SENI TARI

Hampir Semua Daerah Andalkan Tari Tradisi

28 Mai 2016 - 22.59 WIB > Dibaca 2274 kali | Komentar
 
Hampir Semua Daerah Andalkan Tari Tradisi
DELAPAN  kelompok tari dari beberapa daerah di Provinsi Riau mempergelarkan tari tradisi di Anjung Seni Idrus Tintin, Kamis Malam (26/5). Di ajang yang bertajuk Parade Tari Daerah Riau tajaan UPT Museum dan Taman Budaya Provinsi Riau itu para peserta dengan bangga menggelar kekayaan gerak tari yang masih hidup dan berkembang di daerahnya masing-masing.

Keberadaan tari tradisi di daerah tertentu, bukanlah sesuatu yang kebetulan belaka tetapi tari yang hidup berkembang di masyarakat pendukungnya memiliki nilai dan filosofi tersendiri. Nilai itu merupakan adaptasi dari pola hidup dan pola pikir masyarakatnya. Ianya bertahan disebabkan masih adanya keyakinan akan kekuatan dan daya pesona serta fungsinya bagi masyarakat setempat.

Ajang itu juga memperlihatkan adanya upaya agar tradisi tetap terjaga, menjadi pola dasar untuk berkreasi lebih lanjut. Menimbulkan kecintaan bagi generasi muda untuk mempelajari kekayaan tradisi yang dimiliki. Hal itu dapat terlihat dari sebagian besar peserta yang mengikuti ajang lomba itu terdiri dari generasi muda bahkan ada beberapa kelompok yang membawa anak-anak untuk menari. Dengan demikian, tradisi kembali dapat dipertontonkan sebagai sebuah seni pertunjukan, mampu pula bersaing dengan keberadaan seni tari kreasi dan modern hari ini.

Kedelapan kelompok itu terdiri dari Kabupaten Kepulauan Meranti, Bengkalis, Pelalawan, Kampar, Rohil, Kota Dumai, Pekanbaru dan Siak. Mereka tampil secara bergantian mengusung tari tradisi dengan kemasan seni pertunjukan. Dapat disaksikan ragam tari tradisi yang dipergelarkan untuk ajang lomba itu berupa tari zapin, silat dan juga joget serta langgam.

Dari Kabupaten Siak misalnya, membawakan sebuah tari yang diberi judul Zapin. Sebuah tari yang diyakini oleh masyarakat setempat sebagai tarian klasik yang pernah tumbuh dan berkembang di istana. Disusul setelahnya Kota Dumai yang membawakan tarian berjudul Semangat Berzapin.

Dari Kabupaten Kampar, sebuah tari karya Wan Harun Ismail menampilkan karya tari berjudul Bungo-bungo Perisai. Dalam tradisi masyrakat Kampar, setiap tamu yang datang pada masa dahulu disambut dengan silat perisai, sebuah tanda dan simbol penghormatan dan juga penghargaan sehingga para tamu yang datang merasa aman.

Sementara itu, dari Kabupaten Pelalawan membawakan tari zapin berjudul Zapin Pecah 12. Tari yang memang masih hidup dan berkembang di daerah Pelalawan, yang dulunya berasal dari saudagar dan pemuka agama dari Arab. Lalu kemudian, tari itu diubahsuaikan oleh masyarakat tempatan.

Dari Kabupaten Bengkalis membawakan tari berjudul Zapin Sekampung. Zapin Meskom menjadi pilihan pagelaran yang dibawakan oleh anak-anak muda yang terdiri dari lelaki dan perempuan itu. Tari zapin diyakini bagi masyarakat tempatan memiliki magnet dan daya pikat dalam kehidupan mereka. Karena di dalamnya tercermin nilai-nilai persaudaran, perjuangan, dan nilai-nilai kehidupan lainnya. Kesemuanya tercermin dari gerak dan ragam yang ada.

Sedangkan dari Kabupaten Kepulauan Meranti, dengan bangga mereka membawakan tarian Joget Sonde. Aditywa Werdana selaku koregrafer mengangkat tari joget sonde yang masih dapat ditemukan di daerah Meranti. Ditarikan oleh lelaki dan perempuan, uniknya dalam pertunjukan itu, koregrafer sengaja mempersembahkan para penari perempuan yang berbadan gemuk. Tak heran kemudian, pertunjukan dari Kabupaten Meranti menjadi tontonan yang menghibur para pengunjung malam itu.

Sedangkan dari Kabupaten Indragiri Hilir membawakan tari berrjudul Pirik Lalan. Sebuah tari dari masyarakat Banjar. Tari yang yang menggambarkan kisah rumah tangga, seorang suami yang hendak merantau jauh sementara istri tidak merelakan karena takut ditinggalkan. Terjadi bujuk rayu yang diisyaratan melalui gerak dalam tari tersebut sehingga kemudian, si istri merestui kepergian suaminya demi kelangsungan keluarga.

Dari Pekanbaru membawakan tarian berjudul Rentak Zapin. Sebuah tari yang berangkat dari gerak zapin. Mengisahkah tentang perjalanan dan perkembangan zapin di Pekanbaru. Nilai-nilai adat Melayu digambarkan melalui gerak demi gerak yang mengedepankan rentak kaki tersebut.

Meranti Wakili Riau Ke Tingkat Nasional

Dewan juri yang menilai dalam perlombaan itu terdiri dari para tokoh seni budaya dan juga pelaku tari di Riau maupun dari Nasional. Lima orang dewan juri malam itu diantaranya, SPN Iwan Irawan Permadi (Riau), Zulkifli ZA (Riau), Tengku Rahimah (Riau), Sentot (IKJ Jakarta), Ismunardi (TMII Jakarta).

Berdasarkan penilain yang dilakukan dewan juri, akhirnya Kabupaten Kepulauan Meranti berhasil menyisihkan tujuh kelompok dari kabupaten kota lainnya. Selain itu, kelompok dari kabupaten ini juga berhasil meraih juara umum karena disamping sebagai penyaji terbaik, juga mendapatkan Penata Musik Terbaik dan Pengelolaan Terbaik. Dengan demikian, kelompok ini akan mewakili Riau pada tingkat nasional yang akan digelar di Bangka Belitung beberapa bulan ke depan.

Disebutkan salah seorang dewan juri, Iwan Irawan Permadi,  apa yang dipergelarkan oleh para pelaku tari yang mengikuti Parade Tari Daerah Riau 2016 sudah sesuai dengan keriteria yang telah ditetapkan panitia meskipun ada beberapa yang masih tampak ragu-ragu. Namun selaku dewan penilai, para dewan juri tetap berpijak pada ketentuan yang berlaku serta kriteria penilaian yang telah disepakati bersama.

Adapun penyaji terbaik II diperoleh kabupaten Bengkalis, peringkat ke III dari kabupaten Indragiri Hilir, harapan I dari Pelalawan, Harapan II dari Dumai dan harapan III dari kabupaten Kampar. (jefrizal)

KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 21 November 2018 - 10:15 wib

Sekda Tinjau Kerusakan Jalan Rokan-Kampung Tinggi

Rabu, 21 November 2018 - 10:00 wib

Pekanbaru Yakin Jadi Tuan Rumah Porprov 2021

Rabu, 21 November 2018 - 10:00 wib

Polisi Telusuri Jaringan Pengedar Empat Kilogram Sabu-Sabu

Rabu, 21 November 2018 - 09:53 wib

Solar Langka di Batam

Rabu, 21 November 2018 - 09:50 wib

dembele kecanduan game

Rabu, 21 November 2018 - 09:46 wib

Beban Belanja Pegawai Makin Berat

Rabu, 21 November 2018 - 09:45 wib

Jembatan Kayu Sei Mondiang Kota Lama Butuh Perhatian

Rabu, 21 November 2018 - 09:41 wib

MoU APBD Terkendala Utang

Follow Us