PERTUNJUKAN

RAM Membuka Ruang Apresiasi

14 Agustus 2016 - 00.10 WIB > Dibaca 509 kali | Komentar
 
RAM Membuka Ruang Apresiasi
Seni pertunjukan musik dan tari berdurasi lebih kurang satu jam masing-masingnya, baru saja selesai pentas di Anjung Seni Idrus Tintin, pada Kamis, (11/8). Pengunjung dari berbagai profesi memadati tribun, mulai dari siswa, mahasiswa, pelaku seni dan juga tenaga pengajar.

Persembahan seni pertunjukan itu ditaja oleh mahasiswa-mahasiswa Riau yang sedang menyelesaikan studi Pasca Sarjana di ISI Padang Panjang. Dalam gelar karya yang sebenarnya bagian dari ujian mata kuliah Manajemen Seni Pertunjukan itu, mereka menamakan diri mereka Riau Art Manajemen (RAM). Pementasan dua buah karya seni tersebut tentu saja dapat menambah ‘keterbukaan’ ruang-ruang apresiasi di Riau.

Dua buah karya seni pertunjukan yang dimenej adalah juga karya tugas akhir dari mahasiswa pascasarjana ISI Padangpanjang. Di antaranya, karya musik berjudul Lamak Kato, Lego Bunyi karya M Hario Efenur. Karya ini berdurasi sekitar satu jam, terinspirasi dari tradisi di Minangkabau, di mana suatu argumen atau permasalahan yang berhubungan dengan adat akan selalu diselesaikan dalam bentuk musyawarah, salah satunya dengan tradisi pasambahan.
Sedangkan sebuah karya tari yang juga dipersembahkan ke hadapan pengunjung yang memenuhi tribun atas dan bawah Anjung Seni Idrus Tintin itu, berjudul Perempuan dalam Batas. Karya tari  yang dikoreo oleh Prasika Dewi Nugra itu sebuah karya tari yagn hadir dari interpretasi fenomena budaya pingit di Palembang. Di mana, perempuan di masa kesultanan Palembang Darussalam, dipingit dan dibekali keahlian menenun. Demikian juga pada masa penjajahan.

Keberadaan pingit sebagai bentuk proteksi yang dilakukan orang tua kepada anak perempuan itulah yang menjadi titik tolak terciptanya tari tersebut. “tentu saja perempuan menjadi sebagai objek pingit dan dampak yang terjadi dari hadirnya ruang-ruang ipingit tersebut. Misalnya keterbatasan ruang gerak dan ruang sosial bagi perempuan yang dipingit,” ujar Prasika usai pementasan.

Direktur Pascasarjana ISI Padang Panjang, Dr Susasmita Lorafianti, S.Sn., M.Sn yang turut hadir malam itu mengatakan, dua buah karya seni yang dipentaskan hasil karya dari mahasiswa pascasarjana ISI Padang Panjang yang dipentaskan di gedung seni termegah di Riau adalah sebuah tawaran apresiasi yang memang telah diprogram. Karena dalam proses berkesenian, saling bertukar pengalaman panggung untuk saling memperkaya apresiasi adalah sesuatu yang penting.

Dengan itulah kemudian, akan terjadi dialog-dialog kreatif yang dalam hal ini tentu saja menambah nilai sebuah karya yang sudah melewati proses sebelumnya, terutama dalam bidang akademisi. “Karya-karya seni terutama di Sumatera ini, berpijak dari kearifan lokal terutama Melayu. Itulah sebabnya kami dari pihak pascasarjana memprogramkan pementasan tugas akhir karya seni musik dan tari di Riau, dan RAM sebagai perpanjang tangan silaturahmi kita pada malam hari ini,” ujar Bunda Lora sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Nilai Budaya-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riau, OK Pulsiamitra yang turut hadir, mengatakan, ASIT adalah tempat di mana pertemuan berbagai kreatifitas dan aktifitas kesenian dari manapun, artinya persembahan dua buah karya seni yang dalam hal ini bernuansa akademisi, menambah pula referensi dan pengkayaan apresiasi bagi pengunjung setia Anjung Seni Idrus Tintin.

“Dari karya yang telah dipentaskan, kita bisa melihat ragam budaya Indonesia yang begitu beraneka ragam, begitu juga bentuk seni budaya yang ada di Riau. Semua yang kita miliki itu, diperlukan tangan-tangan kreatif untuk digali dan dikembangkan menjadi bentuk karya seni dan budaya hari ini dengan spirit kekinian,” ujar alumnus Pascasarjana ISI Padangpanjang tersebut.(Jefrizal)
KOMENTAR
Terbaru
Selasa, 25 September 2018 - 17:00 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan

Selasa, 25 September 2018 - 16:56 wib

Beli BBM Pakai Uang Elektronik

Selasa, 25 September 2018 - 16:45 wib

Kapal Terbalik, 224 Jiwa Tewas

Selasa, 25 September 2018 - 16:36 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki

Selasa, 25 September 2018 - 16:32 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik

Selasa, 25 September 2018 - 16:30 wib

Tak Ganggu Target Pembangunan

Selasa, 25 September 2018 - 16:00 wib

Ratusan Honorer Gelar Aksi Demo

Selasa, 25 September 2018 - 15:54 wib

SMAN 7 Pekanbaru Dukung Gerakan Literasi

Follow Us