SASTRA

Rupa-rupa Seni Jelang Ramadan di Panggung Tok Tan

12 Juni 2016 - 01.35 WIB > Dibaca 577 kali | Komentar
 
Rupa-rupa Seni Jelang Ramadan di Panggung Tok Tan
KEMENTERIAN Parawisata dan Ekonomi Kreatif dan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman belum lama ini mencanangkan sebuah program Riau Menyapa Dunia yang diselenggarakan di Jakarta. Gubernur Panggung Tok Tan, A. Aris Abeba kemudian segera merespon program pemerintah tersebut dengan caranya sendiri.

Di sebuah panggung yang diberi nama Panggung Tok Tan yang terletak di kawasan Kulim-Pekanbaru, Aris Abeba menggelar sebuah helat yang diberinya tajuk Riau Menyapa Dunia lewat Puisi dan Seni Islam. “Program itu baru saja diluncurkan, tapi kita para pelaku seni di Riau langsung dan segera merespon program yang menurut saya sangat bagus itu,” ujarnya.

Kegiatan itu juga sekaligus dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1437 H. Katanya, lewat acara ini, yang tentunya dikemas dalam nuansa Islami, adalah bentuk kegembiraan para seniman karena bertemu kembali dengan bulan suci yang datang sekali dalam setahun itu.

 Tak heran jika kemudian, helat yang digelar pada Ahad lalu itu diisi dengan penampilan musik Melayu-Islam dan puisi Islami. Para pelaku seni yang hadir tampil sesuai dengan keahliannya masing-masing. Di antaranya, penampilan baca puisi Islam para penyair Riau, penampilan musik Islam dan Melayu oleh Grup Musik Annida pimpinan Firdaus MA Jabbar  dan bual-bual "Riau Menyapa Dunia Lewat Puisi dan Seni Islam".

Panggung Tok Tan sendiri dikatakan penyair asal Riau itu, merupakan upaya untuk membuka laman bermain bagi seniman dan pelaku seni yang ada di Riau. Segala bentuk kreatifitas akan ditampung di sini, untuk itulah Aris mengajak kepada para seniman untuk bersama-sama mengisi panggung tersebut.

“Dalam berkesenian, ternyata tidak hanya persoalan berkarya akan tetapi juga, kita semampu daya mempersiapkan sarana dan prasarana guna memajukan kesenian itu sendiri. Umur boleh tua, tapi konsistensi terhadap kesenian harus tetap terjaga,” ungkap Aris Abeba penuh optimis.

Hadir dan memberikan sambutan Asisten I Setdaprov Riau, Ahmadsyah Harrofie, Kepala UPT Bandar Serai, OK Pulsiamitra dan para sastrawan dan tokoh  di antaranya Husnu Abadi, Fakhrunnas MA Jabbar, Ian Machyar, Murdock, Sarbaini Sulaiman dan Qori Islami.  Diramaikan juga malam itu oleh para generasi muda dari pengurus KNPI Riau dan organisasi pemuda lainnya.

Ahmadsyah Harrofie yang kemudian berkesempatan tampil di panggung serta bebrincang-bincagn dengan Aris Abeba terkati dengan program Riau Menyapa Dunia. Disebutkannya pula, helat seni yang diprakarsai komunitas Panggung TokTan patut diparesiasi karena turut serta dalam menghidupkan dan memperkenalkan khasanah seni di tanah Melayu Riau. Hal itu berksesuaian pula dengan Pemprov Riau yang baru saja mencanangkan program kepariwisataan “Riau Menyapa Dunia” yang mempromosikan berbagai lokasi dan iven pariwisata Riau ke mancanegara. Katanya, masih banyak kekayaan seni-budaya Melayu Riau yang perlu dipromosikan ke mancanegara. Sebab, sebagian besar seni budaya tersebut memiliki kekhasan dan daya tarik bagi wisatawan dunia.

Sementara itu, Kepala UPT Bandar Serai, OK  Pulsimitra yang turut hadir mewakili Kadis Parekraf Riau, mengemukakan sebenarnya upaya “Riau Menyapa Dunia” sudah dimulai sejak lama.  Terutama ketika para seniman dan pelaku seni di Riau menampilkan kreativitasnya di mancanegara. Disebutkan beberapa di antaranya seperti tim kesenian  Riau pernah tampil di negara-negara Eropa bahkan sampai ke Amerika Latin, Iwan Irawan Permadi bersama tim tari, A. Aris Abeba dan OK Pulsiamitra bersama tim seni, Fakhrunnas MA Jabbar dan Ramon Damora di bidang sastra Melayu, Rida K. Liamsi dan sejumlah sastrawan di Korea Selatan dan lain-lain.

Terkait dengan Panggung TokTan dijelaskan kembali oleh Aris Abeba  adalah sebuah komunitas sastra yang dipusatkan di Jalan Harmonis No.5, Hangtuah Ujung, Kawasan Kulim (Depan Kementerian Perindustrian Pekanbaru).

Komunitas ini diprakarsai oleh tiga sastrawan yakni A. Aris Abeba, Dheni Kurnia dan Fakhrunnas MA Jabbar. Sejak didirikan sejak awal tahun 2016 silam, Panggung TokTan sudah menggelar lima kali kegiatan di antaranya Malam Persahabatan Swiss-Riau yang dihadiri oleh Presiden Verrein Schweiz-Indonesia, Lina Schmidlin dan suami, Erick Schmidlin. Begitu pula acara Malam Sastra Serantau Melayu yang dihadiri Sastrawan Singapura, Bunda Anie Dien dan sejumlah penggiat seni dari Filipina. Begitu pula Malam Kartini yang dihadiri oleh Ketua BKOW Riau yang juga pengusaha wanita, H. Irma Rachman dan sejumlah pengurus lainnya.

“Ke depannya, kita sudah merancang berbagai program helat seni di panggung TokTan ini. Saya kira, demikianlah yang bisa dilakukan untuk menghargai kerja para seniman. Bahkan ke depannya, kita sudah merancang bagi sesiapa yang tampil kemudian, tampilannya mampu memukau penonton, akan diberi penghargaan tapi tentu saja menurut penilaian Aris Abeba,” tutup Gubernur Panggung Tok Tan tersebut. (jefrizal)
KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 18 November 2018 - 06:45 wib

Bela SBY, Ruhut Sebut Prabowo Seperti Beruang Madu

Minggu, 18 November 2018 - 06:03 wib

PBNU Tak Sependapat dengan PSI Soal Perda Syariah dan Injil

Minggu, 18 November 2018 - 05:34 wib

Ketua PGI Tanggapi Positif Kritik Grace

Minggu, 18 November 2018 - 05:11 wib

Grace Harus Uraikan Maksud Perda Syariah

Minggu, 18 November 2018 - 04:36 wib

Kata Jokowi Monumen Kapsul Menyimpan Idealisme Seperti Avengers

Minggu, 18 November 2018 - 03:59 wib

Alasan Jerinx SID Tak Mau Temui Via Vallen

Minggu, 18 November 2018 - 02:50 wib

Wow, A Man Called Ahok Tembus 1 Juta Penonton

Minggu, 18 November 2018 - 02:15 wib

Pembagian Sertifikat Tanah Harus Ada Tindak Lanjut Pemerintah

Follow Us