SAJAK

Sajak-sajak Andesta Herli

3 Juli 2016 - 00.10 WIB > Dibaca 1163 kali | Komentar
 
Aku Jalan ke Darek

Dari pesisir, aku jalan ke darek
ke Tanahdata, Limopuluh Koto  meninggi.
Untuk sesapi pekat hari lalu, berharap
temukan sesisip silsilah bagi badan
yang hanya dagang

Konon di darek, segala kisah berpangkal
menyusur dari jalur sungai kawah Marapi.
Ke Batipuh, Priangan lalu ke Pagaruyuang,
atau ke Koto Sambilan, terus arah
Payokumbuh
yang jauh.

Sebab di darek, para leluhur dikabarkan
ngirap
tinggalkan kaba, dendang, juga saluang
 panjang
untuk para turunan. Para datuk menulis petitih
sepanjang siang, mufakat pula penutup malam
sebelum dendang ditiupkan saluang, entah bansi.

Aku mencari tambo dan segala dendang
segala ratap
kucari bunyi sampelong tengah malam dan
seribu kaba tentang jalur rantau leluhur di parak siang
Kuinginkan segala kitab berisi mantra penenang hati
yang rawan begini.

Adakah di darek angin anganku
 tersampaikan?
Oh tukang saluang, oh para pelantun pantun
kirimkan aku teluh paling aduh, oh!
Agar genap risau ini, agar sudah kehendak menyigi
yang tak tahu diri ini.

Agar habis sumbang getar rantau dalam hati
tenanglah badan di tengah gebalau gelombang
dan genap pula kumaknai hikayat pelayaran lanun.
agar tetap hati ini berumah di laut, di bandar dagang
memaknai nasib sambil meniup puput, memetik rabab,
entah menulis syair arab.

Sementara kaba, kisah tentang para raja,
entah
sayup bansi di pangkal janjang rumah
gadang,
biar jadi cerita yang lain, sebagaimana
bandar-bandar
kapal-kapal dan cemas pelayaran menjadi hikayat
pengantar tidur para anak-cucu di musim penghujan.

(Padang, 2016)



Rantau Malin

Barangkali yang sering kausebut kutukan:

Perasaan sentimentil dalam dada lelaki
di tanah kelahiran penuh dongeng pelayaran para lanun.
Atau getar demam dinihari yang tumbuh dari retakan silsilah
dan kilasan haridepan serasa menggenapkan seluruh angan,
sementara kibaran kuluk ibu senantiasa menyeret badan
pada harum halaman dan serbuk kayu jatuh di pangkal
janjang rumah.

Namun dalam canggung yang begitu serta jantung terlilit
pertapaan para hantu, telah aku kukuhkan tulang dan darah,
kugenapkan segala ukuran untung-rugiku. Pergi menemu laut,
ke mana ujung hendak diturut. Meski dendang kelahiran
tak kunjung lepas dari tali jantung. Berlayar ke samudera jauh
tempat berada ombak dan angin yang tak pernah tersalin
dalam kitab pelayaran para leluhur.

Agar genap resah yatim ini, terburai segala sangsi dalam diri:
perihal rahasia tabah tokoh anggang dalam kaba, tentang
genapnya ramal nasib yang dirintihkan tukang cerita.

Meski badan jauh berjarak dari rumah, meski rumah
dan setiap lorong di dalamnya mesti lapuk dan terbiar sepi
dalam retakan dinding kayu, meski rumpang kepala
tak lagi mampu disuruk dalam lipatan kain ibu.

Angan memanglah hantu bagi para lelaki, engku,
hantu paling seksi, hantu paling berisi. Perihal tualang,
badan mana mampu melupakan getar memanggil-manggil
di tiap simpangnya? Meski hujan-badai sebulan
melenyahkan halaman, akan dilalui itu jalan
dalam segala siasat dalam segala demam.

Maka terkutukkah ia yang hendak menyulam garis nasib?
Lobakah ia, bila setelah berpuluh tahun pelayaran berkata:
telah kupancang-jengkalkan itu tanah subur di jalur seberang!

(Padang, 2016)


Andesta Herli, lahir di Tapan, kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada 1994. Mahasiswa jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas ini intens menulis puisi, cerpen, dan esai yang dipublikasikan di beberapa media cetak.  Kini menetap di Kota Padang.
KOMENTAR
Terbaru
Senin, 12 November 2018 - 21:00 wib

Maksimalkan Melalui Produk Unggulan

Senin, 12 November 2018 - 20:30 wib

2019, Tour de Singkarak Lintasi Mandeh dan Jambi

Senin, 12 November 2018 - 20:00 wib

Tausiah UAS Banjir Jamaah

Senin, 12 November 2018 - 19:00 wib

Transaksi Harian Saham Anjlok 1,89 Persen

Senin, 12 November 2018 - 18:30 wib

Lions Club 307 A2 Beri Bantuan Pengecatan Panti Asuhan

Senin, 12 November 2018 - 18:00 wib

Cukai Rokok Batal Naik, Target Pajak Sulit Tercapai

Senin, 12 November 2018 - 17:00 wib

PT Pekanperkasa Promo Spesial Akhir Tahun

Senin, 12 November 2018 - 16:30 wib

KPP Pratama Bangkinang Edukasi Siswa lewat Pajak Bertutur

Follow Us