SAJAK

Sajak-sajak Eddy Pranata PNP

29 Mai 2016 - 00.03 WIB > Dibaca 1166 kali | Komentar
 
Suara Azan Bergema di Kejauhan

sebenarnya aku ingin mengajakmu  
mengelilingi jalan kampung
setelah sungguh malam
berisik jangkrik dan belalang
berseliweran kunang-kunang
juga kelepak kelelawar
embun menebal di dedaunan

setelah lewat rimbun rumpun bambu kita tengadah
langit kemilau serupa hati kita, serupa hati kita?

kita susuri jalan setapak

menjelang subuh sampai di sebuah lembah
kabut tebal mengapung
tiba-tiba kauberbisik: “peluklah aku, sekali saja”
sorot matamu mengerjap
darahku mencair

suara azan bergema di kejauhan.
    
Cirebah, 10 Mei 2016


Lorong Waktu yang Memanjang

lorong waktu yang memanjang jauh di belakang kita
sepertinya menyedot untuk kembali lagi
tapi kulihat dirimu ragu dan aku juga ragu
sejauh manakah langkahmu dan langkahku telah berjalan
sudah berapa banyakkah angin dan serpih
matahari kita telan
lorong waktu yang memanjang jauh di belakang kita
seperti bercahaya walau samar
masih amat samar ou, mungkinkah kita kembali menyusuri
lorong waktu itu?

matamu bercahaya
dadaku berkali-kali berdebar

jikalau kau benar ingin melampiaskan seluruh amarahmu
lampiaskanlah di seluruh sela kata dalam puisiku
jikalau kau benar ingin mencampakkan seluruh puisiku
tinggalkan satu kata untuk penghibur hari-hariku

tulang dalam tubuhku mencair
hati dan jantungku dan dagingku lebur
tinggal sukmaku mengapung menyerupai bait puisi
mengapung membentur-bentur hati dan jantungmu
dan dagingmu yang bercahaya

gerimis menderas
engkau sembunyikan airmatamu dalam hujan

tubuhmu kuyup
langkahmu luruh

engkau hanya bisa melihat ia berlari
kian menjauh.

Cilacap, 24 Maret 2016


Ke Langit Cahaya

sekecil apa pun kautularkan rasa kasihmu
pada ngeong kucing di rumahmu
ada tangan sunyi yang mencatatnya
dan mungkin engkau tidak tahu; hidup ikhlas
sejatinya telah melambungkan nama dan rohmu
ke langit cahaya!

Cilacap, 21 Maret 2016


Yang Sangat Rahasia

ada sebagian tulang rusukku yang hilang
di tengah laut di tengah alun gelombang
di antara runcing karang
dan aku terus berlayar
terus menulis puisi
hingga rindumu-rinduku menyatu
dalam satu pintu
dalam satu lipatan sejarah

yang sangat rahasia.

Cirebon, 16 Maret 2016


Setiba di Stasiun Purwokerto dan Hujan di Hatiku

selalu, setiba di stasiun purwokerto
ada sejumput kenangan yang membetot kesunyianku
: rasa kasih itu, rasa takut kehilangan itu
rasa ragu dan cemburu itu
rasa sedih dan ngilu itu
dan aku pun duduk di ruang tunggu
dengan sebait puisi yang gelisah

danbila engkau tahu bahwa senja ini hujan di hatiku
tentulah engkau memberiku mantel dan sebaris puisi yang hangat
bila engkau tahu bahwa senja hujan di hatiku
kuharap langkahmu kaupercepat menemuiku
aku tahu senja ini tak ada hujan di hatimu
maka aku diam saja, diam saja tanpa menyapamu.



Eddy Pranata PNP, sekarang tinggal di Cirebah, sebuah dusun di pinggiran barat Banyumas, Jawa Tengah. Lahir 31 Agustus 1963 di Padang Panjang, Sumatera Barat.  Sehari-hari beraktivitas di  Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Buku kumpulan puisi tunggalnya: Improvisasi Sunyi (1997), Sajak-sajak Perih Berhamburan di Udara (2012), Bila Jasadku Kaumasukkan ke Liang Kubur (2015), Ombak Menjilat Runcing Karang (2016). Puisinya dipublikasikan di Horison, Indopos, Suara Merdeka, Padang Ekspres, Riau Pos,  Kedaulatan Rakyat, Fajar Sumatera, Lombok Pos, Harian Rakyat Sumbar, Singgalang, Haluan, dan lain-lain.

KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 18 November 2018 - 20:28 wib

Berlari 15 Menit untuk Daya Ingat yang Baik

Minggu, 18 November 2018 - 20:23 wib

Jadi Pemilik Akun Penyebar Hoax, Istri Gubernur Diselidiki Polisi

Minggu, 18 November 2018 - 20:20 wib

IDI Riau Gembira PN Pekanbaru Menangkan Gugatan Anggotanya

Minggu, 18 November 2018 - 14:18 wib

1250Orang Antusias Ikuti Rangkaian #Hands4Diabetes

Minggu, 18 November 2018 - 06:45 wib

Bela SBY, Ruhut Sebut Prabowo Seperti Beruang Madu

Minggu, 18 November 2018 - 06:03 wib

PBNU Tak Sependapat dengan PSI Soal Perda Syariah dan Injil

Minggu, 18 November 2018 - 05:34 wib

Ketua PGI Tanggapi Positif Kritik Grace

Minggu, 18 November 2018 - 05:11 wib

Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah

Follow Us