SAJAK

Sajak-sajak Reski Kuantan

18 Juni 2016 - 23.14 WIB > Dibaca 1286 kali | Komentar
 
Menebang Pohon

Kupanggil engkau
oi penghuni batang kayu
penunggu rimba leluhurku
tujuh bunga dan tujuh angin penjuru
doa dan dupa tanda pengakuanku.

Pada sepi belukar
pada yang lasak menancap sabar
pada gemerisik gugur daun
pada yang gigih menghitung kurun
tiada yang dua
kupanggil engkau wahai sesama.

Tundukku tundukmu jua
takjubku takjubmu pula
entah api atau tanah
entah cahaya atau semesta
sembah kita sembah yang sama
maka biar kutebas tumbuh pohonmu.

Kuansing, 2016



Anjing dalam Diri

Yang pahit di darahku
yang busuk di dagingku
aku tak sendiri
siapa dapat maknai sepi?

Ia anjing dalam diri
terus  menyalak dan menangis
menggigit dan mencakar
merobek laparku
merobek dahagaku
setubuhi amarahku.

Begitu dekat
demikian erat
tanpa sekat
dalam gelap
dalam diri.

Ia beri aku sakit
beri aku pahit
beri aku pelukan
beri aku pelukan.

Oh sudah bertahun
melipat kurun
yang dingin dan asing.

Kuusir ia tapi tak pergi
kubunuh tak mati-mati
ia anjing dalam diri
paling tahu rasa sedih
paling pandai bersembunyi.

Kuansing, 2016



Berkali-kali

Berkali-kali aku ingin jadi lumut
yang tumbuh di bekas pijakan kakimu
tempat kau berlama-lama
menanggung rindu dan cinta.

Lalu menyaksikan apa yang kau saksikan
langit dan hujan
muram malam atau senyap yang tajam
mungkin.

Berkali-kali aku ingin merasakan
penderitaan yang kau rasakan
kemudian menguburnya dalam-dalam
untuk diriku sendiri.

Kuansing, 2016


Aku Sepi Itu

Aku sepi itu
berjalan sendiri
memanggil-manggilmu
berharap langit dan nasib baik
pertemukan kita
dan rindu yang mendegup dadaku
segera tumpah ke dadamu.

Padang, 2016



Duri dan Daging

Aku tulis tubuhmu
duri dan daging
darah bening
sembari kau eja namaku
berulang-ulang
suaramu masuki tenggorokanku.

Kita membusuk
meringkuk
saling tangkap
saling dekap
saling sekap.

Oh kau milikku
tubuhmu tubuhku
duri dan daging
menyatu.

Oh diri
oh duri
oh daging
dendam-dendam
diam-diam menjadi duri
menjadi daging
darah bening
mengering.

Aku tulis tubuhmu
gairah bertahun
dihisap kurun
lukamu lukaku
berpeluh-peluh
tumpah dalam lenguh
kita satu.

Satu tubuh
dalam darah
dalam gairah
dalam marah
dalam cinta
tanpa dusta
tanpa kata.

Karena kata tak mampu sampaikan luka
tapi cinta menyatukan apa saja.

Kuansing, 2016


Reski Kuantan, lahir di Kuantan Singingi, Riau. Sejak kecil telah memiliki gairah terhadap karya seni dan sastra. Tulisan-tulisannya dipublikasikan di beberapa media cetak dan online. Pernah tergabung dalam beberapa buku antologi puisi bersama.
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 14 November 2018 - 09:00 wib

Alat Rekam KTP-el Banyak yang Rusak

Selasa, 13 November 2018 - 20:47 wib

Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK

Selasa, 13 November 2018 - 19:37 wib

Stan Lee Tutup Usia, Para Superhero Berduka

Selasa, 13 November 2018 - 18:25 wib

KPK Dalami Motif Pertemuan James Riady dengan Neneng Hassanah

Selasa, 13 November 2018 - 18:23 wib

Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design

Selasa, 13 November 2018 - 18:00 wib

Dianiaya, Warga Guntung Meregang Nyawa

Selasa, 13 November 2018 - 17:59 wib

PBL Riau Taja Rakor Renovasi Sarana Pendidikan Dasar dan Menengah serta Madrasah

Selasa, 13 November 2018 - 17:15 wib

Empat Desa di Pelalawan Banjir

Follow Us