TEATER

Kemas Panggungkan Budaya Lokal

21 Mai 2016 - 21.36 WIB > Dibaca 606 kali | Komentar
 
KOMUNITAS Seni Muda Bernas (Kemas) Kepulauan Meranti kembali menggelar kegiatan Pentas Teater Pelajar, Ahad (15/5) lalu. Kegiatan yang melibatkan para pelajar ini merupakan agenda tahunan di mana tahun ini, sudah yang ke dua kalinya.

Suatu hal yang kemudian menggembirakan menurut Pimpinan Kemas, Berty Asmara adalah dua tahun pelaksanaan helat tersebut menunjukkan bahwa generasi muda terutama pelajar yang menjadi peserta berhasil menggali potensi, khazanah budaya lokal yang ada di Meranti.

“Mereka mempertunjukan kreatifitas beralaskan kekuatan lokal konten, artinya apa yang menjadi tujuan helat yang kami taja, alhamdulillah tercapai,” ujarnya.

Setidaknya ada 17 peserta yang ikut dalam kegiatan yang dilaksanakan di SMAN 1 Tebingtinggi tersebut. Semua terbagi dalam 11 kelompok untuk tingkat SMA dan 6 kelompok untuk peserta tingkat SMP. Peserta terdiri dari berbagai daerah kecamatan di Kepulauan Meranti itu mengangkat berbagai tema yang kesemuanya bersumber dari budaya tempatan.

Misalnya, ada kelompok yang mengangkat tradisi Buang Ancak. Tradisi itu kemudian dijadikan cerita. Sehingga tradisi yang usang itu, dikenalkan kembali lewat karya-karya kreatif khususnya teater. Belum lagi, pengucapan dialog dari peserta yang sangat petah mengucapkan logat Melayu dalam setiap cerita yang dipentaskan.

“Dalam hal ini tentulah kita bangga menyaksikan generasi muda menggali dan mempelajari serta mengekspresikan khazanah budaya yang mereka punya. Apalagi para peserta yang rata-rata adalah anak-anak muda yang baru mengenal dunia seni. Ini menurut saya penting sebagai dasar. Kemudian, pada proses selanjutnya, bila mereka hendak mengembangkannya lagi, itu terserah saja. Artinya, seni itu kan universal, kita tidak pula mesti menutup kemungkinan-kemungkinan lain seperti pemahaman terhadap budaya-budaya lain yang bisa dikembangkan di tempatan. Yang paling penting, mereka terlebih dahulu dikenalkan dengan budaya yang mereka punya,” ujar Berty panjang lebar.

Hanya saja, beberapa catatan lain dari pengataman kegiatan yang sudah berlangsung selama dua tahun ini, menurut Berty di satu sisi ada yang menurun. Tahun lalu, banyak dari peserta yang membawakan konsep teater bangsawan. Namun tahun ini, hampir tidak ada peserta yang membawakannya. Padahal sebenarnya, keberadaan teater bangsawan juga salah satu dari khazanah seni yang cukup populer di kawasan pesisir Riau.

“Pemahaman ini yang barangkali perlu disampaikan dan diberi pemahaman kepada para peserta ke depannya,” jelas Berty lagi.

Kemas salah satu dari sekian banyak sanggar seni yang konsisten melaksanakan kegiatan seni di Kabupaten Kepuluan Meranti. Walaupun dengan segala keterbatasan, namun Kemas mampu menjadi pilihan bagi anak-anak muda untuk mengisi waktu dan berkarya dengan kegiatan positif. Dikatakan ketua Ketua Umum Kemas Kepulauan Meranti, Heru Sandra, kegiatan yang dilaksanakannya tersebut untuk memupuk bakat seni dari para pelajar.  Selain itu, tentu saja meningkatkan eksistensi dalam rangka melaksanakan kegiatan positif di kalangan pelajar.

“Melalui kegiatan ini kami mengajak pelajar untuk dapat berkarya dan dapat terhindar dari berbagai hal negatif seperti narkoba dan lainnya. Meskipun, di helat ini, kami harus merogoh kocik sendiri untuk menutupi segala kekurangan yang ada,” ujar Yudi.(jef)

KOMENTAR
Terbaru
Senin, 19 November 2018 - 19:09 wib

Duit Korupsi Amankan Kasus Istri

Senin, 19 November 2018 - 18:47 wib

Teken Petisi, Selamatkan Nuril

Senin, 19 November 2018 - 17:00 wib

Kejari Kuansing Terima Penghargaan Terbaik Se-Riau

Senin, 19 November 2018 - 16:30 wib

Laga Kambing, Satu Tewas Satu Kritis

Senin, 19 November 2018 - 16:00 wib

Pemkab Ingatkan Perusahaan

Senin, 19 November 2018 - 15:30 wib

Bupati Buka Kejuaraan Panahan

Senin, 19 November 2018 - 15:28 wib

Imaculata Autism Boarding School Beri Award pada Kompol Netty

Senin, 19 November 2018 - 15:15 wib

Dua Jembatan Timbang Dikelola Pihak Swasta

Follow Us