SAJAK

Sajak-sajak Nermi Arya Silaban

7 Agustus 2016 - 00.37 WIB > Dibaca 951 kali | Komentar
 
Jawaban

Basuh aku dengan percik air matamu.
Rindu akan menjentik jarum waktu
sebelum tulang usiamu bungkuk
atau tiang-tiang rumah mulai lapuk.

Ingatlah hal ini, bukan dengan hati pedih,
bukan juga kenangan bagi si mardan
yang lupa rahim kampung halaman.
Maka izinkan selat itu kuseberangi

meski kelapa diparut berkali-kali, meski sedap
kuah sayur daun tumbuk tak jua habis
mengenangmu bermangkuk-mangkuk.
Di lambungku telah kekal jerih-garammu

juga babiat yang menggaris silsilah, hulu ke hilir
yang diwarisi ayah ke jantungku dan
jejaknya bersarang. Tetapi kau menghalau
setenang suara ragu: hidup sama artinya

menghadapi pemburu. Sesaat aku tertahan,
ada sisa getir andaliman di lidah. Di jalan
setapak itu, yang berpasir atau berdebu
terluncur kakiku bagai beban seekor lembu

seakan kersik abu padi di piring melamin
digosok tanganmu yang dingin
memisahkan jamuan dari meja makan
melepaskan aku dari sebuah ucapan.

(2016)



Puja Kemboja

Menantimu tidak cukup membukai kalender
membilang satu-satu lembar langit
gonta-ganti biru dan hitam atau membiarkan
silir angin musim melompati jendela
di mana sayapnya kadang berdebu atau basah
itulah surat-surat kemarau dan hujan
yang selalu berkesan kubaca sampai ini detik
saat terbit warna purnama keempat
kubentang taplak bermotif seekor jalak putih
di bawah watt temaram bola lampu
kau nyata terlihat betapa mencolok dari pipi
pucat dan senyum ranum di rupamu
bagai diketuk dua setel mata jeda bertatapan
sebelum mulai jamuan minum teh
dan kau terburu menyerbak wangi tubuhmu
memikat aku seolah kumbang madu
tak tahu sejauh-jauhnya aku cuma mengigau
setibanya arang-batok-fajar terbakar
melelehkan segelintir bintang juga renungku
diiringi kabut pagi dan menyisakan  
rintik-rintik embun di ujung telapak daunan  
pelan matahari mendaki usai langit
mengancingkan kebayanya serupa gadis pura
aku tadah kau dalam sampian uras
aku pilih jalan setapak masuk ke jantung jagat
jari pedanda menjentik bajra genta
aku tertegun percik cahaya lesat
di padmasana

(2016)



Hikayat Alamanda
 
Jauh hari kau telah dipilah dari menara
kemegahan warna dan setangkai mawar
yang menobatkan diri sebagai mahkota
menjelang detik arak-arakan sayembara

namun di luar kediaman itu kau adalah
hamba yang menaungi mereka dengan
raut patuh bahkan hiasan yang teduh
saat hari padam tiada gugusan bintang

kau adalah pengganti medali cahaya itu
atau kuntum-bibir-terompet yang ditiru
para musikus di tengah pesta duniawi
yang menjunjung cinta dari rasa mabuk

maka kata-kata linglung akan kaudengar
dari mulut mereka seperti semak bergetah
atau gulma yang menjelma sesulur anggur
atau semburat kuning kemboja menyepuh

waktu dengan seulas senja ke renungmu
pada sederet pagu dan terus menujum jauh
ke selatan benua tempat muasal hidupmu
untuk kauhabiskan sendiri termangu-mangu

(2016)



Narasi untuk Mawar

Meski nanti tak ada taman buatmu
akan kuhidang pekarangan kecil ini
buat perjamuan kita dua kali sehari

membagi siraman berkat atau remah   
fosfor saat kau mulai memikul letih
sebab angin kemarau adalah cobaan

yang diutus padamu bersama mereka
pemuja yang hanya terpukau songkok
gelar atau semerbak pengetahuanmu

hingga tangan siapa saja bisa berhasrat
merenggut dan menunjukmu gadis gipsi
yang menjerumuskan keinginan mereka       

menujum kiasan cinta antara lancip duri
dan lunaknya hati dan warna tudungmu
seakan pekat paras apel yang menyegel

mata mereka jadi kawanan kekasih buta
dalam tempurung penyesalan yang dungu
dan berkata: ini semua telah disematkan

di mana kau akhirnya cukup terima saja
tanpa merasa sia-sia jadi setangkai tanda
yang dipetik demi sebuah karangan kata

(2016)

Nermi Arya Silaban, lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, 17 Juli. Alumnus jurusan teater Institut Seni Bandung Indonesia (ISBI). Kini bermukim di Yogyakarta.

KOMENTAR
Terbaru
Jumat, 21 September 2018 - 10:11 wib

UAS Jadi Perhatian Peneliti

Jumat, 21 September 2018 - 10:05 wib

Curi Besi Alat Berat, Dua Sekawan Dibekuk Polisi

Jumat, 21 September 2018 - 09:55 wib

Polisi Wajib Ikuti Tes Dapatkan SIM

Jumat, 21 September 2018 - 09:51 wib

Pemasok Sabu ke Oknum Satpol PP Ditangkap

Jumat, 21 September 2018 - 09:28 wib

Banyak WP Menunggak Pajak

Jumat, 21 September 2018 - 09:26 wib

Unri Teliti Laju Sedimentasi Kolam Patin

Kamis, 20 September 2018 - 20:34 wib

BPJS TK Beri Penghargaan pada Tiga Perusahaan Terbaik

Kamis, 20 September 2018 - 19:00 wib

Olahraga Bangun Peradaban Positif

Follow Us