HARI PUISI INDONESIA

"Puisi Penghalus Akal Budi" Tema HPI Tahun ini

24 Juli 2016 - 00.26 WIB > Dibaca 581 kali | Komentar
 
PERAYAAN Hari Puisi Indonesia (HPI) 2016 di Riau akan berlangsung semarak. Kegiatan yang dilaksanakan Komunitas Seni Rumah Sunting (KSRS) didukung berbagai komunitas dan  pada 26-30 Juli . Perhelatan itu akan diramaikan berbagai agenda terkait puisi. Di sebutkan Pembina Komunitas Seni Rumah Sunting (KSRS), Kunni Masrohanti, agenda yang disusun selama lima hari itu yakni, salam puisi, puisi masuk sekolah, lomba baca puisi, panggung apresiasi, bazar puisi, wisata puisi, aksi puisi serentak di enam titik, diskusi puisi, dan malam puncak pera yaan HPI yang akan dimeriahkan dengan parade baca puisi mantra enam negara.  Acara ini sendiri dipusatkan di taman Rumah Singgah Tuan Kadi, Kecamatan Senapelan.

Pada pelaksanaan HPI tahun ini,  disebutkan Kunni menjadi panggilan dan tanggung jawab moral, artinya tidak ada arahan atau pe rintah dari siapa-siapa untuk me rayakannya, tetapi karena pertimbangan beberapa hal, maka dia mengambil inisiatif untuk tetap merayakan hari puisi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pertimbangan itu juga terkait dengan sejarah yang telah mencatat bahwa deklarasi Hari Puisi Indonesia dilakukan di Riau pada 2012. Selain itu, tentu saja kesu sasteraan Riau sejak dahulu memang begitu semaraknya. Oleh karena itu, Rumah Sunting yang dipimpinnya mencoba mengakomodir komunitas seni yang ada di Pekanbaru, instansi dan lembaga seni budaya untuk bersama-sama menyelenggarakan Perayaan Hari Puisi Indonesia 2016.

 “Kami sudah susun berbagai agenda dan digelar di beberapa titik namun malam puncak perayaannya, kami pusatkan di Taman Rumah Tuan Kadi, tepatnya dipinggiran Sungai Siak,” jelas Kunni.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kesenian Riau (DKR), Kazzaini Ks yang juga merupakan ke tua pelaksana Deklamasi HPI tahun 2012 menyebutkan, menjadi semacam kewajiban untuk merayakan HPI di Riau. Karena bagaimanapun sejarah telah mencatat, pendeklarasian HPI itu berlangsung di bumi Lancang Kuning ini.

Katanya, HPI ditetapkan karena mengingat pentingnya bangsa Indonesia memiliki Hari Puisi Indonesia sebagai negara yang berkebudayaan luhur yang konon menurut Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri bahwa Indonesia ini dilahirkan oleh puisi sebagai spirit kebangsaan. Maka pada 22 Nopember 2012 lalu, diprakarsai oleh salah seorang budayawan Riau, Rida K Liamsi sebagai salah seorang inisiator dan didukung lebih dari 40 penyair Indonesia lainnya mendeklarasikan Hari Puisi Indonesia.

“Deklarasi ketika itu, dibacakan langsung Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri didampingi 40 penyair se-Indonesia di Anjung Seni Idrus Tintin. Ketika itu, dise pakati bersama, Hari Puisi Indonesia dirayakan tiap tahun tanggal 26 Juli, tanggal ini diambil dari hari lahir Chairil Anwar sebagai apresiasi dan penghargaan atas dedikasi kepenyairan beliau terhadap kebangkitan puisi modern Indonesia,” kenang Ketua Yayasan Sagang tersebut.

Perayaan Hari Puisi Indonesia ini juga dijelaskan Kazzaini tidak hanya dimeriahkan di Pekanbaru-Riau akan tetapi sejak dideklarasikan, perayaan HPI berlangsung di beberapa provinsi lainnya seperti di Sumatera Barat, Jogjakarta, Kepri dan tentu saja Jakarta yang ke giatannya setiap tahun dipusatkan di Taman Ismail Marzuki.

Sementara itu, salah seorang sastrawan Riau sekaligus deklarator HPI 2012, Fakhrunnas MA Jabbar menegaskan sesungguhnya hampir tidak ada insan yang pernah lepas atau tak bersentuhan dengan puisi dalam rentang panjang kehidupannya. Di masa-masa belia dulu misalnya, tradisi jatuh cinta tak akan lengkap tanpa kata-kata indah yang berbunga-bunga, yang tak lain adalah puisi. Dari puisi itulah kemudian terjalin hubungan selanjutnya yaitu berumah tangga, kemudian lebih lanjut lahirlah anak-anak dari hasil yang semula berasal dari sebuah puisi.

“Jadi siapa yang sesungguhnya bisa melepaskan diri dari yang namanya puisi,” ungkap Fakhrunnas.

“Sesungguhnya puisi dapat memperhalus budi pekerti,” lanjutnya.

Siklus kehalusan budi itu, menurut Fakhrunnas bisa mengalir sepanjang waktu apabila ada kolaborasi yang manis diantara pihak-pihak penentu di negeri ini. Dimisalkan, para birokrat yang menyukai puisi tentu diharapkan bakal memiliki kehalusan budi dan perilaku terpuji dan lembut. Bagi para pebinis yang mencintai puisi dapat pula berperan jadi maesenas atau orang kaya yang memberikan kepedulian secara materi bagi kehidupan seni termasuk puisi.

Helat perayaan HPI ini juga menurutnya, harus mampu mengupayakan bagaimana semaraknya lebih dapat di tingkatkan mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi yang ada di Indonesia ini. Ia juga teringat ketika HPI dideklarasikan tahun 2012 lalu, di mana momen itu menjadi tonggak kebangkitan puisi di tanah air ini. Dan dia juga masih meingat dengan baik, pernah terucap dari mulut salah seorang pimpinan negeri ketika itu mengatakan untuk memberikan instruksi kepada pimpinan mulai dari kepala desa, kecamatan, dan kabupaten di Riau untuk turut serta memeriahkan perayaah Hari Puisi Indenesia ini.

 “Ini yang saya kira merupakan tugas kita bersama untuk terus mensosialisasikan Hari Puisi Indonesia agar gaungnya lebih kuat di Nusantara ini,” tutupnya. (Jefrizal)


KOMENTAR
Terbaru
Sabtu, 17 November 2018 - 14:10 wib

Tempuh 1.574 Kilometer, Terios Akhiri Ekspedisi di Wonders ke Tujuh

Sabtu, 17 November 2018 - 13:28 wib

BKD Prov Riau Road To Siak 24 November Mendatang

Sabtu, 17 November 2018 - 11:01 wib

Telkomsel Raih Dua Penghargaan Tingkat Asia Pasifik

Sabtu, 17 November 2018 - 10:46 wib

E-Samsat Tahap II Dibuka, BNI Perluas Layanan ke 16 Provinsi

Sabtu, 17 November 2018 - 09:50 wib

Harimau Terjebak di Kolong Ruko, Berhasil Diselamatkan

Sabtu, 17 November 2018 - 09:48 wib

Toyota Posisi Teratas untuk Fitur Keselamatan

Sabtu, 17 November 2018 - 09:41 wib

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kajati Riau Eksekusi Penunggak Iuran

Sabtu, 17 November 2018 - 08:31 wib

Dari Ambon Daihatsu Jelajahi Pulau Seram

Follow Us