TRADISI BALIMAU KASAI

Petang Memegang Azam

4 Juni 2016 - 23.58 WIB > Dibaca 584 kali | Komentar
 
TRADISI balimau Kasai Potang Mogang di Kabupaten Pelalawan merupakan puncak tradisi adat yang dipusatkan di anjungan Tepian Ranah Tanjung Bunga Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam. Tradisi ini dimaknai sebagai petang memegang azam atau niat untuk melaksanakan ibadah puasa.

Adapun tujuan dari tradisi ini adalah untuk menyucikan diri dalam menghadapi bulan suci Ramadan. Penyucian yang dimaksudkan adalah pembersihan diri baik fisik maupun bathin. Ritual ini juga dapat dimaknai sebagai upacara atau ritual yang menggambarkan kegembiraan umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Bahkan bagi masyarakat Pelalawan khususnya di Kecamatan Langgam berkeyakinan bahwa tradisi ini dapat pula mengusir berbagai macam penyakit kedengkian yang tertanam dalam hati manusia selama bulan Ramadan. Selian itu, seperti yang disampaikan salah seorang budayawan asal Pelalawan, Griven H Putra bahwa tradisi Mandi Belimau Kasai Potang Mogang juga pada hakikatnya adalah mandi taubat.

Selain berkaitan dengan hal-hal diatas, pesan-pesan di dalamnya juga terkandung sebuah ajakan untuk mencintai alam. Buktinya kata Griven berbagai bahan-bahan yang menjadi syarat dari prosesi mandi terssebut, di dalamnya adalah tumbuhan-tumbuhan yang memang di tanam oleh masyarakat setempat seperti misalnya limau dan daunnya, pandan wangi, dan lain-lain.

Sejatinya, tradisi ini dilaksanakan pada petang sebelum memasuki bulan Ramadhan. Seperti halnya yang dilakukan jug aoleh pemerintah Kota Pekanbaru dan beberapa daerah lainnya. Akan tetapi, tradisi ini di Kabupaten Pelalawan sudah pula dijadikan iven budaya dan keparawasitaan. Oleh karena itulah dilaksanakan pada Kamis (02/6) lalu yang juga dihadiri oleh pejabat setempat beserta masyrakat.

Bila ditinjau dari segi budaya maka kegiatan ini tentulah perlu sekali dilestarikan, karena upacara ini merupakan simbol pembersihan diri. Balimau kasai, itu sendiri adalah mandi dengan menggunakan air yang dicampur dengan limau atau jeruk. Limau yang digunakan bermacam-macam kadang limau purut, limau nipis atau limau kapas. Sedangkan kasai yang bermakna lulur dalam bahasa Melayu adalah bahan alami seperti beras, kunyit, daun pandan dan bunga bungaan yang membuat wangi tubuh.

Balimau Kasai bagi masyarakat Melayu Riau mempunyai makna yang mendalam yakni bersuci sehari sebelum Ramadhan. Diceritakan Griven, tradisi ini dulunya tidaklah dilakukan secara seremoni seperti halnya sekarang ini.  Tetapi dilakukan di tepian rumah masing-masing. Dan tentu saja, tempat mandi tidaklah bercampur antara perempuan dan lelaki.

Artinya semua pemahaman ini kemudian perlu disosialisasikan kepada masyarakat.  Selain mandi di sungai dengan limau yang dianggap sebagai penyucian fisik, prosesi adat ini juga dijadikan sarana untuk memperkuat rasa persaudaraan sesama muslim dengan saling mengunjungi dan meminta maaf.

Rangkaian acara dari tradisi Balimau Kasai Potang Mogang di Kabupaten Pelalawan telah dimulai dari sejak Sabtu (28/5) yang dimeriahkan dengan rangkaian adat budaya Melayu, mulai dari ziarah kubur dan juga doa bersama. Untuk pelaksanaan ziarah kubur, masyarakat Langam bersama-sama mendatangi makam untuk melakukan ziarah, sambil membersihkan makam dan kemudian memanjatkan doa bersama.

Sedangkan lazimnya, upacara Balimau Kasai Potang Mogang ini dimulai dengan makan bejambau atau makan beradat bersama para pemuka adat, batin, ninik mamak, serta tokoh masyarakat dan para alim ulama.  Lalu sebelum prosesi Balimau Kasai dilaksanakan, upacara Togak Tonggol terlebih dahulu dilakukan sebagai upacara pembuka yang dipimpin oleh Datuk Rajo Bilang Bungsu.

Tonggol itu sendiri adalah bendera suku sebagai simbol kebesaran suku-suku masyarakat adat Langgam yang dikibarkan di atas tiang panjang. Hal itu merupakan pertanda bahwa suku pemilik tonggol tidak memiliki permasalahan apapun di dalam adat tradisi yang diselenggarakan. Dalam pada itulah dibacakan warkah oleh tetua adat. Warkah yang terkait dengan pesan-pesan dan amanah tentang larangan-larangan dalam melaksanakan ibadah puasa ramadan.

Upacara Ritual Adat Mandi Balimau Kasai Potang Mogang 2016 yang memilih tema “Memperkuat Kelembagaan Melayu dan Jati Diri Pemangku Adat” itu turut dihadiri oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Bupati Kabupaten Pelalawan H.M Harris, Wakil Bupati Pelalawan H. Zardewan, perwakilan Kementerian Pariwisata dan Kementrian LHK, Tengku besar Sultan Pelalawan, H Asyaidi Syarief Kamaruddin Haroen, Sekda Kabupaten Pelalawan, Forkompinda Pelalawan, Pejabat dilingkungan pemprov Riau dan Kabupaten Pelalawan, dan tokoh masyarakat kecamatan Langgam dan juga .

Adapun serangkaian kegiatan yang dilaksanakan guna memeriahkan iven budaya tersebut antara lain, tabligh akbar, seminar adat, pentas seni, perlombaan gasing dan lomba pompong hias.(jefrizal)

KOMENTAR
Terbaru
Kamis, 20 September 2018 - 20:34 wib

BPJS TK Beri Penghargaan pada Tiga Perusahaan Terbaik

Kamis, 20 September 2018 - 19:00 wib

Olahraga Bangun Peradaban Positif

Kamis, 20 September 2018 - 18:43 wib

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

Kamis, 20 September 2018 - 18:38 wib

AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina

Kamis, 20 September 2018 - 18:30 wib

Polres Gelar Apel Pasukan Operasi Mantap Brata

Kamis, 20 September 2018 - 18:24 wib

Ketua Ombudsman RI Gelar Kuliah Umum di Unri

Kamis, 20 September 2018 - 18:00 wib

Sah, BPI Kerjasama dengan Negeri Istana

Kamis, 20 September 2018 - 17:39 wib

Dimsum, Chinese Food Yg Menggugah Selera

Follow Us