SILATURAHMI IDUL FITRI

KMMRP Gelar Parade Musik

16 Juli 2016 - 21.32 WIB > Dibaca 575 kali | Komentar
 
KOMUNITAS Musisi Muda Riau Pesisir (KMMRP) bekerja sama dengan KNPI Cabang Bukit Batu, Bengkalis, menggelar sebuah perhelatan parade musik di bulan Syawal. Kegiatan yang digelar pada raya ke empat (9/7) lalu itu bukan parade musik biasa tetapi ada ketentuan yang harus diikuti oleh grup-grup band yang tampil yakni membawakan satu buah lagu hari raya sebagai tampilan pembuka.

Tak heran kemudian, panggung yang dibangun di lapangan kosong sekitaran Desa Pakning Asal, Kecamatan Bukitbatu Kabupaten Bengkalis itu dipenuhi masyarakat tempatan untuk menyaksikan ragam aksi panggung serta lantunan lagu-lagu hari raya yang dibawakan oleh generasi muda tempatan.

Tentu saja dalam hal itu, lagu-lagu hari raya yang dibawakan adalah lagu-lagu hari raya dari negeri jiran, Malaysia yang memang sangat populer di telinga masyarakat di kawasan pesisir Riau itu. Mulai dari lagu-lagu syahdu sampai dengan lagu-lagu kegembiraan yang kesemuanya mengekspresikan kemenangan di Aidil Fitri.

Sementara itu, para pengunjung yang hadir baik dari generasi muda sampailah orang tua, bersantai-santai di atas kendaraan atau pun duduk di kursi tamu yang disediakan di panggung yang letaknya tidak jauh dari jalan besar di desa tersebut. Keramaian yang tercipta di bulan syawal itu merupakan kreatifitas anak-anak muda yang tujuannya tak lain sebagai wadah untuk berkumpul bersama-sama dan sekaligus merayakan halal bi halal.

Ketua KNPI Cabang Bukit Batu, Erwin Syahputra mengatakan kegiatan yang ditaja juga tidak hanya semata-mata untuk hiburan tetapi juga kegiatan serupa ini terus digelar secara kontinu menyesuaikan dengan tema yang diusung. Katanya ada kerisauan tersendiri pada hari ini melihat betapa besarnya godaan dan pengaruh buruk bagi generasi muda di kampung kalau tidak diarahkan kepada hal-hal yang positif.

Godaan dan pengaruh itu tentu saja diakibatkan arus globalisasi yang tak dapat dielak oleh siapapun hari ini. Ianya tentu ada yang berdampak positif dan ada pula yang berdampak tidak baik bagi anak-anak muda yang terutama tidak memiliki filter yang kuat atau pemahaman yang dalam terhadap bahayanya. Persoalan-persoalan itu dilihat sangat cepat sekali memepengaruhi sedang kesadaran dan pemahaman akan pentingnya untuk bekreatifitas di masa muda sangat tipis.

“Helat serupa ini bagi kami sebagai langkah awal sebagai penangkal berbagai serbuan pengaruh buruk itu. Ada wadah untuk berekspresi bagi generasi muda, paling tidak menuangkan kegelisahannya dan persoalan remajanya. Dari pada mereka berbuat sesuatu yang tidak-tidak,” ungkap Erwin sapaan akrabnya itu.

Adapun pengaruh buruk yang dimaksud, seperti pengaruh narkoba, pergaulan bebas yang ternyata juga sudah menyerang sampai ke kampung-kampung bahkan mungkin lebih parah, salah satu penyebabnya selama diperhatikan Erwin disebabkan kurangnya wadah untuk berekspresi tersebut.

“Kita bisa dengar sediri, betapa banyak anak-anak muda terutama di desa kami ini yang kemudian potensi dirinya harus terkorbankan hanya karena persoalan narkoba dan lain-lain. Sangat disayangkan sebenarnya. Nah, bernagkat dari kerisauan itu, barangkali salah satu upaya kami dari generasi muda, menyediakan wadah yang memang tahap awal ini, mereka gemari. Tetapi kami yakin, seni terutama musik masih bisa menjadi wadah atau penangkal dari pengaruh-pengaruh tidak baik dari serbuan globalisasi ini,” jelas Ewin lagi.

Ke depannya, lanjut Erwin tentulah akan dicari cara atau katakanlah wadah-wadah lain untuk memberikan laluan kepada generasi muda di desa untuk tetap bisa menunjukkan eksistensinya, mengembangkan potensi yang mereka miliki.

“Atau bila perlu kami akan berupaya mengundang seniman-seniman Riau untuk tampil di desa kami, entah itu komunitas ataupun personil. Seperti Blacan Aromatic yang pimpinannya juga merupakan anak jati desa kami, Woy Band atau bahkan Sagu Band. Bisa juga grup teater sehingga ada motivasi bagi generasi muda di desa untuk terus berkreatifitas. Ada perbandingan mereka, ada acuan mereka untuk berbuat,” jelas Ewin panjang lebar. (jefrizal)
KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 14 November 2018 - 09:00 wib

Alat Rekam KTP-el Banyak yang Rusak

Selasa, 13 November 2018 - 20:47 wib

Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK

Selasa, 13 November 2018 - 19:37 wib

Stan Lee Tutup Usia, Para Superhero Berduka

Selasa, 13 November 2018 - 18:25 wib

KPK Dalami Motif Pertemuan James Riady dengan Neneng Hassanah

Selasa, 13 November 2018 - 18:23 wib

Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design

Selasa, 13 November 2018 - 18:00 wib

Dianiaya, Warga Guntung Meregang Nyawa

Selasa, 13 November 2018 - 17:59 wib

PBL Riau Taja Rakor Renovasi Sarana Pendidikan Dasar dan Menengah serta Madrasah

Selasa, 13 November 2018 - 17:15 wib

Empat Desa di Pelalawan Banjir

Follow Us