RESENSI BUKU

Pemimpin Bersahaja

2 Juli 2016 - 22.48 WIB > Dibaca 6692 kali | Komentar
 
Pemimpin Bersahaja
Oleh Muhammad Amin

 “Kemiskinan bukanlah kesahajaan. Kesahajaan hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kelebihan. Kesahajaan adalah kesadaran hati dalam menyikapi limpahan nikmat yang Allah SWT berikan.”

Petikan itu adalah satu dari beberapa rangkaian tulisan yang ditulis Ahmad Heryawan. Kini, Kang Aher, begitu dia biasa dipanggil, lebih dikenal sebagai seorang gubernur. Gubernur Jawa Barat, tepatnya. Tapi, sebelum disibukkan dengan aktivitas rutinnya sebagai gubernur, Aher sebenarnya adalah tokoh intelektual dan aktivis muslim. Dia adalah pemikir dan banyak menelurkan tulisan dari buah pikirnya.

Di awal-awal menjadi gubernur, Aher tentu disibukkan dengan tugas birokrasi. Tapi setelah melewati periode pertama, dan memasuki periode kedua kepemimpinannya, Aher sepertinya ingin kembali ke dunia intelektual. Salah satu yang tampak adalah dari buku kumpulan tulisan yang ditulisnya dengan judul Membangun Peradaban Mulia. Lewat buku ini, Aher seakan ingin menyampaikan berbagai ide dan gagasannya yang sebagian besar sudah diaplikasikannya dalam kehidupan, terutama dengan kapasitasnya sebagai gubernur.

Salah satu konsep membangun peradaban mulia, yang dipaparkan Aher dalam buku ini adalah kepemimpinan yang bersahaja. Menurutnya, pemimpin haruslah bersikap sederhana dan bersahaja, tidak bermewah-mewahan. Dia menilai, kebesaran seseorang sesungguhnya bukan dilihat dari kemewahan gaya hidup dan penampilannya, tetapi terpancar dari kebesaran gagasan dan kegigihannya dalam memperjuangkan pikiran-pikirannya. Kebesaran seseorang sering juga lahir dari ketulusannya dalam berjuang dan berkorban demi banyak orang.
  
Aher lahir dari keluarga kecil di pinggiran Kota Sukabumi, Jawa Barat. Sejak kecil, dia sudah bekerja keras dengan rutin membawa gorengan buatan tetangganya untuk dijual di sepanjang perjalanannya ke sekolah. Hal tersebut ia lakukan sejak bangku sekolah dasar hingga SMA. Selesai SMA, Aher mendapat beasiswa melanjutkan kuliah di Fakultas Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) oleh Kedubes Arab tanpa biaya. Aher lulus dengan nilai terbaik.

Setelah lulus kuliah, Aher mulai meniti karier sebagai pengajar dan mubalig. Ia aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi, antara lain Ma’had Al Hikmah, Dirosah Islamiyyah Al Hikmah, Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta, dan Pusat Studi Islam Al Manar. Selain itu ia juga aktif di Persatuan Umat Islam sejak tahun 1991 dan dipercaya untuk menjabat ketua umum dari tahun 2004 sampai saat ini.

Gubernur Jawa Barat dua periode ini cukup fenomenal. Sayangnya, aktivitasnya sepi publikasi, terutama secara nasional.***

Membangun Peradaban Mulia

Penulis      : Ahmad Heryawan
Penerbit    : Emir, Jakarta
Cetakan    : Pertama, 2016
Tebal     : xv + 216 halaman
KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 13 November 2018 - 20:47 wib

Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK

Selasa, 13 November 2018 - 19:37 wib

Stan Lee Tutup Usia, Para Superhero Berduka

Selasa, 13 November 2018 - 18:25 wib

KPK Dalami Motif Pertemuan James Riady dengan Neneng Hassanah

Selasa, 13 November 2018 - 18:23 wib

Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design

Selasa, 13 November 2018 - 18:00 wib

Dianiaya, Warga Guntung Meregang Nyawa

Selasa, 13 November 2018 - 17:59 wib

PBL Riau Taja Rakor Renovasi Sarana Pendidikan Dasar dan Menengah serta Madrasah

Selasa, 13 November 2018 - 17:15 wib

Empat Desa di Pelalawan Banjir

Selasa, 13 November 2018 - 17:00 wib

Jalan Rusak Koto Gasib Berbahaya

Follow Us