedangkan pop untuk menyesuaikan kemajemukan masyarakat di Pekanbaru ini, sehingga lagu bisa dinikmati oleh semua orang,” jelasnya.(jef)

KOMENTAR
Terbaru
Senin, 21 Januari 2019 - 16:45 wib

Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik

Senin, 21 Januari 2019 - 16:31 wib

Pengusutan SPPD Fiktif Dewan, Tunggu Gelar Perkara

Senin, 21 Januari 2019 - 16:15 wib

Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu

Senin, 21 Januari 2019 - 15:37 wib

Transformasi Hilangkan Bobot 57 Kg

Senin, 21 Januari 2019 - 15:35 wib

Setiap Zaman Akan Menemukan Pemimpinnya

Senin, 21 Januari 2019 - 15:25 wib

Harga Beras Lokal Naik Lagi

Senin, 21 Januari 2019 - 15:15 wib

Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas

Senin, 21 Januari 2019 - 15:05 wib

MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan

Follow Us