SAJAK

Sajak-sajak Beni Setia

21 Mai 2016 - 22.37 WIB > Dibaca 1389 kali | Komentar
 
Rindu Tak Terkuburkan

gelisah menyasar lambung, bagai
sedang menghaluskan permukaan
rindu, dengan amplas nomor 12—
miang baja mengkilaskan suasana hati

aku tidak lagi jenak mengenangkanmu
—siksa berulang, ramadan memanjang
tanpa ada lebaran dan takbiran; sedang
mercon bersidentam menyerukan kangen

seperti perempuan hamil, dengan si
janin mati sebelum melahirkan: aku
menanggung cinta selamanya—melampaui
penguburan bawah kanopi bambu rimbun

nun. tapi aku kembali setia menjemput
kembali ke pintu halaman—meski kaki
tidak jejak seperti selama itu. mengambang

2015


Kabar dari yang Pulang

udara bau mercon. pekak sisa ledakan
ditandai cuilan kertas alit di halaman

di situ mungkin ada secuil bahak, pada
basah gelendong pecah di daun delima

sekaligus gaung tangis, tersiborehkan di
rumput—percik ranting ditabrak kalong  

lantas lengang. setapak dilebati jejalan
rumput liar dan sisa embun. bersulang

: adakah yang mati akan pulang kepada
  kekasih yang menunggu 70 tahun ini?

mungkin harus menyusulmu—yang mati
tidak pernah balik mengabarkan kamu  

2015
 

Selingan, 2

di sekali waktu akan tuntas mengucapkan
alhamdulillah—tanpa tersekat fonem awal

yang diikuti tubuh berkobar, karena avtur
membanjiri jantung + aorta—tubuh angus

menyerpih dan tubuh lagi. berkejaran sama
siksa kecil dan sakit samar kian memekat

dengan sekali sepanjang siksaan ada sedetik
jeda—saat bisa mengeja kata alhamdulillah

dan ucapan syukur yang tidak pernah tuntas
sekali akan terimla lengkap—jeda surgawi

2015


Sorga Kecil di Pedesaan Jawa

semangkuk sup dingin tidak basi sisa pesta,
dengan kerupuk cuil, dan segelas es rumput
laut serta agar-agar sisa sekali disenduk—itu
surga yang diselundupkan pencuci piring. enak!

2015

Beni Setia, lahir di Bandung, 1954. Belajar sastra secara ototodidak. Menulis puisi, cerpen, esei sastra dan sosial-budaya, serta resensi buku, dimuat di berbagai media. Bukunya yang telah terbit, Legiun Asing: Tiga Kumpulan Sajak (1987), Dinamika Gerak (1990), Harendong (1996), Babakan (kumpulan puisi, Kiblat, 2010) dan Cerita Singkat dan Tafsir Politik (kumpulan cerpen, FSS, 2010).

KOMENTAR
Terbaru
Senin, 19 November 2018 - 19:09 wib

Duit Korupsi Amankan Kasus Istri

Senin, 19 November 2018 - 18:47 wib

Teken Petisi, Selamatkan Nuril

Senin, 19 November 2018 - 17:00 wib

Kejari Kuansing Terima Penghargaan Terbaik Se-Riau

Senin, 19 November 2018 - 16:30 wib

Laga Kambing, Satu Tewas Satu Kritis

Senin, 19 November 2018 - 16:00 wib

Pemkab Ingatkan Perusahaan

Senin, 19 November 2018 - 15:30 wib

Bupati Buka Kejuaraan Panahan

Senin, 19 November 2018 - 15:28 wib

Imaculata Autism Boarding School Beri Award pada Kompol Netty

Senin, 19 November 2018 - 15:15 wib

Dua Jembatan Timbang Dikelola Pihak Swasta

Follow Us