BACA PUISI

Puisi dalam Tadarus

25 Juni 2016 - 23.58 WIB > Dibaca 917 kali | Komentar
 
Puisi dalam Tadarus
AKHIR pekan lalu, tepatnya Ahad (19/6/2016), Komunitas Seni Rumah Sunting (KSRS) menggelar tadarus puisi. Helat yang diseiringkan dengan buka bersama berbagai komunitas, penyair dan seniman itu dipusatkan di halaman rumah teater Ibrahim Sattah, Taman Budaya, Riau. Berbagai puisi dibacakan, diekspresikan, ditadaruskan hingga tengah malam.

Malam itu, KSRS, membuat panggung sederhana.Tangga depan rumah tempat latihan teater itu menjadi latar belakang panggung. Llilitan kain merah, putih dan kuning yang seling silang melintang diterangi lampu sorot di berbagai sisinya, membuat panggung tangga rumah itu lebih bergairah, berwarna, terang dna hidup.

Di sanalah para pelaku seni yang juga diramaikan berbagai komunitas sastra dan non sastra berkumpul. Sejak petang, satu per satu mereka sudah berdatangan. Sambil duduk bersila di halaman rumah di atas terpal, atau sisa-sisa spanduk besar yang dibentang, mereka duduk berbuka bersama dan bertadarus puisi.

Tak heran malam itu, pekik sajak berderai-derai dari sound sistem yang disediakan. Berbagai ekspresi tumpah ruah dengan ragam gaya pembacaan dari para penulis dan juga para pelaku seni yang berbeda-beda. Sambil duduk, sambil mendengarkan tadarus puisi, hadirin dihidangkan pula dengan berbagai kueh-mueh dan seduhan segelas kopi hangat. Suasana malam itupun semakin dilingkupi kebersamaan, kebersamaan dalam puisi.

Hadir malam itu, seniman Suharyoto Sastrosuwignyo,  Fedli Azis, Jefry Al Malay, Monda Gianes, Hang Kafrawi, Komunitas Batra, Latah Tuah, Komunitas Pena Terbang, Bahtera Kata, Komunitas Gendul, HMJ Teater AKMR, Komunitas Malam Puisi Pekanbaru, My Trip My Adventure Riau (MTMA),  Meta Teater, Selembayung, Teater Matan, Aklamasi, Bengkel Seni dari Lipat Kain Kampar Kiri, Pokdariws Tepian Mahligai Indah Kampar, Forum Lingkar Pena (FLP), Kongkow Nulis, PGI Riau, Pondok Belantara, LPE Riau, Kongkrit Genggaman, Komunitas Fotografi Pekanbaru (KFP), Kapal Pemuda Nusantara (KPN) Riau, Mr Autist, Sanggar PGSD dan beberapa lainnya. Mereka berhimpun sembari membacakan atau setidaknya menyimak pembacaan puisi.

Disebutkan Hang Kafrawi ketika usai pembacakan sebuah puisi berjudul “Aku dan Waktu” bahwa apa yang diselenggarakan oleh Komunitas Rumah Sunting, adalah sebuah upaya yang luar biasa, dapat menghimpun berbagai komunitas dalam semangat Ramadan dan perpuisian di Riau. Bahwa yang meramaikan seni itu adalah para pelakunya dengan segenap kebersamaan terutama para generasi muda yang masih terus bersetia dan tunak berkesenian sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Kafrawi menyampaikan sebauh pesan, kebersamaan hendaknya tidak hanya menjadi sebuah kebersamaan atau kumpul-kumpul tanpa hasil. Tapi dari kebersamaan itu diharapkan akan menghasilkan inspirasi baru, sesuatu yang baru yang lebih bergairah. “Jadi berkesenian itu intinya adalah mempererat silaturahmi seperti yang kita alami malam ini. Tapi hendaknya ada ujung yang lebih baik, tidak hanya sekedar kumpul-kumpul saja,” ujar Kafrawi.

Gemuruh dan gairah pembacaan puisi malam itu tidak hanya ditunjukkan oleh generasi muda, Suharyoto alias Mas Aryo tidak ketinggalan untuk ikut serta mengekspresikan sajak-sajaknya. Beberapa buah sajak yang meluncur dengan mudah dari tampilan spontanitasnya itu diberi judul “Doa Orang Sesat di Bulan Puasa”, “Kucing Menjilat-jilat Vespa di Bawah Bulan Purnama” dan beberapa buah puisi lainnya.

Helat itu disebutkan Kunni Masrohanti selaku pembina KSRS, memang diagendakan setiap tahun. Di samping sebagai ajang silaturahmi antara komunitas sastra dan komunitas seni lainnya, juga menjadi tempat atau wadah untuk bersama-sama membacakan sajak-sajak dengan ekspresinya masing-masing. Bisa baca puisi, musikalisasi puisi dan lainnya.

Sebagaimana konsep tadarus, kebersamaan tentu menjadi hal yang penting. Sesiapa yang hadir malam itu, dinobatkan untuk membacakan puisi-puisi religi, yang disesuaikan pula dengan susana Ramadan. Memperkuat suasana kebersamaan itu, setiap yang tampil mewakili komunitas yang hadir, diberi waktu untuk memerkenalkan komunitas masing-masing sembari menjelaskan program atau agenda dari komunitasnya. Hal itu diharapkan menjadi informasi kepada komunitas lain untuk kemudian bisa saling menghadiri dan meramaikan apapun helat yang ditaja, baik itu diskusi maupun seni pertunjukan antara sesame komunitas, selain untuk bisa saling mengenal lebih dalam.

‘’Buka bersama ala kadarnya dan tadarus puisi memang agenda tahunan. Tahun lalu kita buat buka dan sahur bersama di Danau PLTA Kampar. Tahun ini, sengaja kita buat di sini agar teman-teman bisa hadir semua sehingga kita bisa saling berbagi informasi tentang komunitas masing-masing dan agenda yang akan mereka laksanakan,’’ kata Kunni.

Kunni juga menyebutkan, teman-teman komunitas di Riau baik komunitas seni, sastra atau komunita lainnya, diharapkan bisa bersama-sama mengambil peran dalan perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) yang akan dilaksanakan KSRS akhir Juli mendatang. Helat itu direncanakan digelar di halaman Rumah Singgah Tuan Kadi, Kecamatan Senapelan atau persis di tepian Sungai Siak itu bakal diramaikan dengan berbagai kegiatan, diantaranya, Salam Puisi, Puisi Masuk Sekolah, Lomba Baca Puisi Tingkat SMA, Panggung Apresiasi, Bazar Puisi, Aksi Puisi, Diskusi Puisi dan Parade Baca Puisi antar enam negara, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Malaysia dan Indonesia.

‘’Puisi milik semua orang. Hari Puisi juga berhak dimeriahkan oleh semua orang di Indonesia. Rumah Sunting mengajak dan menjemput semua warga Riau khususnya dan seluruh komunitas untuk bergabung dalam perayaan nanti,’’ sambung Kunni.(Jefrizal)


KOMENTAR
Terbaru
Senin, 24 September 2018 - 14:00 wib

Polda Awasi Medsos Secara Ketat

Senin, 24 September 2018 - 13:30 wib

Jessica Raih Emas Kejurnas Piala Panglima

Senin, 24 September 2018 - 13:23 wib

Nasabah BRI Juanda Dapat Xenia dari Simpedes

Senin, 24 September 2018 - 13:16 wib

Paripurna Molor 6 Jam, 11 Anggota Dewan Bolos

Senin, 24 September 2018 - 13:00 wib

Joshua Penuhi Janji

Senin, 24 September 2018 - 12:55 wib

Setujui Tobasa Jadi Toba

Senin, 24 September 2018 - 12:31 wib

12 Jamaah Haji Nagan Belum Kembali

Senin, 24 September 2018 - 12:30 wib

Marquez Juara di Aragon

Follow Us