DISKUSI SASTRA

Ngaji Sastra di Bulan Ramadan

26 Juni 2016 - 00.55 WIB > Dibaca 951 kali | Komentar
 
SEPERTI  bulan-bulan sebelumnya, Ngaji Sastra yang ditaja Komunitas Bahtera Kata (BK), Kamis  malam (23/6) di Jalan Mustamindo, Panam, ramai dikunjungi peminat sastra. Mereka tidak hanya berasal dari komunitas sastra lain, tapi juga masyarakat umum.  Di sini mereka bersama-sama membahas tentang issu aktual kesusastreaan saat ini, khususnya di Riau. Mereka juga membaca puisi sebagai hiburan untuk sesama.

Ketua BK, Mahmud Wafi, Dewan Pembina Hanif Muis dan Reza Fahlevi serta seluruh anggota BK hadir malam itu. Kali ini mereka membahas tentang ketokohan seseorang khususnya di dunia kepenyairan di Riau. Salah satunya Soetardji Calzoum Bachri yang dianggap sebagai salah satu tokoh mantra di Riau.

Dalam hiruk pikuk diskusi santai tapi serius dan di ruang terbuka yang cukup kecil, mereka tetap bahagia dengan minuman dingin yang memang dijual di gerai sederhana tersebut. Gerai atau kedai runcit tersebut juga milik salah satu senior Bahtera Kata. Sambil meramaikan tempat tersebut, mereka menghidupkan gelora kesusasteraan semampu mereka.

‘’Dengan Ngaji Sastra, kita berharap bisa turut menumbuhsuburkan budaya ilmu sastra dan minat mahasiswa serta masyarakat terhadap sastra sekaligus membentuk jaringan-jaringan diskusi dengan menempatkan diri sebagai apresiator,’’ ungkap Wafi.

Bahtera Kata sendiri merupakan salah satu komunitas sastra yang baru tumbuh, tepatnya persis setahun yang lalu. Ngaji Sastra merupakan kegiatan rutin yang mereka laksanakan sekali dalam sebulan. ‘’Kita mendiskusikan seputar kesusasteraan, tentang hal-ahal aktual dan ketokohan seniman, penyair atau sastrawan Riau khususnya dan Indonesia secara umum,’’ sambung Wafi.

Sadar akan keterbatasan dan usia yang masih sangat muda, BK selalu menghadirkan atau mengajak sastrawan atau penyair atau penulis senior dalam Ngaji Sastra tersebut. Melalui sastrawan tersebut, mereka bisa berbagi dan mengambil pengalaman atau ilmu yang dibagikan kepada mereka ketika itu.

‘’Belajar. Sebagai anak muda kita memang harus banyak belajar dan menggali. Apalagi BK ini baru dan mayoritas yang ada di dalamnya mahasiswa yang ingin belajar sastra. Para senior yang masih ada harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Ambil ilmu dan pengalamannya. Karena itu sebisa mungkin kami menghadirkan senior dalam setiap Ngaji Sastra,’’ kata Hanif selaku dewan pembina.

Meski baru tumbuh, BK termasuk salah satu komunitas sastra paling aktif berkarya dan mengikuti berbagai ivent atau issu sastra di Riau. Beberapa waktu lalu, BK membedah buku puisi baru karya penyair perempuan Riau dengan menghadirkan psikolog karena buku itu dipandang dari sisi psikologis.(kun)
KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 18 September 2018 - 17:30 wib

Rider Berbagai Provinsi Bakal Ramaikan Jakjar 5

Selasa, 18 September 2018 - 17:22 wib

AJI Pekanbaru Kirim Delegasi ke Festival Media 2018 di Pontianak

Selasa, 18 September 2018 - 17:00 wib

Maksimalkan Peningkatan Kualitas Pendidikan

Selasa, 18 September 2018 - 17:00 wib

OOTD Jadi Inspirasi Fashion Bagi Banyak Orang

Selasa, 18 September 2018 - 16:44 wib

Australia Diserang Stroberi Berisi Jarum

Selasa, 18 September 2018 - 16:30 wib

Bupati Terima Dua Permendagri

Selasa, 18 September 2018 - 16:00 wib

Truk Laga Kambing, Pengemudi Tewas

Selasa, 18 September 2018 - 15:30 wib

Puskesmas Kampar Bersiap Hadapi Akreditasi

Follow Us