OLEH SARMIANTI

Berpanu Itu Cantik!

7 Agustus 2016 - 00.40 WIB > Dibaca 2039 kali | Komentar
 
Berpanu Itu Cantik!
Pada 16 April 2016 yang lalu, di Kecamatan Kubu Babussalam (Kubu), Kabupaten Rokan Hilir dipertunjukkan sastra lisan koba. Sungguh kejadian yang sangat langka. Menurut penduduk setempat, telah berpuluh tahun mereka tidak menyaksikannya. Apa yang menarik dari pertunjukan ini? Bagi generasi muda yang telah terbiasa dengan pertunjukan audio-visual, seperti televisi dan film, tentu pertunjukan ini tidak menarik sama sekali. Penonton hanya mendengarkan tukang koba bercerita diiringi dengan irama tertentu yang monoton tanpa ada unsur drama dan alat musik yang mengiringi. Durasi pertunjukannya pun sangat panjang. Setelah bergadang semalam suntuk, satu cerita belum tentu tuntas disajikan.

Ada yang menarik dari kisah “Tuk Mudo Cik Leman dan Panglima Nayan” yang didendangkan oleh tukang koba di Kubu itu.  Saat disimak, terdapat bagian cerita yang menggambarkan kecantikan seorang gadis (putri raja) bernama Putri Kainam. Sang Putri disebut berambut ikal mayang, beralis bagai semut beriring, berpipi bak pauh dilayang, dan berkaki halus karena tidak pernah menginjak tanah. Sebuah penggambaran kecantikan yang standar pada cerita lama.

Namun ketika sampai pada penggambaran kulit si putri, ada yang aneh. Tukang koba menuturkan kaindahan panau ‘panu’ yang terdapat  di dada dan rusuk Putri Kainam. Panu di dada putri disebut seperti bintang menabur (berukuran kecil dan bertebaran). Sementara itu, panu di rusuknya seperti siku keluang (terdapat tiga panu yang agak besar membentuk segi tiga.

Aneh! Bagaimana mungkin seorang perempuan yang berpanu dapat disebut cantik? Bukankah panu adalah penyakit kulit? Penyakit yang akan menyerang bila seseorang tidak menjaga kebersihan tubuhnya. Secara tersirat pula dapat disimpulkan, si putri berkulit gelap karena panu tidak akan terlihat pada kulit yang putih. Hitam dan berpanu, kulit yang tidak disukai perempuan sekarang. Perempuan sekarang lebih mendambakan kulit putih bersih dan sehat.
Konsep kecantikan pada masa lalu dan sekarang tidak serupa. Konsep itu bergantung pada masyarakatnya dan waktunya. Kita juga pernah tahu bahwa dahulu pada suku Dayak di Kalimantan, perempuan yang cantik adalah yang memiliki telinga panjang berjuntai.  Masyarakat Tionghoa memaksa anak perempuannya mengikat kaki agar tetap kecil. Ukuran kecantikan bagi mereka adalah kaki yang kecil.

Terdapat juga kelompok masyarakat yang masih mempertahankan konsep kecantikannya  (hingga sekarang) yang bagi masyarakat lain terlihat aneh. Di Thailand, wanita suku Kayan merasa cantik bila berleher panjang. Di Afrika,  bagi suku Mursi perempuan yang cantik adalah yang berbibir dengan liang lebar. Di Mauritania, perempuan yang gemuk dianggap cantik.

Cantik atau terlihat cantik adalah dambaan semua perempuan. Lalu siapa yang menentukan ukuran/batasan konsep cantik itu? Ukuran cantik sebenarnya sangat subjektif.  Kesadaran diri sendiri yang menentukan diri yang ideal, yang sesuai dengan harapannya. Namun, manusia tidak lepas dari lingkungannya. Lingkungan sangat berpengaruh pada diri seseorang dalam menentukan penilaian terhadap dirinya. Berdasarkan hal itu, akan berbeda konsep kecantikan pada suatu daerah dibandingkan dengan daerah lain.

Namun sekarang ini, khususnya di Indonesia, ukuran kecantikan itu mulai seragam. Konon hal ini karena pengaruh globalisasi yang sangat gencar dari media massa. Semua kelompok masyarakat yang telah tersentuh oleh kemajuan teknologi informasi cenderung memiliki konsep kecantikan yang seragam. Melalui majalah dan televisi, masyarakat disuguhi konsep-konsep kecantikan yang telah ditentukan oleh para kapitalis. Iklan produk kecantikan; seperti sabun kecantikan, bedak, dan sampo menampilkan model yang sesuai dengan selera pemilik modal yang berkiblat ke barat;  yaitu perempuan yang bertubuh tinggi, langsing, dan berkulit putih bersih.

Tidak terbatas pada produk kecantikan saja, produk-produk lain yang menggunakan model perempuan dalam iklannya menampilkan tipe perempuan yang hampir sama. Karena teknologi informasilah, wanita Dayak yang bertelinga panjang sudah hampir tidak ada. Begitu pula wanita etnis Tionghoa yang berkaki kecil atau kaki lotus.  Tidak terlalu jauh ke belakang, betapa hampir semua perempuan di dunia mendambakan poni seperti pada rambut Putri Diana. Beberapa tahun lalu di Indonesia, gadis-gadis beramai-ramai mendatangi salon kecantikan untuk meluruskan rambut mereka atau yang lebih popular dengan istilah rebonding.

Kembali pada konsep kecantikan di dalam sastra. Sastra Melayu lama umumnya tidak pernah menggambarkan kecantikan fisik perempuan secara gamblang, selalu menggunakan bahasa yang bersayap atau berkias. Misalnya, dahinya seperti bulan sehari, hidung bagai kuntum bunga, betis bak padi berisi, atau pahanya seperti paha belalang. Akan tetapi, kecantikan fisik sebenarnya tidak diutamakan. Seorang perempuan dikatakan cantik bila fisik, budi bahasa, dan sifatnya juga baik.

Pada dua pantun berikut ditunjukkan kecantikan perempuan yang paripurna atau cantik luar dan dalam, rupa elok perangai pun cantik/hidup suka berbuat baik/orang memuji hilir dan mudik/siapa melihat hati tertarik dan keturunan mulia dada beriman/ilmu banyak elok kelakuan/rupa cantik jadi rebutan/kemana pergi mendapat pujian. Kita juga dapat merujuk Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji pada pasal kelima disebutkan “jika hendak mengenal orang berbangsa, lihatlah kepada budi bahasa” dan “jika hendak mengenal orang mulia, lihatlah kepada kelakuan dia.” ***

Sarmianti adalah peneliti di Balai Bahasa Provinsi Riau

KOMENTAR
Terbaru
Rabu, 26 September 2018 - 12:54 wib

Smartfren Hadirkan Voucher Super 4G Unlimited

Rabu, 26 September 2018 - 12:46 wib

JPO Ditutup

Rabu, 26 September 2018 - 12:30 wib

5.131 Hektare Lahan Telah Terbakar

Rabu, 26 September 2018 - 11:55 wib

Dilabrak Istri Pertama

Rabu, 26 September 2018 - 11:26 wib

19 TKI Nonprosedural Dipulangkan Lewat Dumai

Rabu, 26 September 2018 - 11:09 wib

2 Bulan, Beraksi di 8 TKP

Rabu, 26 September 2018 - 10:56 wib

Melibatkan 10 Tenaga Verifikator

Rabu, 26 September 2018 - 10:30 wib

66 Orang Terjaring Razia Malam

Follow Us