SAJAK

Sajak-sajak Sulaiman Junet

26 Juni 2016 - 01.38 WIB > Dibaca 826 kali | Komentar
 
Aceh, Masihkah Gerimis yang Ditaburkan

kampung
kampung di kepung
sepi. Gerimis memasuki rumah
tanpa salam.

kampung
kampung di kepung
sepi. Lebam di jantung masih membekas
siapakah diantara kita yang mampu
menyempurnakan
sabit jadi purnama.

kampung
kampung di kepung
sepi. Orang-orang masih memilih keselamatan
dengan diam-inilah waktunya kita pulang
menata pekarangan rumah dengan cinta. Menggantikan
warna hitam menjadi putih antar ke pintu surga
(mari jemput waktu lewat senyum di kening bulan, ah!)

-Solo, 2016-
    

Pelajaran

aku
berkaca pada gigil
pulang-pergi menjenguk negeri
bulan diperkosa penyamun
berujung kematian.    

aku
bercermin pada kabut
pergi-pulang menjenguk mukim
ziarahi makam seluas samudera
di gerus air raya. Luka
mengental.

aku
membaca bayang di koyak
sepi. Menghitung ombak dimataMU
taburkan wangi mawar di kalbu
menyusup membelai pucuk rambut.

aku
membaca alam. Bersahabatlah
dengan angin biar tahu gigilnya.
Bersahabatlah
dengan gerimis biar tahu renyainya.
Bersahabatlah
dengan hujan biar tahu kuyupnya.
Bersahabatlah
dengan matahari biar tahu teriknya.

: aku sunyi dalam keramaian, ah!

-Denpasar, 2016-


Aleppo Aku Pernah Jatuh Cinta

Aleppo
aku pernah jatuh cinta pada kotamu
pasar tradisional beratap lengkungan batu. Denyut
kehidupan mengalun dalam musikalitas para composer
Jazirah Arab berbalut keramahan dan kemurahan hati.

Aleppo
aku pernah jatuh cinta pada kotamu
kota yang megah dengan mercusuar budaya dan seni
tempat para Nabi dan kaum intelektual
bermukim
warisan peradaban yang tak tergantikan.

Aleppo
aku pernah jatuh cinta pada kotamu
siapa yang telah menyebarkan fitnah
hancurkan cinta
mempertontonkan kekerasan dan kematian. Siapa
yang telah mengoyak peradaban
menyelesaikan perang
dengan dendam menyebarkan kerusakan di bumi Aleppo.

(Hidup di sini di bidik atau membdik, ah!)

-Banda Aceh, 8 Mei 2016-


Sulaiman Juned, lahir di Gampong, desa kecil Usi Dayah, Kecamatan Mutiara Kab Pidie, Provinsi Aceh, 12 Mei 1965. Menetap di Padangpanjang, menekuni pekerjaan sebagai seniman, dan Dosen Tetap di Jurusan Seni Teater ISI Padangpanjang, Pendiri/penasihat Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang (1997/sekarang), Pendiri Sanggar Cempala Karya Banda Aceh (1986/sekarang), sekreataris Panitia/Ketua Panitia Pendirian Kampus ISBI Aceh (2012/2013). Selain berpuisi ia adalah sutradara teater yang baru menyelesaikan program Doktor Penciptaan Seni Teater di ISI Surakarta.


KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 14 November 2018 - 20:40 wib

Cuti Bersama Idulfitri Tahun Depan Lebih Pendek

Rabu, 14 November 2018 - 19:30 wib

Reaksi Brexit dan Dampak Ekonomi Cina Picu Pelemahan Rupiah

Rabu, 14 November 2018 - 19:28 wib

Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM

Rabu, 14 November 2018 - 16:15 wib

Bonus Demografi Diharapkan Sampai ke Masyarakat

Rabu, 14 November 2018 - 16:00 wib

APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T

Rabu, 14 November 2018 - 15:45 wib

Pencakar Langit Riau Pertama di Luar Pekanbaru

Rabu, 14 November 2018 - 15:33 wib

Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko 22 November

Rabu, 14 November 2018 - 14:43 wib

Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Follow Us